Upaya awal penerapan sistem profit dan loss sharing tercatat di Pakistan dan Malaysia sekitar tahun 1940-an, yaitu adanya upaya mengelola dana jamaah haji secara non konvensional. Rintisan institusional lainya adalah Islamic Rural Bank di desa Mit Ghamr pad tahun 1963 di Kairo, Mesir.

Menurut Prof Kursid Ahmad dan laporan Internasional Association of Islamic Bank, hingga 1999 tercatat lebih dari 200 lembaga keuangan Islam yang beroperasi di seluruh dunia.

  1. Mit Ghamr Bank
    Rintisan perbankan syariah mulai diwujudkan di mesir pada dekade 1960-an dan beroperasi sebagai rural-social bank (semacam lembaga keuangan unit desa) di sepanjang sungai Nil dipimpin oleh Prof Dr Ahmad Najjar.
  2. Islamic Development Bank
    Pada sidang Menteri Luar Negeri negara-negara OKI di Karachi, Desember 1970, Mesir mengajukan sebuah proposal untuk mendirikan bank syariah yang disebut International Islamic Bank for Trade and Development dan Federation Of Islamic Banks, dikaji 18 negara islam.

    Pada sidang Menteri Luar Negeri OKI di Benghazi, Libya, Maret 1973, usulan tersebut kembali diagendakan. Sidang memutuskan OKI mempunyai bidang khusus menangani masalah ekonomi dan keuangan. Bulan Juli 1973, komite ahli yang mewakili negaranegara Islam penghasil minyak, bertemu di Jeddah untuk membicarakan pendirian bank Islam.

    Sidang Menteri Keuangan OKI di Jeddah 1975, menyetujui rancangan pendirian Bank Pembangunan Islam atau Islamic Development Bank (IDB) dengan modal awal 2 miliar Dinar Islam atau ekuivalen 2 miliar SDR (Special Drawing Right)
  3. Islamic Research and Training Intitute
    IDB juga membantu mendirikan bank-bank Islam diberbagai negara. Untuk itu didirikan sebuah institut riset dan pelatihan untuk pengembangan penelitian dan pelatihan ekonomi Islam, baik dalam bidang perbankan dan keuangan secara umum, lembaga ini disingkat menjadi IRTI.