Ban Nitrogen

Gambar dari http://us.oto.detik.com/
Berikut saya cuplikan beberapa artikel mengenai apa itu Ban Nitrogen, Benarkah Ban Nitrogen adalah Ban Terbaik.

1. Artikel dari toyota-ownerclub.com
Penggunaan nitrogen untuk menggantikan udara dalam ban memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan sebagai berikut :

Keunggulan:
1. Memiliki ketahanan dalam menjaga temperatur kerja yang lebih baik dibandingkan udara biasa
2. Memiliki kerapatan materi yang lebih besar, sehingga rentang pengisian kembali lebih lama dibandingkan udara biasa
3. Untuk beberapa pengguna, merasakan dengan penggunaan nitrogen membuat peredaman kendaraan lebih baik (lebih nyaman).

Kelemahan:

1. Membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan udara biasa
2. Tidak semudah udara/angin untuk menambah volumenya (tidak tersedia di semua tempat).

Dalam proses penggantian dari penggunaan udara ke nitrogen maupun sebaliknya, penting bagi pelanggan untuk memastikan bahwa udara atau nitrogen sebelumnya telah dikosongkan.

2. Artikel Kedua ini saya dapatkan dari detikoto.com
Dikarenakan partikel gas nitrogen (N2) lebih besar dibandingkan oksigen (O2), maka N2 dapat mencegah terjadinya kebocoran (rembesan) yang menyebabkan berkurangnya tekanan gas (angin) pada ban.

Selain itu nitrogen aman digunakan karena tidak bisa terbakar, tidak berbau, dan merupakan bagian dari gas yang ada di atmosfir yang juga kita hirup sehari-hari.

Untuk membedakan mana ban yang di dalamnya berisi gas biasa dan yang berisi gas N2, umumnya disepakati dengan menggunakan tutup pentil (ventil) berwarna Hijau bertuliskan N2 untuk ban yang diisi gas N2.

Keuntungan menggunakan N2 sebagai gas pengisi ban
1. Tekanan ban terjaga lebih lama (menjadi lebih jarang mengisi ulang)
2. Daya cengkram dan kinerja ban menjadi optimal (akibat grip yang baik, tekanan yang tidak berkurang)
3. Menghemat BBM (tekanan tepat, meringankan kerja mesin)
4. Memperpanjang umur pakai ban (tekanan tepat, habisnya ban akan merata)
5. Meningkatkan keselamatan (tekanan tepat, grip dan stabilitas terjaga)
6. Tidak terjadi oksidasi pada karet ban (memperpanjang umur elastisitas karet ban)
7. Tidak membantu menimbulkan karat (aman bagi komponen besi)
8. Tekanan ban yang stabil terhadap temperatur ban (mengurangi kecelakaan akibat pecah ban – overpressure)

N2 sendiri sudah digunakan terlebih dahulu di arena balap, pesawat terbang dan kendaraan berat khusus, sebelum diperkenalkan ke publik untuk digunakan di kendaraan sehari-hari mobil maupun motor.

Kelemahan gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban.
* Harga yang masih mahal
Umumnya berkisar sekitar 10ribu hingga 20ribu rupiah untuk setiap ban. Belum lagi ada tambahan biaya apabila sebelumnya gas pengisi ban tersebut bukan N2, karena harus dikuras terlebih dahulu untuk kemudian diisi gas N2. Biaya kuras berkisar sekitar 5ribu – 10ribu rupiah.

* Perawatan
Setiap kali ban sudah terisi oleh N2, maka selanjutnya jika tekanan berkurang, sangat disarankan untuk menambahkannya dengan N2 juga.

* Ketersediaan
Belum banyak bengkel ban yang menyediakan jasa pengisian N2.

Apabila tekanan N2 berkurang dan tidak ditemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, kita dapat menambahkannya dengan gas/angin ban seperti biasa yang mudah ditemui di tepi jalan, sebagai langkah darurat.

Namun apabila kita sudah dapat menemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, sebaiknya ban tersebut kembali dikuras ulang untuk diisi kembali dengan gas N2 murni.

Tentu Masih Banyak Kita temukan artikel sejenis mengenai Ban Nitrogen, Mudah-mudahan dengan dua artikel ini bisa menjadi sumber referensi dalam memilih ban.

Jika anda akan mencari artikel kami lainnya yang mengupas masalah Ban bisa dilihat  atau anda dapat membaca artikel kami tentang Ban Terbaik di Indonesia GT Radial

Post a Comment

0 Comments