Jakarta, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menargetkan Dana Rintisan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Menengah mencapai Rp1 juta per anak per tahun. Untuk tahap awal, pemerintah telah mengusulkan sebesar Rp200 ribu per anak per tahun.

Dirjen Pendidikan Menengah Kemdiknas Hamid Muhammad menjelaskan besaran dana dilakukan bertahap karena jumlah anggaran Kemdiknas yang terbatas. Mengenai usulan tersebut, lanjut dia, juga sudah disampaikan ke Komisi X DPR RI. “Kita menargetkan Rp1 juta per anak per tahun. Tetapi anggaran Kemdiknas saat ini terbatas karena fokus pada rehabilitasi sekolah rusak dan ini juga sudah disampaikan dan masih dalam proses diskusi bersama Komisi X,” ungkap Hamid di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Rabu (28/9).
Dijelaskan, usulan besaran Dana BOS Rp200 ribu tersebut merupakan estimasi awal yang didasarkan atas data Survei Tenaga Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2009 yang dilakukan oleh Badan Statistik Nasional (BPS). Dari survei tersebut diketahui, rata-rata pengeluaran siswa SMA/SMK sekitar Rp2,3 juta per anak per tahun.

"Meskipun besarannya masih sekitar 10 persen dari total pengeluaran operasional sekolah, itu maklum saja, namanya rintisan kita harus mulai dari yang rendah dan sesuai kemampuan kita dulu. Jangan menunggu sampai punya Rp 2 juta per anak baru mulai. Siapa tahu nanti dengan bertambahnya anggaran di tahun berikutnya, angka dana BOS Rintisan itu bisa bertambah," kata Hamid.

Selain Dana BOS, jelas Hamid, hal lain yang dianggap penting dalam rintisan wajib belajar (Wajar) 12 tahun adalah masalah infrastruktur dan juga tenaga pendidik. Disebutkan, untuk masalah infrastruktur khususnya ruang kelas, pihaknya akan menambah sebanyak lebih kurang 10 ribu ruang kelas. Ini disesuaikan dengan estimasi bertambahnya siswa per tahun sekitar 400 ribu anak.

"Kebutuhan tambahan ruang kelas setiap tahunnya mencapai 10 ribu ruang kelas. Akan tetapi, tahun ini melalui APBNP kita siapkan delapan ribu ruang kelas sembari menambah unit sekolah baru di daerah-daerah yang memerlukan,” jelas Hamid.(dari info publik)

Post a Comment

Previous Post Next Post