PIL KB Pria Segera diproduksi di Indonesia

Jakarta, wuryantoro.com; Alat kontrasepsi berupa pil keluarga berencana (KB) khusus untuk pria, sebentar lagi akan hadir di Indonesia. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama pihak terkait lainnya, saat ini tengah melakukan penelitian pil kontrasepsi hasil temuan dosen farmasi Universitas Airlangga tersebut.

"Hasil temuan pil kontrasepsi itu, belum lama ini juga telah dipresentasikan pada Konferensi Alat Kontrasepsi Baru di Seattle Amerika Serikat 29 November lalu. Kepala BKKBN telah mempersentasikan pil KB untuk pria ini sebagai inovasi Indonesia dalam menemukan obat kontrasepsi untuk pria," kata Sekretaris Utama BKKBN Sudibyo Alimoeso belum lama ini.

Saat ini menurutnya, pil tersebut telah masuk dalam penelitian vase III. Bahkan kata dia, sudah ada produsen yang berminat untuk memproduksinya. Dengan hadirnya Pil KB buat pria ini kata dia, diharapkan mampu merontokkan keegoisan pria jika bicara tentang alat kontrasepsi.  Namun kini masih tetap dalam tahap uji klinis.
Sementara itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menyatakan mendukung jika benar pil KB untuk pria terbukti manjur dan akan mempercepat proses uji sebelum peredaran pil tersebut. "Kami segera teliti dan mempercepat proses pil tersebut. Ini untuk mendukung program  pemerintah dalam menekan laju penduduk," kata Kepala Badan POM Kustantinah di Jakarta, Selasa (4/1) seperti dirilis di website BKKBN.

Pil KB yang dibuat dari daun gendarussa itu sekarang sedang dikembangkan oleh Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Jawa Timur. Pil itu telah terbukti secara tradisional dapat menekan laju sperma. "Pil itu di klaim dapat menaikkan vitalitas pria tapi menekan laju sperma. Nanti akan kita uji," kata Kustantinah. 

Pil itu nantinya akan digunakan dalam program keluarga berencana yang akan digunakan oleh pria, sebagai alternatif bagi alat kontrasepsi lain seperti kondom atau vasektomi. Dari data BKKBN, selama 30 tahun program Keluarga Berencana (KB) keberhasilan program tersebut sebagian besar adalah karena peranan wanita dalam penggunaan alat kontrasepsi. Pada tahun 2002 tercatat tingkat pemakaian kontrasepsi adalah 60,3 persen dimana kontribusi peserta KB pria terhadap angka itu hanya 1,3 persen yang terdiri dari penggunaan kondom saja.

Sebelumnya, Kepala BKKBN Sugiri Syarief menjelaskan, pil yang berbahan dasar ekstrak tanaman Gandarusa itu, tengah dalam tahap uji klinis. Serta siap diproduksi massal dan diedarkan kepada masyarakat pada akhir 2011. Alat kontrasepsi temuan dosen farmasi Universitas Airlangga, Bambang Prajogo itu pun telah diujicobakan kepada 300 pria sebagai sampel.

Gandarusa atau biasa disebut daun rusa dengan nama latin, Justicia gendarussa Burm merupakan semak tropis yang biasa dijumpai di pekarangan rumah, baik sendiri atau sebagai pagar hidup. Tumbuhan ini mudah tumbuh dan dapat diperbanyak dengan stek.

Gandarusa

Khasiat pengobatan Gandarusa memiliki efek analgetik, diuretik, dan antispermatozoa. Daunnya mengandung alkaloid yang berpotensi racun bagi manusia. Tumbuhan ini konon digunakan sebagai alat kontrasepsi pria oleh beberapa penduduk lokal Pulau Papua. Hasil penelitian di Unair menunjukkan ekstrak daun gandarusa mampu melemahkan sel sperma pria secara periodik. Artinya, pil tersebut aman karena tidak memandulkan pria secara permanen.

Post a Comment

0 Comments