Cerita pendek (cerpen) adalah salah satu bentuk karya sastra yang ceritanya hanya menceritakan satu peristiwa dari seluruh kehidupan pelakunya.

Definisi dan Pengertian Cerpen

Cerita pendek atau cerpen adalah sebuah karya sastra berbentuk prosa dan mempunyai komposisi cerita, tokoh, latar, yang lebih sempit dari pada novel. Cerita yang disajikan dalam cerpen terbatas hanya memiliki satu kisah. Cerpen (short story) merupakan salah satu bentuk karya sastra yang sekaligus disebut fiksi.

Cerpen adalah sebuah narasi fiksi yang panjangnya sekitar 500-10.000 kata dan lebih fokus daripada novel. Cerpen biasanya menceritakan kejadian tunggal dengan karakter tunggal atau hanya beberapa (Aminuddin, 2002: 102).

Pendapat Nurgiyantoro (1998: 91) menyatakan bahwa definisi cerita pendek adalah cerita sebagai sebuah narasi berbagai kejadian yang sengaja disusun berdasarkan urutan waktu terentu. Prosa fiksi (termasuk didalamnya cerpen) adalah kisaran cerita yang diemban oleh pelaku-pelaku tertentu dengan pemeran, latar, serta tahapan dan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari imajinasi penceritanya sehingga menjalin suatu cerita.

Hal ini memperjelas bahwa suatu cerita pendek berasal dari hasil imajinasi pengarang yang diwujudkan dalam bentuk tulisan dengan memunculkan tokoh dan peristiwa (Aminudin, 2002: 66).

Menurut KBBI (2005: 210) menyatakan bahwa cerpen adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberi kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi. Pengertian ini selolah menjadi penguat bahwa cerpen merupakan cerita yang sederhana karena hanya memberikan suatu efek tertentu dengan kompleksitas peristiwa yag rendah.

Pengertian cerpen menurut Sumardjo (2007: 84), cerpen adalah seni keterampilan menyajikan cerita. Oleh karena itu, seseorang penulis harus memiliki ketangkasan menulis dan menyusun cerita yang menarik.

Pengertian cerpen menurut Sayuti (2009: 10) menyatakan cerpen menunjukkan kualitas yang bersifat compression (pemadatan), concentration (pemusatan), dan intensity (pendalaman), yang semuanya berkaitan dengan panjang cerita dan kualitas struktural yang diisyaratkan oleh panjang cerita itu.

Definisi Cerpen Menurut Hendy (1991; 184). cerpen adalah kisahan pendek yang mengandung kisahan tunggal.

Definisi Cerpen Menurut J. S. badudu (1975: 53) memberikan batasan cerpen dilihat dari peristiwa yang terjadi di dalamnya, la mengatakan bahwa cerpen adalah cerita yang menjurus dan konsentrasi berpusat pada satu peristiwa, yaitu peristiwa yang menumbuhkan peristiwa itu sendiri.

Definisi Cerpen Menurut Nugroho Notosusanto (dalam Tarigan, 1984: 176), membatasi cerpen berdasarkan jumlah kata. yakni panjangnya sekitar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi rangkap, yang berpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.

Kesimpulan

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian cerpen adalah cerita pendek yang memiliki komposisi lebih sedikit dibanding novel dari segi kependekan cerita, memusatkan pada satu tokoh, satu situasi dan habis sekali baca.

Berdasarkan beberapa pengertian cerpen di atas, dapat disimpulkan juga bahwa cerita pendek adalah jenis tulisan fiksi yang relatif pendek, dibangun oleh unsur-unsur tertentu, memiliki satu kesatua cerita yang utuh dengan kompleksitas yang rendah karena hanya terpusat pada satu tokoh, satu kejadian pada suatu waktu.

Unsur-unsur Cerpen

Cerpen merupakan bentuk karya sastra fiksi yang menarik untuk dibaca disebabkan karena cerita yang disajikan pendek, tokoh terbatas, dan terdiri atas satu situasi. Cerpen juga tersusun atas unsur-unsur pembangun cerita yang saling berkaitan erat antara satu dengan yang lain. Keterkaitan antara unsur-unsur pembangun cerita tersebut membentuk totalitas yang bersifat abstrak. Koherensi dan keterpaduan semua unsur cerita yang membentuk sebuah totalitas sangat menentukan keindahan dan keberhasilan cerpen sebagai suatu bentuk ciptaan sastra. Unsur-unsur dalam cerpen terdiri atas: alur atau plot, penokohan, latar (setting), sudut pandang (point of view), gaya bahasa, tema, dan amanat.
  1. TemaTema adalah ide atau gagasan pokok yang menjadi persoalan dalam sebuah cerita. Dalam cerpen hanya terdiri satu tema saja. Hal ini terkait dengan ceritanya yang pendek dan ringkas. Selain itu, plot cerpen yang bersifat tunggal hanya memungkinkan hadirnya satu tema utama saja tanpa ada tema-tema tambahan.

  2. Plot atau alur, Plot atau alur adalah hubungan cerita dari awal sampai akhir secara runtut sehingga menimbulkan cerita yang runtut. Alur bisa berupa maju, mundur, atau maju mundur. Alur diartikan tidak hanya sebagai peristiwa-peristiwa yang diceritakan dengan panjang lebar dalam suatu rangkaian tertentu, tetapi juga merupakan penyusunan yang dilakukan oleh penulisnya mengenai peristiwa-peristiwa tersebut berdasarkan hubungan kualitasnya (Sayuti, 2009: 31). Alur sebagai jalan cerita yang menyajikan peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian secara runtut yang telah diperhitungkan terlebih dahulu oleh pengarang. Nurgiyantoro (2009: 12) menyatakan plot atau alur dalam cerpen pada umumnya tunggal, hanya terdiri atas satu urutan peristiwa yang diikuti sampai cerita berakhir.

    Selanjutnya plot merupakan cerminan, bahkan berupa perjalanan tingkah laku para tokoh dalam bertindak, berpikir, berasa, dan bersikap dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan (Nurgiyantoro, 2009: 114). Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa alur atau plot adalah jalan cerita yang berupa rangkaian peristiwa yang terdiri atas satu peristiwa secara runtut yang telah diperhitungkan pengarang.

  3. Penokohan atau perwatakan, Penokohan adalah karakteristik watak pelaku dalam cerita tersebut. Cara penokohan dalam cerpen ada dua cara, yaitu: Penokohan secara langsung, yaitu watak tokoh-tokoh cerita itu disampaikan dengan cara menyebutkan wataknya. Penokohan secara tidak langsung, yaitu watak-watak tokoh dalam cerita itu disampaikan tidak secara terus terang, melainkan digambarkan dengan tindakan yang dilakukan tokoh tersebut dari cerita.

    Tokoh dan penggambaran karakter tokoh yang terdapat dalam cerpen bersifat terbatas. Baik dari karakter fisik maupun sifat tokoh tidak digambarkan secara khusus hanya tersirat dalam cerita yang disampaikan sehingga pembaca harus merekonstruksikan sendiri gambaran yang lebih lengkap tentang tokoh itu.

  4. Latar atau setting, Latar atau setting cerita meliputi: Latar tempat, yaitu tempat peristiwa itu terjadi, Latar waktu, yaitu kapan peristiwa itu terjadi, Latar suasana, yaitu suasana yang terjadi dalam cerita. Pelukisan latar cerita jumlahnya juga terbatas. Cerpen tidak memerlukan detail-detail khusus tentang keadaan latar. Penggambaran latar dilakukan secara garis besar dan bersifat implisit, namun tetap memberikan suasana tertentu yang dimaksudkan.

  5. Sudut pandang, Sudut pandang atau disebut juga point of view adalah cara pengarang menceritakan tokoh-tokohnya dalam suatu cerita. Sudut pandang dikatakan sebagai cara yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah cerita fiksi kepada pembaca atau unsur fiksi yang mempersoalkan siapa yang menentukan atau dari posisi mana (siapa) peristiwa atau tindakan itu dilihat.

  6. Diksi, Diksi atau gaya bahasa adalah cara pengarang menggunakan bahasa atau pilihan kata yang tepat, indah, dan mudah dipahami. Diksi atau gaya bahasa adalah pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dalam bertutur atau menulis untuk memperoleh efek-efek tertentu.

  7. Amanat atau pesan, Amanat adalah pesan moral yang disampaikan oleh pengarang kepada pembaca dalam cerita tersebut.

  8. Kepaduan, Kepaduan di dalam cerpen diartikan segala sesuatu yang diceritakan bersifat
    dan berfungsi mendukung tema utama. Peristiwa yang saling berkaitan membentuk suatu plot, walau tidak bersifat kronologis, namun harus berkaitan secara logika.