Rapat Paripurna Pertama Pasca Reshuffle di Gedung Sekneg

photo : presidensby.info
Jakarta; ( wuryantoro.com ) Untuk pertama kalinya sejak reshuffle kabinet, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat kabinet paripurna, Kamis (27/10) pukul 14.00 WIB, di Ruang Rapat Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta. Rapat sengaja diadakan di Gedung Sekretariat Negara karena Presiden juga mengundang para Wakil Menteri sehingga membutuhkan ruangan yang lebih besar.
Wajah-wajah anggota kabinet baru, juga wakil-wakil menteri baru, terlihat satu persatu melewati pintu pengamanan menuju Ruang Rapat. Diantaranya terlihat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo.

Dalam pembukaannya SBY mengatakan, rapat mengagendakan dua hal. Pertama, membahas instruksi Presiden kepada seluruh jajaran kabinet dan pemerintahan. Kedua, mendengarkan presentasi menteri terkait mengenai beberapa pertemuan puncak yang akan dihadiri bulan ini, juga persiapan KTT ASEAN.

Sebelum memulai rapat, Presiden SBY menyampaikan pesan kepada seluruh peserta rapat bahwa tiga tahun ke depan pekerjaan pemerintah akan sangat intensif. Presiden meminta seluruh jajaran kabinet mempersiapkan mental, fisik, waktu, dan energi. "Mari kita siapkan segalanya untuk mengemban tugas yang tidak ringan tapi mulia itu, sehingga, saya sering mengatakan, jika diantara kita ingin hidup nyaman, hidup tenang selama tiga tahun mendatang, berarti salah tempat dan salah jurusan," kata Presiden SBY, yang memimpin rapat dengan didampingi Wapres Boediono.

Presiden juga menyampaikan arahan kepada para pejabat yang baru agar tidak berkecil hati mendengar kritik dan komentar miring. "Saudara-saudara tidak perlu berkecil hati, hampir semua mengalami, termasuk saya di masa yang lalu, sewaktu menjadi menteri. Oleh karena itu jawablah semua kritik dan komentar miring itu dengan karya nyata dan prestasi, jangan menghabiskan waktu dengan berbalas kata, tapi sekali lagi dengan kerja nyata," SBY menandaskan.

Hadir dalam rapat ini seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II hasil penataan kabinet lalu.

Sebagaimana diketahui, Presiden SBY mengumumkan nama-nama menteri hasil reshuffle pada 18 Oktober lalu. Sehari kemudian, para menteri dan wakil menteri baru tersebut dilantik. Ada 12 menteri baru atau bergeser posisi, tujuh diantaranya merupakan pendatang baru di jajaran kabinet. Sedangkan wakil menteri baru ada 13 orang, beberapa diantaranya juga berganti posisi dari pos lamanya. (arc/presidensby.info)

0 Comments:

Post a Comment