Teori Komunikasi Keperawatan

Teori Komunikasi Keperawatan

Pada proses keperawatan komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan, karena sejak awal sampai akhir sangat diperlukan komunikasi. Dengan komunikasi yang efektif dengan mudah pesan dapat diterima oleh pasien dan agar tujuan dapat dicapai dengan baik.

Ketika pertama kali terlibat interaksi dengan pasien timbulah pertanyaan "Dengan Cara apa anda memperoleh pengetahuan tentang pasien anda ?". Ini bukan pekerjaan yang mudah, justru terkadang menjadi penghambat untuk menciptakan hubungan yang efektif. Dengan komunikasi yang efektif juga akan menimbulkan rasa percaya dan rasa nyaman pasien.

Komunikasi dalam Keperawatan

Hubungan perawat-pasien tidak sekadar hubungan mutualis. Travelbee (1971) menyebut hubungan ini sebagai "a human to human relationship". Kelemahan yang ada pada perawat dan pasien menjadi hilang ketika masing-masing pihak yang terlibat interaksi mencoba memahami kondisi masing-masing. Perawat menggunakan keterampilan komunikasi interpersonalnya untuk mengembangkan hubungan dengan klien yang akan menghasilkan pemahaman tentang klien sebagai manusia yang utuh. Hubungan semacam ini bersifat terapeutik yang akan meningkatkan iklim psikologi yang kondusif dan memfasilitasi perubahan dan perkembangan positif pada diri pasien.

Bagaimana seseorang melakukan komunikasi itu dalam berhubungan dengan orang lain. Rogers mengidentifikasi ada tiga faktor mendasar dalam rangka menciptakan hubungan yang saling membantu.
  1. Pertama, Orang yang membantu harus memahami sebenar-benarnya tentang siapa dirinya.
  2. Kedua, Orang yang membantu harus menunjukkan rasa empatinya.
  3. Ketiga, orang yang dibantu harus merasa bebas untuk mengeluarkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan dirinya dalam hubungan tersebut.

Karakteristik Komunikasi Keperawatan

Ada tiga hal mendasar yang memberi ciri-ciri komunikasi dalam keperawatan yaitu keikhlasan (genuineness), empati (empathy), dan kehangatan (warmth).

Genuineness / Keikhlasan

Dalam rangka membantu klien, perawat harus menyadari tentang nilai, sikap, dan perasaan yang dimiliki terhadap keadaan klien. Apa yang perawat pikirkan dan rasakan tentang individu dan dengan siapa dia berinteraksi selalu dikomunikasikan pada individu, baik secara verbal maupun nonverbal. Perawat yang mampu menunjukkan rasa ikhlasnya mempunyai kesadaran mengenai sikap yang dipunyai terhadap pasien sehingga mampu belajar untuk mengomunikasikannya secara tepat. Perawat tidak akan menolak segala bentuk perasaan negatif yang dipunyai klien, bahkan ia akan berusaha berinteraksi dengan klien. Hasilnya, perawat akan mampu mengeluarkan segala perasaan yang dimiliki dengan cara yang tepat, bukan dengan cara menyalahkan atau menghukum klien.

Tidak selalu mudah melakukan suatu keikhlasan. Untuk menjadi lebih percaya diri tentang perasaan dan nilai-nilai yang dimiliki membutuhkan pengembangan diri yang dapat dipertimbangkan dilakukan setiap saat. Sehingga, sekali perawat mampu untuk menyatakan apa yang dia inginkan untuk membantu memulihkan kondisi pasien dengan cara yang tidak mengancam, pada saat itu pula kapasitas yang dimiliki untuk mencapai hubungan yang saling menguntungkan akan meningkat secara bermakna.

Empathy / Empati

Empati merupakan perasaan "pemahaman" dan "penerimaan" perawat terhadap perasaan yang dialami klien dan kemampuan merasakan "dunia pribadi pasien". Empati merupakan sesuatu yang jujur, sensitif, dan tidak dibuat-buat (objektif) didasarkan atas apa yang dialami orang lain. Empati berbeda dengan simpati. Simpati merupakan kecenderungan berpikir atau merasakan apa yang sedang dilakukan atau dirasakan oleh pasien. Karenanya, simpati lebih bersifat subjektif dengan melihat "dunia orang lain" untuk mencegah perspektif yang lebih jelas dari semua sisi yang ada tentang isu-isu yang sedang dialami seseorang.

Empati cenderung bergantung pada kesamaan pengalaman di antara orang yang terlibat komunikasi. Perawat akan lebih mudah mengatasi nyeri pada pasien, misalnya, jika dia mempunyai pengalaman yang sama tentang nyeri. Karena hal ini sulit dilakukan, kecuali karena adanya keseragaman atau kesamaan pengalaman atau situasi yang relevan, perawat terkadang sulit untuk berperilaku empati pada semua situasi. Namun demikian, empati bisa dikatakan sebagai "kunci" sukses dalam berkomunikasi dan ikut memberikan dukungan tentang apa yang sedang dirasakan klien.

Sebagai "perawat empatik", perawat harus berusaha keras untuk mengetahui secara pasti apa yang sedang dipikirkan dan dialami klien. Pada kondisi seperti ini, empati dapat di-ekspresikan melalui berbagai cara yang dapat dipakai ketika dibutuhkan, mengatakan sesuatu tentang apa yang perawat pikirkan tentang klien, dan memperlihatkan kesadaran tentang apa yang saat ini sedang dialami pasien. Empati membolehkan perawat untuk berpartisipasi sejenak terhadap sesuatu yang terkait dengan emosi klien. Perawat yang berempati dengan orang lain dapat menghindarkan penilaian berdasarkan kata hati (impulsive judgement) tentang seseorang dan pada umumnya dengan empati dia akan menjadi lebih sensitif dan ikhlas.

Warmth / Kehangatan

Hubungan yang saling membantu (helping relationship) dibuat untuk memberikan kesempatan klien mengeluarkan "unek-unek" (perasaan dan nilai-nilai) secara bebas. Dengan kehangatan, perawat akan mendorong klien untuk meng-ekspresikan ide-ide dan menuangkannya dalam bentuk perbuatan tanpa rasa takut dimaki atau dikonfrontasi. Suasana yang hangat, permisif, dan tanpa adanya ancaman menunjukkan adanya rasa penerimaan perawat terhadap pasien. Sehingga pasien akan mengekspresikan perasaannya secara lebih mendalam. Kondisi ini akan membuat perawat mempunyai kesempaan lebih luas untuk mengetahui kebutuhan klien. Kehangatan juga dapat dikomunikasikan secara nonverbal. Penampilan yang tenang, suara yang meyakinkan, dan pegangan tangan yang halus menunjukkan rasa belas kasihan atau kasih sayang perawat terhadap pasien.

Diambil dari buku : Komunikasi dalam keperawatan, Arwani, 2003.
Author

Tentang penulis: T Nurandhari

Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

Teori Akuntansi >> Akuntansi Sektor Publik

Menurut PROF. Mardiasmo, beliau menjelaskan bahwa:
  1. 1950-an dan 1960-an sektor publik memainkan peran utama sebagai pembuat rencana dan pelaksanaan strategi pembangunan. Waktu itu sektor publik dikaitkan sebagai bagian dari manajemen ekonomi makro yang berhubungan dengan pembangunan. Dalam kurun waiktu 1970-an muncul kritikan tajam dari pendukung teori akuntansi publik yang meragukan kemampuan sektor publik mempertahankan laju pembangunan. Sektor publik di anggap tidak efisien dan jauh tertinggal dari sektor swasta.

  2. Pada dekade 1980-an muncul reformasi akuntansi sektor public di seluruh dunia, terjadi perubahan dengan bermacam-macam cara, misalnya: muncul seminar-seminar dan pembahasan dengan menggunakan istilah-istilah baru. Istilah tersebut antara lain: Reinventing Government, New Public Manajemen, Compulsary Competitive, Tendering, State Owned Enterprise, Value for Money, Public Funds, Government Failur, Good Governance, Good Corforate Governance, Accountability, Transparancy, Responsivenest Economy, Eficieny and Efektivitas.


Menurut Oxford English Dictionary, menyatakan bahwa itulah "Public Sector" pertama kali digunakan pada tahun 1952. Sistem akuntansi harus memenuhi ketentuan untuk akuntansi pemerintah pusat dan daerah, yaitu:

  1. Peraturan
  2. Sistem akuntansi harus dikaitkan dengan klasifikasi anggaran
  3. Sistem akuntansi harus dapat di audit
  4. Sistem akuntansi harus dapat saling mengawasi secara efektif
  5. Sistem akuntansi harus dapat memberikan informasi keuangan
  6. Perkiraan (account) harus dapat memberikan identifikasi objek dan tujuan penerimaan dan penggunaan dana
  7. Perkiraan (account) harus dapat memperjelas hasil operasi secara ekonomi dan keuangan
  8. Perkiraan (account) harus dapat menyediakan data keuangan yang berguna untuk analisa perekonomian dan transaksi pemerintah
Laporan keuangan pemerintah pusat dan daerah
  • Laporan Realisasi Anggaran
  • Neraca
  • Laporan Arus Kas
  • Catatan Tentang Laporan Keuangan
  • Laporan Perubahan Entitas

Akuntansi Sektor Publik Menurut United Nations

Département of Economic and Social Affairs, dari United Nation (Perserikatan Bangsa-bangsa), New york 1970, telah membuat syarat-syarat untuk akuntansi pemerintahan yang termuat di dalam A Manual for Government Accounting, Ada empat poin berkenaan dengan pemenuhan tujuan akuntabilitas, empat poin tersebut antara lain:

  1. Accounting systems to be designed to comply with the constitutional statutory and other legal requirements of the country;

    Maksudnya bahwa sistem akuntansi harus dirancang untuk memenuhi ketentuan undang-undang dasar, undang-undang dan peraturan lainnya dari negara.
  2. Accounting systems must be related to the budget clasifications. The budgetary and accounting functionare complementary elements of financial management and must be closely integrated;

    Maksudnya sistem akuntansi harus dikaitkan dengan klasifikasi anggaran. Fungsi anggaran dan akuntansi merupakan unsur yang saling melengkapi dari pengurusan keuangan dan harus diintegrasikan secara erat.
  3. The account must be maintained in a manner that will clearly identify the objects and purposes for wich funds have been received and expended and the executive authorities who are responsible for custody and use of fund in program execution;

    Maksudnya perkiraan-perkiraan harus diselenggarakan dengan cara yang dapat mengidentifikasi objek-objek dan tujuan-tujuan untuk apa dana yang telah diterima itu digunakan serta dapat pula mengidentifikasi para pejabat yang bertanggung jawab atas penyimpangan dan penggunaan dana-dana dalam pelaksanaan program.
  4. Accounting system must be maintained in away that will facilitate audit by external review authorities, and readily furnish the information needed for executive audit;

    Maksudnya sistem akuntansi harus diselenggarakan dengan cara yang memungkinkan pelaksanaan pemeriksaan oleh lembaga pemeriksaan ekstern, serta dapat menyediakan informasi yang diperlukan untuk pemeriksaan.

Pelaksanaan Sistem Akuntansi Sektor Publik di Indonesia sesuai dengan Persyaratan PBB

Untuk melihat bagaimana pelaksanaan sistem akuntansi pemerintahan menurut syarat PBB di Indonesia sebagai berikut:
  1. Persyaratan PBB pertama yaitu sistem akuntansi harus dirancang untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Dasar, undang-undang dan peraturan lainnya dari negara, penerapannya di Indonesia berdasarkan pasal 23 UUD 1945 serta UU Perbendaharaan Negara.
  2. Persyaratan kedua menyatakan bahwa sistem akuntansi harus dikaitkan dengan klasifikasi anggaran. Fungsi anggaran dan akuntansi merupakan unsur yang saling melengkapi, pelaksanaannya di Indonesia dengan disetujui dan disyahkannya UU APBN yang diselesaikan antara pemerintah dengan DPR untuk tiap tahun. UU APBN tersebut tentang klasifikasi dan fungsi dengan rincian rencana serta penggunaan dana secara menyeluruh.
  3. Pelaksanaan persyaratan PBB yang maksudnya perkiraan-perkiraan harus diselenggarakan dengan cara yang dapat mengidentifikasi objek-objek dan tujuan-tujuan untuk apa dana yang telah diterima itu digunakan serta dapat pula mengidentifikasi para pejabat yang bertanggung jawab atas penyimpangan dan penggunaan dana-dana dalam pelaksanaan program di Indonesia dengan cara mengharuskan tiap Departeman dan Instansi mengajukan Daftar Usulan Kegiatan (DUK) untuk anggaran rutin dan Daftar Usulan Proyek (DUP) untuk anggaran pembangunan. DUK yang telah disetujui Menteri Keuangan berubah menjadi DIK (Daftar Isian Kegiatan). Dalam DIK sudah dapat diidentifikasi objek serta tujuan untuk apa dana digunakan. Di dalamnya juga tercantum nama bendaharawan rutin dan atasan langsungnya serta Departemen atau instansi yamg bertanggung jawab atas penyimpanan dan penggunaan dana. Untuk DUR bila telah disetujui oleh Menteri Keuangan dan Ketua BAPPENAS akan menjadi DIP (Daftar Isian Proyek) yang dapat diidentifikasi objek serta tujuan penggunaan dana sekaligus tercantum nama bendaharawan rutin dan atasan langsungnya serta Departemen atau Instansi yang bertanggung jawab atas penyimpanan dan penggunaan dana pembangunan tersebut. Dalam pengelolaan DIK dikendalikan oleh Menteri Keuangan, sedangkan pengelolaan DIP dilaksanakan oleh Menteri Keuangan dan Ketua BAPPENAS yang merancang pembangunan secara nasional.
  4. Persyaratan keempat maksudnya sistem akuntansi harus diselenggarakan dengan cara yang memungkinkan pelaksanaan pemeriksaan oleh lembaga pemeriksaan ekstern. Dalam sistem Ketata-negaraan RI telah ada lembaga yang bertindak sebagai pemeriksa ekstern pemerintah yaitu BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Hal ini sesuai dengan pasal 23 (5) UUD 1945 yaitu: "Cara pemerintah mempergunakan uang belanja yang sudah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat harus sepadan dengan keputusan tersebut. Untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah itu perlu ada suatu badan yang terlepas dari pengaruh dan kekuasaan pemerintah. Suatu badan yang tunduk kepada pemerintah tidak dapat melakukan kewajiban yang seberat itu. Sebaliknya badan itu bukanlah pula badan yang berdiri di atas pemerintah, sebab itu kekuasaan dan kewajiban badan itu ditetapkan dengan Undang-Undang". Selanjutnya berdasarkan UU No. 5 Tahun 1973 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan menetapkan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan bertugas memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara, hasil pemeriksaan tersebut diberitahukan kepada DPR.
  5. Maksud dari persyaratan PBB berikutnya adalah sistem akuntansi harus dikembangkan dengan cara yang memungkinkan dilaksanakannya pengawasan secara administratif terhadap dana-dana dan pelaksanaannya, manajemen program serta penilaian dan pemeriksaan intern. Hal ini sesuai dengan perkembangan ilmu auditing dengan adanya internal audit dan eksternal audit. Lembaga pemerintah RI yang melaksanakan pemeriksaan intern mulai dari tingkat pemerintah pusat, sampai ke Pemerintah Daerah (Pemda) Tingkat I dan Pemda tingkat II. Lembaga tersebut adalah:
    Di tingkat Pemerintahan Pusat, terdapat:
    • Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), berada langsung di bawah Presiden.
    • Inspektorat Jenderal, berada langsung dibawah Menteri
  6. Di tingkat Pemerintahan Daerah, terdapat:
    • Inspektorat Wilayah Propinsi, berada langsung di bawah Gubernur Kepala Daerah Tingkat I
    • Inspektorat Wilayah Kabupaten, berada langsung dibawah Bupati Kepala Daerah Tingkat II
    • Inspektorat Wilayah Kotamadya, berada langsung dibawah Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II
  7. Persyaratan PBB keenam adalah perkiraan-perkiraan harus dikembangkan agar dapat mengungkapkan hasil-hasil secara ekonomi dan keuangan dari pelaksanaan program, termasuk pengukuran pendapatan, identifikasi biaya serta penetapan hasil operasi (posisi lebih atau kurang) dari pemerintah. Penerapannya di Indonesia dikaitkan dengan pertanggung jawaban pemerintah dengan penyusunan Rancangan Undang-Undang Perhitungan Anggaran Negara (RUU-PAN). Yang pertama kali disampaikan tahun 1967.
  8. Persyaratan selanjutnya bahwa sistem akuntansi harus mampu menyediakan informasi keuangan yang mendasar yang diperlukan dalam penyusunan rencana dan program berikut. Penerapannya di Indonesia dengan menggunakan data yang telah ada untuk penyusunan rencana anggaran selanjutnya.
  9. Persyaratan terakhir menyatakan bahwa perkiraan-perkiraan harus diselenggarakan dengan cara yang memungkinkan dapat tersedianya data keuangan yang berguna untuk analisa ekonomi dan reklasifikasi transaksi pemerintah.

( Teori Akuntansi Publik Muhammad Gade 2005 )
Author

Tentang penulis: T Nurandhari

Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

Kontes SEO 2012

Keretaminiku.Com Produsen Kereta Mini Mainan di Indonesia

  1. Waktu Pelaksanaan 25 Maret 2012 – 30 Juli 2012
  2. Target Keyword Keretaminiku.Com Produsen Kereta Mini Mainan di Indonesia
  3. Sumber : hxxp://www[dot]keretaminiku[dot]com/keretaminiku-com-seo-kontes-2012

Restaurant Jakarta Food Delivery from RestaurantJakartaDelivery.com

  1. Waktu Pelaksanaan 1 Maret 2012 (Jam 12.00 WIB) - 30 April 2012 (Jam 12.00 WIB)
  2. Target Keyword Restaurant Jakarta Food Delivery from RestaurantJakartaDelivery.com
  3. Sumber : hxxp://kerjafreelance[dot]net/

CLICKBET88.COM AGEN BOLA TERPERCAYA UNTUK PIALA EURO 2012

  1. Waktu Pelaksanaan 25 Februari 2012 pukul 00.00 WIB - 1 Juni 2012 pukul 00.00 WIB
  2. Target Keyword CLICKBET88.COM AGEN BOLA TERPERCAYA UNTUK PIALA EURO 2012
  3. Sumber : hxxp://clickbet88[dot]com/kontes-seo-2012[dot]html

Betwin188.com Agen Bola Terbaik Dukung Anti Rasisme EURO 2012

  1. Waktu Pelaksanaan 20 Februari 2012 pukul 00.00 WIB - 1 Juni 2012 pukul 00.00 WIB
  2. Target Keyword Betwin188.com Agen Bola Terbaik Dukung Anti Rasisme EURO 2012
  3. Sumber : http://www[dot]betwin188[dot]com/judi-bola/1090-kontes-seo-2012[dot]html

UEFA EURO 2012 BERTARUH DI 12BET

  1. Periode pendaftaran 1 - 28 Februari 2012.
  2. Periode Kontes SEO 1 Maret 2012 - 1 Juni 2012 (Pukul 12: 00 Siang WIB)
  3. Pengumuman Pemenang dilakukan 8 Juni 2012.
  4. Target Keyword " UEFA EURO 2012 BERTARUH DI 12BET "
  5. Sumber : http://seocontest2012[dot]com/

Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia

  1. SEO CONTEST dimulai tanggal adalah 16 Februari 2012 (Jam 12:00 wib).
  2. SEO CONTEST berakhir tanggal adalah 16 Juni 2012 (Jam 12:00 wib).
  3. Target Keyword: "Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia", kontes seo 2012
  4. Sumber : http://www[dot]530contest[dot]com/

IndeHost Web Hosting Bagus dan Murah Indonesia

  1. Tanggal dimulainya 4 Februari 2012
  2. Tanggal berakhirnya 12 Mei 2012
  3. Target Keyword: "IndeHost Web Hosting Bagus dan Murah Indonesia"
  4. Sumber http://www[dot]indehost[dot]com/news/kontes-seo-indehost-2012/

Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda

  1. Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda
  2. Tanggal dimulainya Honda PGM-FI SEO Competition 2012 adalah 2012/02/01 (Jam 12:00 wib).
  3. Tanggal berakhirnya Honda PGM-FI SEO Competition 2012 adalah 31 Mei 2012 (Jam 12:00 wib).
  4. Target Keyword: "Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda"
  5. Sumber hxxp://hondapgm-fiseocompetition[dot]com/

Informasi Kredit Terbaik di Indonesia

  1. Berlangsung mulai dari 18 Januari 2012 pukul 10.00.
  2. Berakhir pada 2012/04/18 (Jam 10:00 wib).
  3. Target keyword : Informasi Kredit Terbaik di Indonesia

  4. Sumber: seo.carikredit[dot]com

Count Down Timer : SEO Contest 2012


  1. Kontes SEO Software Akuntansi Final : Tersisa Waktu :
    loading
  2. Kontes Seo Informasi Kredit Terbaik di Indonesia 2012
    Final :
    Tersisa Waktu :

    loading
  3. Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik
    Tanggal dimulainya Kontes Seo Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik 2012 adalah 2012/02/01 (Jam 12:00 wib) - 2012/04/01 (Jam 12:00 wib).
    Final :
    Tersisa Waktu :

    loading
  4. Kontes SEO Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda 2012.
    Final :
    Tersisa Waktu :

    loading
  5. Kontes SEO Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia.
    Final :
    Tersisa Waktu :

    loading
  6. Keretaminiku.Com Produsen Kereta Mini Mainan di Indonesia.
    Final :
    Tersisa Waktu :

    loading
Author

Tentang penulis: T Nurandhari

Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

Tipe dan Jenis Awan

Tahukah Anda ada berapa ? Awan digunakan untuk meramalkan cuaca, namun tidak semua jenis / tipe awan menyebabkan turun hujan. Menurut bentuk dan ketinggiannya dari permukaan tanah awan dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis / tipe.

Awan adalah kumpulan partikel air yang tampak di atmosfer. Partikel air tersebut dapat berupa tetes cair atau kristal es. Adanya tetes partikel air berasal dari kondensasi uap air pada inti kondensasi yang ada dalam udara. Kondensasi atau pengembunan adalah bergabungnya partikel uap air pada partikel debu (yang disebut inti kondensasi) sehingga menghasilkan tetes air. Kondensasi tidak akan terjadi pada udara bersih. Sebaliknya, akan terjadi jika di udara terdapat inti kondensasi. Inti kondensasi dapat berupa debu, asap, garam laut (NaCl), atau benda mikroskopik yang memiliki sifat mampu menyerap (hidroskopik).

Peristiwa kondensasi tidak cukup dengan adanya inti kondensasi, tetapi harus terpenuhi persyaratan lainnya, yaitu kelembapan udara yang memadai. Jika kedua persyaratan tadi terpenuhi, terjadilah pengembunan menjadi partikel air atau es. Partikel air yang sangat kecil berukuran 5-10 nanometer (nm). Untuk menjadi butiran hujan, partikel air tersebut bergabung satu sama lain hingga berukuran 1000 nanometer atau 1 mikrometer. Di dalam atmosfer, awan memiliki bentuk bermacam-macam yang dibedakan atas tiga bentuk dasar, yaitu bentuk berserat, lapisan, dan gumpalan.

Tipe - Tipe dan Jenis Awan

Berikut adalah jenis - jenis awan ( tipe-tipe awan ) :
  1. Awan Kumulus
    Bentuknya menyerupai gumpalan kapas di angkasa.
    Tingginya Kurang dari 2000 meter dari permukaan bumi.
  2. Awan Stratus
    Terlihat seperti lapisan kapas tipis yang menyelimuti seluruh angkasa.
    Ketinggiannya antara 2000 - 6000 meter dari permukaan bumi.
  3. Awan Cirrus
    Awan cirrus ini termasuk awan yang sangat tinggi, berwarna putih dan tipis, terlihat seperti bulu-bulu ringan.
    Tingginya antara 6000 - 12000 meter dari permukaan bumi.
  4. Awan Nimbus
    Awan jenis ini mempunyai warna yang lebih gelap dibandingkan dengan jenis-jenis awan yang lainnya, Awan Nimbus sangat tebal dan menyebabkan hujan lebat, oleh karenanya tipe awan ini sering disebut juga sebagai awan hujan.
    Tingginya Kurang dari 2000 meter dari permukaan bumi.
Author

Tentang penulis: T Nurandhari

Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

Pengertian Cerpen, Defini, Unsur, Alur Adalah

Cerita pendek (cerpen) adalah salah satu bentuk karya sastra yang ceritanya hanya menceritakan satu peristiwa dari seluruh kehidupan pelakunya.

Definisi dan Pengertian Cerpen

Cerita pendek atau cerpen adalah sebuah karya sastra berbentuk prosa dan mempunyai komposisi cerita, tokoh, latar, yang lebih sempit dari pada novel. Cerita yang disajikan dalam cerpen terbatas hanya memiliki satu kisah. Cerpen (short story) merupakan salah satu bentuk karya sastra yang sekaligus disebut fiksi.

Cerpen adalah sebuah narasi fiksi yang panjangnya sekitar 500-10.000 kata dan lebih fokus daripada novel. Cerpen biasanya menceritakan kejadian tunggal dengan karakter tunggal atau hanya beberapa (Aminuddin, 2002: 102).

Pendapat Nurgiyantoro (1998: 91) menyatakan bahwa definisi cerita pendek adalah cerita sebagai sebuah narasi berbagai kejadian yang sengaja disusun berdasarkan urutan waktu terentu. Prosa fiksi (termasuk didalamnya cerpen) adalah kisaran cerita yang diemban oleh pelaku-pelaku tertentu dengan pemeran, latar, serta tahapan dan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari imajinasi penceritanya sehingga menjalin suatu cerita.

Hal ini memperjelas bahwa suatu cerita pendek berasal dari hasil imajinasi pengarang yang diwujudkan dalam bentuk tulisan dengan memunculkan tokoh dan peristiwa (Aminudin, 2002: 66).

Menurut KBBI (2005: 210) menyatakan bahwa cerpen adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberi kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi. Pengertian ini selolah menjadi penguat bahwa cerpen merupakan cerita yang sederhana karena hanya memberikan suatu efek tertentu dengan kompleksitas peristiwa yag rendah.

Pengertian cerpen menurut Sumardjo (2007: 84), cerpen adalah seni keterampilan menyajikan cerita. Oleh karena itu, seseorang penulis harus memiliki ketangkasan menulis dan menyusun cerita yang menarik.

Pengertian cerpen menurut Sayuti (2009: 10) menyatakan cerpen menunjukkan kualitas yang bersifat compression (pemadatan), concentration (pemusatan), dan intensity (pendalaman), yang semuanya berkaitan dengan panjang cerita dan kualitas struktural yang diisyaratkan oleh panjang cerita itu.

Definisi Cerpen Menurut Hendy (1991; 184). cerpen adalah kisahan pendek yang mengandung kisahan tunggal.

Definisi Cerpen Menurut J. S. badudu (1975: 53) memberikan batasan cerpen dilihat dari peristiwa yang terjadi di dalamnya, la mengatakan bahwa cerpen adalah cerita yang menjurus dan konsentrasi berpusat pada satu peristiwa, yaitu peristiwa yang menumbuhkan peristiwa itu sendiri.

Definisi Cerpen Menurut Nugroho Notosusanto (dalam Tarigan, 1984: 176), membatasi cerpen berdasarkan jumlah kata. yakni panjangnya sekitar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi rangkap, yang berpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.

Kesimpulan

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian cerpen adalah cerita pendek yang memiliki komposisi lebih sedikit dibanding novel dari segi kependekan cerita, memusatkan pada satu tokoh, satu situasi dan habis sekali baca.

Berdasarkan beberapa pengertian cerpen di atas, dapat disimpulkan juga bahwa cerita pendek adalah jenis tulisan fiksi yang relatif pendek, dibangun oleh unsur-unsur tertentu, memiliki satu kesatua cerita yang utuh dengan kompleksitas yang rendah karena hanya terpusat pada satu tokoh, satu kejadian pada suatu waktu.

Unsur-unsur Cerpen

Cerpen merupakan bentuk karya sastra fiksi yang menarik untuk dibaca disebabkan karena cerita yang disajikan pendek, tokoh terbatas, dan terdiri atas satu situasi. Cerpen juga tersusun atas unsur-unsur pembangun cerita yang saling berkaitan erat antara satu dengan yang lain. Keterkaitan antara unsur-unsur pembangun cerita tersebut membentuk totalitas yang bersifat abstrak. Koherensi dan keterpaduan semua unsur cerita yang membentuk sebuah totalitas sangat menentukan keindahan dan keberhasilan cerpen sebagai suatu bentuk ciptaan sastra. Unsur-unsur dalam cerpen terdiri atas: alur atau plot, penokohan, latar (setting), sudut pandang (point of view), gaya bahasa, tema, dan amanat.
  1. TemaTema adalah ide atau gagasan pokok yang menjadi persoalan dalam sebuah cerita. Dalam cerpen hanya terdiri satu tema saja. Hal ini terkait dengan ceritanya yang pendek dan ringkas. Selain itu, plot cerpen yang bersifat tunggal hanya memungkinkan hadirnya satu tema utama saja tanpa ada tema-tema tambahan.

  2. Plot atau alur, Plot atau alur adalah hubungan cerita dari awal sampai akhir secara runtut sehingga menimbulkan cerita yang runtut. Alur bisa berupa maju, mundur, atau maju mundur. Alur diartikan tidak hanya sebagai peristiwa-peristiwa yang diceritakan dengan panjang lebar dalam suatu rangkaian tertentu, tetapi juga merupakan penyusunan yang dilakukan oleh penulisnya mengenai peristiwa-peristiwa tersebut berdasarkan hubungan kualitasnya (Sayuti, 2009: 31). Alur sebagai jalan cerita yang menyajikan peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian secara runtut yang telah diperhitungkan terlebih dahulu oleh pengarang. Nurgiyantoro (2009: 12) menyatakan plot atau alur dalam cerpen pada umumnya tunggal, hanya terdiri atas satu urutan peristiwa yang diikuti sampai cerita berakhir.

    Selanjutnya plot merupakan cerminan, bahkan berupa perjalanan tingkah laku para tokoh dalam bertindak, berpikir, berasa, dan bersikap dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan (Nurgiyantoro, 2009: 114). Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa alur atau plot adalah jalan cerita yang berupa rangkaian peristiwa yang terdiri atas satu peristiwa secara runtut yang telah diperhitungkan pengarang.

  3. Penokohan atau perwatakan, Penokohan adalah karakteristik watak pelaku dalam cerita tersebut. Cara penokohan dalam cerpen ada dua cara, yaitu: Penokohan secara langsung, yaitu watak tokoh-tokoh cerita itu disampaikan dengan cara menyebutkan wataknya. Penokohan secara tidak langsung, yaitu watak-watak tokoh dalam cerita itu disampaikan tidak secara terus terang, melainkan digambarkan dengan tindakan yang dilakukan tokoh tersebut dari cerita.

    Tokoh dan penggambaran karakter tokoh yang terdapat dalam cerpen bersifat terbatas. Baik dari karakter fisik maupun sifat tokoh tidak digambarkan secara khusus hanya tersirat dalam cerita yang disampaikan sehingga pembaca harus merekonstruksikan sendiri gambaran yang lebih lengkap tentang tokoh itu.

  4. Latar atau setting, Latar atau setting cerita meliputi: Latar tempat, yaitu tempat peristiwa itu terjadi, Latar waktu, yaitu kapan peristiwa itu terjadi, Latar suasana, yaitu suasana yang terjadi dalam cerita. Pelukisan latar cerita jumlahnya juga terbatas. Cerpen tidak memerlukan detail-detail khusus tentang keadaan latar. Penggambaran latar dilakukan secara garis besar dan bersifat implisit, namun tetap memberikan suasana tertentu yang dimaksudkan.

  5. Sudut pandang, Sudut pandang atau disebut juga point of view adalah cara pengarang menceritakan tokoh-tokohnya dalam suatu cerita. Sudut pandang dikatakan sebagai cara yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah cerita fiksi kepada pembaca atau unsur fiksi yang mempersoalkan siapa yang menentukan atau dari posisi mana (siapa) peristiwa atau tindakan itu dilihat.

  6. Diksi, Diksi atau gaya bahasa adalah cara pengarang menggunakan bahasa atau pilihan kata yang tepat, indah, dan mudah dipahami. Diksi atau gaya bahasa adalah pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dalam bertutur atau menulis untuk memperoleh efek-efek tertentu.

  7. Amanat atau pesan, Amanat adalah pesan moral yang disampaikan oleh pengarang kepada pembaca dalam cerita tersebut.

  8. Kepaduan, Kepaduan di dalam cerpen diartikan segala sesuatu yang diceritakan bersifat
    dan berfungsi mendukung tema utama. Peristiwa yang saling berkaitan membentuk suatu plot, walau tidak bersifat kronologis, namun harus berkaitan secara logika.


Author

Tentang penulis: T Nurandhari

Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

Pengertian Komunikasi dan Definisi Komunikasi

Pengertian Komunikasi dan Definisi Komunikasi, Kali ini artikel saya akan membahas apa itu komunikasi ? Pengertian atau Definisi dari Komunikasi. Jika membahas tentang pengertian komunikasi ini, saya tertuju kepada sebuah buku tahun 2009 silam berjudul PENGANTAR TEORI DAN MANAJEMEN KOMUNIKASI, oleh Drs. Tommy Suprapto, M.S, diterbitkan oleh Media Pressindo - Yogyakarta.

Pengertian Komunikasi


Kata komunikasi berasal dari bahasa Latin communicatio yang berarti 'pemberitahuan' atau 'pertukaran pikiran'. Jadi, secara garis besar, dalam suatu proses komunikasi haruslah terdapat unsur-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran pikiran dan pengertian antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikan (penerima pesan) (hal 6).

  1. Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa (Laswell)
  2. Komunikasi merupakan rangkaian proses pengalihan informasi dari satu orang kepada orang lain dengan maksud tertentu.
  3. Komunikasi adalah proses yang melibatkan seseorang untuk menggunakan tanda-tanda (alamiah atau universal berupa simbol-simbol berdasarkan perjanjian manusia)
  4. Komunikasi adalah proses di mana seseorang individu atau komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal maupun nonverbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain (Cari L Hovland).
  5. Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari seseorang kepada orang lain terutama melalui simbol-simbol. (Theodorson dan Thedorson).
  6. Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain (Edwin Emery).
  7. Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manusia (Delton E, Mc Farland).
  8. Komunikasi adalah proses sosial, dalam arti pelemparan pesan/lambang yang mana mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada bentuk perilaku manusia dan adat kebiasaan (William Albig).
  9. Komunikasi berarti suatu mekanisme suatu hubungan antarmanusia dilakukan dengan mengartikan simbol secara lisan dan membacanya melalui ruang dan menyimpan dalam waktu (Charles H. Cooley).
  10. Komunikasi merupakan proses pengalihan suatu maksud dari sumber kepada penerima, proses tersebut merupakan suatu seri aktivitas, rangkaian atau tahap-tahap yang memudahkan peralihan maksud tersebut (A. Winnet).
  11. Komunikasi merupakan interaksi antarpribadi yang menggunakan sistem simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata) dan nonverbal. Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsug/tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral, dan visual) (Karlfried Knapp).

Definisi Komunikasi

Dari beberapa definisi tersebut, maka dapat kita golongkan ada tiga pengertian utama komunikasi, yaitu pengertian secara etimologis, terminologis, dan paradigmatis.
  1. Secara etimologis, komunikasi dipelajari menurut asal-usul kata, yaitu komunikasi berasal dari bahasa Latin 'communicatio' dan perkataan ini bersumber pada kata 'comminis' yang berarti sama makna mengenai sesuatu hal yang dikomunikasikan.
  2. Secara terminologis, komunikasi adalah proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.
  3. Secara paradigmatis, komunikasi adalah pola yang meliputi sejumlah komponen berkorelasi satu sama lain secara fungsional untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contohnya adalah ceramah, kuliah, dakwah, diplomasi, dan sebagainya. Demikian pula pemberitaan surat kabar dan majalah, penyiaran radio dan televisi atau pertunjukan film di gedung bioskop, dan lain-lain.
Author

Tentang penulis: T Nurandhari

Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

Download Template Blogger Terbaik SEO Friendly Gratis

Download Template Blogger Terbaik SEO Friendly Gratis, Bagi sobat - sobat blogger yang hobby ikut kontes seo, tentu telah mengerti bagaimana sangat pentingnya itu SEO on Page, Tentu itu terlalu mudah buat kita, jika kita telah dan memang selalu berurusan dengan SEO, Tapi nggak buat sobat-sobat blogger kita yang lain, apalagi yang menggunakan platform blogspot.

Download Template Blogger Terbaik SEO Friendly Gratis

Dengan alasan itu akhirnya saya mencoba untuk re - design sebuah template yang very - very seo friendly berplatform blogger atau blogspot.

Buat Sobat yang tertarik silahkan lihat demo nya di Blogspot Template SEO Friendly Live Demo. Setelah melihat demo apakah sobat tertarik untuk memilikinya? Jika ya silahkan memberikan komentar pada postingan saya ini, dan saya akan mengirimkan templatenya ke email sobat.

Jika Sudah memiliki templatenya anda tidak perlu repot-repot mengkonfigurasi template tersebut, karena benar-benar sudah saya design untuk mudah digunakan.

Sedikit Konfigurasi....

Login Ke Blogger >> Settings >> Formating >> pilih Timestamp Format >> mm/dd/yyyy (mis. 12/31/2012)

Selesai, Template siap digunakan cek menggunakan rich snippets tool di http://www.google.com/webmasters/tools/richsnippets



Author

Tentang penulis: T Nurandhari

Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

Pengertian dan Definisi Informasi

Pengertian Informasi

Pengertian informasi adalah data yang diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi, Pengertian informasi ini menurut Kusrini, S.Kom dan Andri Koniyo dalam bukunya Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server.

Definisi Informasi


Definisi Informasi menurut ahli lainnya menyatakan bahwa :
Menurut Kenneth C. Laudon (2004:8), "information is data that have been shaped into a form that is meaningful and useful to human being". Dapat diartikan sebagai Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Menurut Anton M. Moeliono (1990:33), informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita (tentang). Selanjutnya, Anton M. Moeliono (1990:187), mengatakan bahwa informasi adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan.
Menurut Gordon B. Davis (1984:200), "Information is data that has been processed into a form that is meaningful to the recipient and is of real or perceived value in current or prospective actions or decisions" di definisi kan sebagai Informasi adalah data yang telah diproses/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.
Selanjutnya Robert G. Murdick (1987:6), mengatakan "Information consists of data that have been retrieved, processed, or otherwise used for informative or inference purposes, argument, or as a basis for forecasting or decision making". Yang dapat di definisi kan sebagai: Informasi terdiri atas data yang telah didapatkan, diolah/diproses, atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan penjelasan/keputusan adalah sebuah prasyarat mendasar untuk setiap proses terdahulu yang telah disebutkan tadi, pekerjaan dari suatu SIM membuat mudah perencanaan, pengaturan, dan pengendalian pekerjaan dan fungsi dari suatu bisnis.
Chr. Jimmy L. Gaol dalam bukunya Sistem Informasi Manajemen pemahaman dan aplikasi menyatakan Pengertian Informasi adalah segala sesuatu keterangan yang bermanfaat untuk para pengambil keputusan/manajer dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Author

Tentang penulis: T Nurandhari

Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

Jenis-Jenis Leasing

 
Semakin menjamurnya perusahaan pembiayaan/sewa guna usaha atau lebih populer disebut sebagai leasing, mendorong saya untuk menuliskan sebuah artikel tentang jenis - jenis leasing untuk menambah pengetahuan saya secara pribadi tentang jenis - jenis leasing.

Menurut Agnes Sawir dalam bukunya Kebijakan Pendanaan dan restrukturisasi perusahaan halaman 170 leasing secara umum dibedakan menjadi dua kelompok. Hal yang membedakan kedua kelompok ini dan perlu diperhatikan adalah hak kepemilikan secara hukum, cara pencatatan dalam akuntansi serta besarnya biaya rental. Jenis - Jenis leasing itu adalah financial lease dan operating lease.

  1. Financial lease


    Perusahaan leasing pada jenis ini berlaku sebagai suatu lembaga keuangan. Lessee yang membutuhkan suatu barang modal menentukan sendiri jenis dan spesifikasi barang yang dibu-tuhkan dan mengadakan negosiasi langsung dengan supplier mengenai harga, syarat-syarat pemeliharaan serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengoperasian barang tersebut.

    Lessor hanya berkepentingan terhadap kepemilikan barang tersebut secara hukum. Lessor akan mengeluarkan dananya untuk membayar barang tersebut kepada supplier dan barang tersebut kemudian diserahkan pada lessee. Sebagai imbalan atas jasa penggunaan barang tersebut, lessee akan membayar secara berkala kepada lessor sejumlah uang berupa rental untuk jangka waktu tertentu yang telah disepakati bersama. Jumlah rental ini secara keseluruhan akan meliputi harga barang yang dibayar lessor ditambah faktor bunga serta keuntungan untuk pihak lessor.
    Financial lessee dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

    • Direct Financial lease

      Transaksi ini terjadi jika lessee belum pernah memiliki barang yang dijadikan objek lease. Lessor membeli barang atas permintaan lessee dan akan digunakan oleh lessee.

    • Sale and lease back

      Dalam transaksi ini lessee menjual barang yang sudah dimilikinya kepada lessor, atas barang ini kemudian dilaku¬kan suatu kontrak antara lessor dan lessee. Lessee menerima harga penjualan barang dari lessor, pada saat yang sama lessee tetap dapat menggunakan aktiva tersebut dengan disertai daftar pembayaran lease.
  2. Operating lease


    Operating lease atau lease service meliputi jasa keuangan maupun jasa perawatan. Jenis barang yang ditawarkan seperti komputer, mesin fotokopi, dan mobil. Dalam kontrak, lessor wajib memelihara dan merawat peralatan yang di-lease, dan biaya perawatan ini sudah termasuk dalam biaya lease atau diatur dalam kontrak tersendiri.

    Peralatan yang di-lease biasanya tidak diarmotisasi secara penuh—pembayaran sewa selama masa lease tidak cukup untuk menutup seluruh harga peralatan. Namun, perjanjian mencakup waktu yang lebih pendek dari umur peralatan yang di-lease dan lessor mengharapkan bahwa harga peralatan tersebut akan tertutup dengan perpanjangan kontrak lease atau kontrak lease yang baru atau dari hasil penjualan peralatan tersebut.

    Dalam kontrak operating lease sering dicantumkan klausul khusus yang mengatur bahwa pihak lessee berhak mengemba-likan peralatan yang di-lease sebelum kontrak selesai, jika peralatan yang di-lease telah ketinggalan jaman karena per-kembangan teknologi atau jika peralatan tersebut ternyata sudah tidak diperlukan lagi.

    Bentuk lain dari leasing adalah Leveraged Leasing. Dalam leveraged leasing, selain lessee dan lessor, ada pihak ketiga yaitu kreditor yang membantu menyediakan dana pembelian aktiva yang disewa. Bagi lessor, keberadaan pihak ketiga bisa membantunya dalam pengadaan aktiva yang hendak disewakan, sehingga lessor misalnya, hanya menyediakan 20% hingga 30% dari dana untuk membeli aktiva, sementara sisanya akan dipinjamnya dari pihak ketiga seperti bank komersial atau perusahaan asuransi.

Jenis-Jenis Leasing

Jenis-jenis leasing menurut YLBHI dalam bukunya Panduan Bantuan Hukum di Indonesia halaman 152 adalah sebagai berikut:

  1. Operating Leasing; merupakan leasing di mana di akhir masa leasing tidak dibe-rikan hak pilih (opsi) bagi lessee untuk membeli barang leasing tersebut .

  2. Financial Leasing; merupakan leasing dimana di akhir masa leasing diberikan hak pilih(opsi) bagi lessee untuk memi¬liki barang modal tersebut dengan jalan membelinya dengan harga yang ditetap¬kan bersama .

  3. Sale and Lease Back; merupakan jenis leasing di mana barang modal berasal dari lessee sendiri. Kemudian barang tersebut dijual kepada lessor (pemberi dana) dan selanjutnya lessor menyewakan barang tersebut kepada lessee kembali, yang bia¬sanya digunakan jenis financial leasing .
Dilihat dari segi transaksi yang terjadi antara lessor dan lessee, maka leasing dibedakan menjadi dua jenis, yaitu (Munir Fuadi, 2002:16):

1. Leasing dengan Hak Opsi (Finance Lease)

Ciri utama pada finance lease adalah pada akhir kontrak, lessee mempunyai hak pilih untuk membeli barang modal sesuai dengan nilai sisa (residual value) yang disepakati, atau mengembalikannya kepada lessor, atau memperpanjang masa kontrak sesuai dengan syarat-syarat yang telah disetujui bersama. Pada leasing jenis ini, lessee menghubungi lessor untuk memilih barang modal yang dibutuhkan, memesan, memeriksa, dan memelihara barang tersebut. Selama masa sewa, lessee membayar sewa secara berkala dari jumlah seluruhnya ditambah dengan pembayaran nilai sisa (full pay out), sehingga bentuk pembiayaan ini disebut juga full pay out lease atau capital lease.

Ciri-ciri lain dari leasing dengan hak opsi adalah sebagai berikut :
  • Obyek leasing dapat berupa barang bergerak dan tidak bergerak yang berumur maksimum sama dengan masa kegunaan ekonomis barang tersebut.
  • Besarnya harga sewa ditambah hak opsi harus menutupi harga barang ditambah keuntungan yang diharapkan oleh lessor.
  • Jumlah sewa yang dibayar secara angsuran per bulan terdiri dari biaya perolehan barang ditambah dengan biaya lain dan keuntungan (spread) yang diinginkan lessor.
  • Jangka waktu berlakunya kontrak relatif lebih panjang, resiko biaya pemeliharaan dan biaya lain (kerusakan, pajak, asuransi) atas barang modal ditanggung oleh lessee.
  • Selama jangka waktu kontrak, lessor tidak boleh secara sepihak mengakhiri kontrak leasing atau mengakhiri pemakaian barang modal tersebut.

Dalam prakteknya, leasing dengan hak opsi dapat dibedakan lagi menjadi beberapa bentuk seperti berikut (Abdulkadir Muhammad dan Rilda Murniati, 2000:206-207) :

a. Leasing Langsung (direct finance lease)
Pada bentuk transaksi ini, lessor membeli barang modal dan sekaligus menyewakannya kepada lessee. Pembelian tersebut dilakukan atas permintaan lessee dan lessee pula yang menentukan spesifikasi barang modal, harga, dan suppliernya. Penyerahan barang langsung kepada lessee tidak melalui lessor, tetapi pembayaran secara angsuran dilakukan langsung kepada lessor.

b. Jual dan Sewa Kembali (sale and lease back)
Lessee membeli lebih dahulu atas nama sendiri barang modal (impor atau ex-impor) termasuk membayar bea masuk dan bea impor lainnya. Kemudian barang modal tersebut dijual kepada lessor dan diserahkan kembali kepada lessee untuk digunakan bagi keperluan usahanya sesuai dengan jangka waktu kontrak leasing.

c. Leasing Sindikasi (syndicated lease)
Seorang lessor tidak sanggup membiayai sendiri keperluan barang modal yang dibutuhkan lessee karena alasan tidak memiliki kemampuan pendanaan. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, maka beberapa Leasing Companies mengadakan kerja sama membiayai barang modal yang dibutuhkan lessee.

2. Leasing Tanpa Hak Opsi

Disebut juga leasing pemakaian barang modal (operating lease), atau leasing biaya (service lease). Ciri utama pada leasing jenis ini adalah lessee hanya berhak menggunakan barang modal selama jangka waktu kontrak tanpa hak opsi setelah masa kontrak berakhir. Pihak lessor hanya menyediakan barang modal untuk disewakan kepada lessee dengan harapan setelah kontrak berakhir, lessor memperoleh keuntungan dari penjualan barang modal tersebut.

Ciri lainnya adalah sebagai berikut :
  • Jangka waktu kontrak relatif lebih pendek daripada umur ekonomis barang modal. Atas dasar perhitungan tersebut, lessor dapat mengambil keuntungan dari hasil penjualan setelah kontrak berakhir.
  • Barang modal yang menjadi obyek operating lease biasanya barang yang mudah terjual setelah kontrak pemakaian berakhir.
  • Jumlah sewa secara berkala (angsuran) yang dibayar oleh lessee kepada lessor lebih kecil daripada harga barang ditambah keuntungan yang diharapkan lessor (non full pay out).
  • Segala resiko ekonomi (kerusakan, pajak, asuransi, pemeliharaan) atas barang modal ditanggung lessor.
  • Kontrak operating lease dapat dibatalkan secara sepihak oleh lesse dengan mengembalikan barang modal kepada lessor.
  • Setelah masa kontrak berakhir, lessee wajib mengembalikan barang modal tersebut kepada lessor (Munir Fuadi, 2002:17) .
Author

Tentang penulis: T Nurandhari

Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

Tips dan Trik Memilih Daging Kambing Sapi Ayam dan Ikan


  1. Tips Memilih Daging Kambing


    Berikut ini beberapa Trik untuk memilih daging kambing:
    • Pilih kambing yang muda.
    • Daging segar berwarna merah.
    • Tulang iga lembut.
    • Jangan memilih daging yang sudah dibekukan dan berwarna putih. Karena daging itu sudah tidak segar lagi dan akan cepat hancur jika dimasak dengan santan.
    • Jika sudah terlanjur membeli daging yang dibekukan, daging dapat direndam dengan air panas, agar es meleleh sampai ke pori-pori.

    Memasak gulai daging kambing

    Adapun Tips supaya gulai daging kambing terasa gurih dan empuk antara lain:
    • Ketika memasukkan daging kambing, santan harus dimasak hingga kental. Kekentalan santan bisa membuat daging terasa lebih empuk.
    • Agar gulai kambing lebih gurih, campurkan sayur rebung 15 menit sebelum matang.
  2. Tips Memilih Daging Sapi


    Sebelum anda membeli daging sapi, berikut trik untuk memilih daging sapi:
    • Daging segar berwarna merah.
    • Pilih daging paha karena mengandung sedikit lemak. Sehingga untuk dibuat gulai, daging akan lebih empuk.
    • Untuk membuat gulai, gunakan daging paha bagian dalam.
    • Untuk membuat rendang dan dendeng, gunakan daging paha bagian luar. Daging paha bagian dalam akan cepat mengkerut ketika dimasak, sehingga hanya cocok dibuat gulai. Sedangkan paha bagian luar tidak mengkerut sehingga cocok untuk dibuat dendeng dan rendang.
    • Jangan sesekali memilih daging dada, karena tipis dan cepat hancur ketika dimasak.
    • Bisa juga saat akan menyimpan atau sebelum dimasak, daging dibungkus dengan daun jati.
  3. Tips Memilih Ayam


    Tips memilih daging ayam yang sehat:
    • Jangan pilih daging ayam yang sudah tua, karena dagingnya liat. Tetapi pilihlah daging ayam yang muda karena lebih lunak.
    • Jangan pilih daging ayam yang sudah dibekukan, karena sudah tidak segar lagi.
    • Jika membeli ayam yang masih hidup caranya adalah ayam dimatikan terlebih dahulu. Ketika sudah mati, daging dicelupkan ke air panas, kemudian dicabuti bulunya dan dikuliti. Kulit jangan diikutsertakan karena mengandung lemak. Setelah itu celupkan daging ayam ke dalam air panas.

    Daging kambing, sapi, dan ayam jangan disimpan terlalu lama dalam lemari pendingin karena kualitas daging akan menurun. Jika ingin disimpan, maksimal 3 hari.
  4. Tips Memilih Ikan


    Trik untuk memilih daging ikan:
    • Pilih daging yang masih segar dengan ciri daging keras dan warna insang masih merah. Jangan memilih daging ikan yang sudah lembek, karena ketika dimasak akan cepat hancur.
    • Khusus daging ikan, boleh memilih daging yang sudah dibekukan, yang terpenting insangnya masih berwarna merah.

Sumber referensi bacaan " Variasi Lengkap & Lezat Masakan Padang ", Penerbit Pustaka Anggrek, Penyusun Tim Dapur Anggrek.
Author

Tentang penulis: T Nurandhari

Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |