Jakarta, cyber online - Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) bersama penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan gelar perkara membahas proses pengejaran terhadap Neneng Sri Wahyuni, gelar perkara dilakukan untuk memastikan penanganan kasus Neneng Sri Wahyuni ini adalah murni hukum, dan tidak ada rekayasa di dalam prosesnya sejak dinyatakan buron hingga tertangkap dan menjalani proses hukum nantinya, demikian diungkapkan Kepala Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri Irjen Pol. Boy Salamuddin dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (22/8).


Gelar perkara ini juga dilakukan terkait permohonan red notice yang dikirimkan KPK untuk kepolisian internasional (Interpol) melalui Mabes Polri. “Ini lebih pada penyesuaian dokumen-dokumen kelengkapan, terutama untuk Neneng, agar nantinya tidak bolak-balik karena berkasnya tidak lengkap, kan jadi menghemat waktu,” tambah Boy Salamuddin.

Tapi sayangnya gelar perkara yang digelar di Mabes Polri ini bersifat tertutup dan terbatas antara Mabes Polri dan penyidik KPK, gelar perkara sudah dimulai sejak pukul 10.30 Wib dan belum dipastikan kapan selesai karena banyak hal terkait red notice dan proses kasus Neneng yang harus dibahas.

Menurut Boy, “penyesuain berkas red notice ini sangat penting dilakukan, karena jangan sampai aplikasi yang sudah dikirim ke Interpol meski sudah dipublish namun syarat-syaratnya belum lengkap, sehingga dikhawatirkan Interpol memandang pihak berwenang Indonesia tidak profesional”, demikian seperti dikutip oleh info publik, depkominfo.

Banyak pihak memperikirakan kemungkinan keberadaan Neneng saat ini di Malaysia, berdasarkan data bahwa Neneng meninggalkan Bogota Kolombia pada 25 Juli 2011 sebelum suaminya tertangkap, untuk menuju Malaysia. (info publik/TN)

Post a Comment

Previous Post Next Post