Sebelum mengajukan pinjaman baik itu ke bank ataupun leasing, terkadang kita akan menjadi bingung ketika masing-masing bank dan leasing itu menggunakan metode perhitungan bunga kredit yang berbeda-beda, artikel ini melanjutkan artikel saya tentang Informasi Kredit Terbaik di Indonesia, jika anda belum membacanya silahkan klik tautannya diatas.

Dalam Artikel Tips Memilih Kredit Leasing kali ini saya akan membahas sedikit bagaimana perhitungan bunga kredit tersebut, supaya kita menjadi seorang konsumen cerdas, dan jangan hanya tergiur oleh diskon-diskon potongan uang muka atau bonus dan hadiah yang ditawarkan oleh leasing yang pada akhirnya beban angsuran kredit kita menjadi lebih mahal, dari yang seharusnya.
Tips - tipsnya antara lain :
  1. Sebelum anda mengajukan pinjaman ke bank atau leasing, Pahamilah bagaimana suku bunga kredit anda ditentukan.

    Mengapa Perlu memahami Perhitungan Bunga Kredit ?

    Ketika mengajukan permohonan kredit ke bank atau leasing, Anda perlu memahami cara bank dan leasing menghitung bunga kredit mereka. Hal ini karena masing-masing bank dan leasing itu memiliki metode perhitungan bunga yang berbeda sehingga secara otomatis biaya bunga akan menjadi berbeda.

  2. Mengetahui Cara Menghitung Bunga Kredit

    Secara umum ada 2 metode dalam menghitung bunga yaitu efektif dan flat. Namun dalam praktek sehari-hari ada modifikasi dari metode efektif yang disebut dengan metode anuitas. Sebagai contohnya:

    Misalnya, Anda mengajukan kredit dengan jangka waktu 24 bulan sebesar Rp 24.000.000,00 dengan bunga 10% per tahun. Anda berniat melakukan pembayaran pokok pinjaman Rp 1.000.000,00 per bulan sampai lunas. Asumsi bahwa suku bunga kredit tidak berubah (tetap) selama jangka waktu kredit.

    Menghitung Bunga Kredit dengan Metode Efektif

    Metode ini menghitung bunga yang harus dibayar setiap bulan sesuai dengan saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya.

    Rumus perhitungan bunga adalah :

    Bunga = SP x i x (30/360)

    SP = saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya,
    i = suku bunga per tahun,
    30 = jumlah hari dalam 1 bulan,
    360 = jumlah hari dalam 1 tahun.

    Bunga efektif bulan 1
    = Rp 24.000.000,00 x 10% x (30 hari/360 hari)
    = Rp 200.000,00

    Angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah
    Rp 1.000.000,00 + 200.000,00 = Rp 1.200.000,00

    Bunga efektif bulan 2
    = Rp 23.000.000,00 x 10% x (30 hari/360 hari)
    = Rp 191.666,67

    Angsuran pokok dan bunga pada bulan 2 adalah
    Rp 1.000.000,00 + 191.666,67 = Rp 1.191.666,67

    Angsuran bulan kedua lebih kecil dari angsuran bulan pertama. Demikian pula untuk bulan-bulan selanjutnya, besar angsuran akan semakin menurun dari waktu ke waktu.

    Menghitung Bunga Kredit dengan Metode Anuitas

    Merupakan modifikasi dari metode efektif. Metode ini mengatur jumlah angsuran pokok dan bunga yang dibayar agar sama setiap bulan.

    Rumus perhitungan bunga sama dengan metode efektif yaitu :

    Bunga = SP x i x (30/360)

    SP = saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya,
    i = suku bunga per tahun,
    30 = jumlah hari dalam 1 bulan,
    360 = jumlah hari dalam 1 tahun.

    Biasanya Bank memiliki aplikasi Software Akuntansi yang secara otomatis menghitung bunga anuitas. Dalam kasus di atas, tabel perhitungan akan muncul sebagai berikut :


    BulanSaldo Bunga AnuitasAngsuranPokokTotal Angsuran
    024.000.000000
    123.092.522200.000 901.478 1.107.478
    222.177.481192.438 915.040 1.107.478

    Bunga anuitas bulan 1
    = Rp 24.000.000,00 x 10% x (30 hari/360 hari)
    = Rp 200.000,00

    Angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah
    Rp 907.478,00 + 200.000,00 = Rp 1.107.478,00

    Bunga anuitas bulan 2
    = Rp 23.092.522,00 x 10% x (30 hari/360 hari)
    = Rp 192.438,00

    Angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah
    Rp 915.040,00 + 192.438,00 = Rp 1.107.478,00

    Terlihat bahwa angsuran bulan kedua sama dengan angsuran bulan pertama dan seterusnya dimana besarnya angsuran akan tetap sama sampai dengan selesainya jangka waktu kredit.

    Menghitung Bunga Kredit dengan Metode Flat
    Dalam metode ini, perhitungan bunga selalu menghasilkan nilai bunga yang sama setiap bulan, karena bunga dihitung dari prosentasi bunga dikalikan pokok pinjaman awal.

    Rumus perhitungannya adalah :

    Bunga per bulan = (P x i x t) : jb

    P = pokok pinjaman awal,
    i = suku bunga per tahun,
    t = jumlah tahun jangka waktu kredit,
    jb = jumlah bulan dalam jangka waktu kredit.

    Karena bunga dihitung dari pokok awal pinjaman, maka biasanya suku bunga flat lebih kecil dari suku bunga efektif. Dalam contoh kasus di atas misalkan bunga flat sebesar 5,3739 % per tahun.

    Bunga flat tiap bulan selalu sama.
    = (Rp 24.000.000,00 x 5,3739% x 2 ) : 24
    = Rp 107.478,00

    Angsuran pinjaman bulan 1
    Angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah
    Rp 1.000.000,00 + 107.478,00 = Rp 1.107.478,00

    Angsuran pinjaman bulan 2
    Angsuran pokok dan bunga pada bulan 2 adalah
    Rp 1.000.000,00 + 107.478,00 = Rp 1.107.478,00

    Perbandingan Anuitas dengan Flat
    Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk jangka waktu kredit 2 tahun, maka suku bunga efektif 10% per tahun akan menghasilkan angsuran yang sama dengan suku bunga flat 5,3739 % per tahun.

  3. Hal-hal Penting lainnya

    • Dalam menetapkan suku bunga kredit, banyak bank menggunakan metode flat, sehingga suku bunga terkesan lebih rendah. Untuk itu, Anda perlu menanyakan ke bank berapa sebenarnya suku bunga efektif yang diterapkan sebelum memutuskan untuk mengajukan kredit.

    • Jika Anda sedang membandingkan suku bunga antar bank, pastikan bahwa Anda mengetahui metode perhitungan bunga yang diterapkan oleh bank.
    • Untuk menghitung saldo pokok pinjaman, bank biasanya menggunakan metode efektif. Jadi, pada saat mengajukan kredit, Anda perlu menanyakan apakah akan ada penyesuaian terhadap perbedaan saldo pinjaman yang menggunakan bunga efektif dengan yang menggunakan bunga flat jika Anda ingin melakukan pelunasan pinjaman lebih dini sebelum jangka waktu pinjaman berakhir.

    • Mintalah jadwal dan komposisi perhitungan bunga dan angsuran pokok pinjaman lebih dini sebelum jangka waktu pinjaman berakhir.

    • Pastikan bahwa Anda mengetahui sifat suku bunga yang dikenakan bank, floating (mengambang) atau fixed (tetap). Jika suku bunga bersifat mengambang, maka apabila terjadi kenaikan suku bunga, biaya bunga dan angsuran pokok pinjaman akan ikut naik dan sebaliknya jika suku bunga turun.

Inilah metode Menghitung Bunga Kredit dan Tips Memilih Kredit Leasing, artikel ini diolah dari berbagai sumber. mudah-mudahan memberikan manfaat buat kita.

Post a Comment

Previous Post Next Post