Beberapa orang berpendapat bahwa kutu kepala atau kutu rambut merupakan gangguan yang hanya menyusahkan masyarakat kelas bawah atau orang yang higiene perorangannya buruk. Kutu Rambut merupakan parasit yang hidup di sela-sela rambut manusia.

Kutu pengisap darah (ordo Anoplura) lebih menyukai pejamu mamalia dan jarang yang menyerang spesies lain bahkan yang terdekat sekali pun seperti hewan peliharaan. Kutu kepala hidup pada rambut kepala dekat tengkuk dan telinga. Siklus hidup kutu kepala dihabiskan pada pejamu, biasanya pada orang yang sama.

Ketiga tahapan kehidupan kutu kepala (telur, nimfe, dan dewasa) berlangsung sekitar tiga minggu. Jika kutu kepala keluar atau tidak menetap lagi pada pejamu, mereka akan mati dalam sehari atau dua hari. Kutu kepala ini sangat kecil sekitar 2—3 mm dan mereka terlihat menggenggam batang rambut dekat kulit kepala dengan kukunya yang berbentuk khusus. Kutu betina dewasa hidup sekitar sebulan dan menghasilkan 150 atau lebih telur yang disebut nit, kurang lebih 10 telur sehari. Nit yang berwarna putih kekuningan, berbentuk oval melekat erat pada bagian bawah batang rambut dan membutuhkan waktu satu minggu untuk menetas.

Hanya sedikit penyakit yang ditularkan melalui kutu kepala, tetapi kutu tersebut sudah merupakan masalah sendiri. Mereka mengisap darah dan menyuntikkan air liurnya selama pengisapan yang menyebabkan rasa gatal dan infeksi sekunder akibat kotoran, gigitan, dan cakaran mereka.

Penularan terjadi baik secara langsung, melalui kontak dengan orang yang berkutu, atau secara tidak langsung melalui yang dipakai bergantian atau bersama seperti scart, topi, jaket, sisir, baju hangat, dan seprai.

Kutu kepala tidak dapat melompat atau terbang sehingga penularan melalui fomite terjadi terutama di sekolah, saat anak saling mencoba dan bertukar pakaian dengan anak lainnya. Karena kutu kepala menyukai darah untuk makanannya dan lingkungan yang hangat dan berbulu, penularan orang ke orang paling umum terjadi. Tindakan pengendalian lebih ditekankan pada tidak saling berbagi sisir dan perlengkapan kepala dan tidak tidur bersama dengan orang yang terserang.

Satu-satunya cara menghilangkan kutu kepala adalah dengan pengobatan pestisida dalam bentuk shampo, krim untuk keramas, dan topikal lotion tertentu yang mengandung permethrin. Cara ini adalah cara yang paling umum dan efektif jika digunakan sesuai petunjuk.

Pakaian dan seprai orang yang terserang harus dicuci dalam air sabun yang hangat dan dikeringkan dengan pengering yang panas untuk membunuh kutu dan nit. Nit harus dihilangkan dari rambut dengan sisir yang sangat rapat (serit).

Cara Menghilangkan Kutu Rambut Kepala

Tapi menurut Vien Hartanti dalam bukunya Jadi Dokter di Rumah Sendiri Halaman 17 menuliskan ada Cara Menghilangkan Kutu Rambut Kepala Secara Alami yakni dengan cara:
  1. Mencuci rambut pada malam hari sebelum tidur hingga bersih, 
  2. Kemudian oleskan madu dan air hangat, tutup kepala dengan kain, 
  3. Esok harinya cuci kembali rambut hingga bersih dan disisir menggunakan sisir rapat (serit).

Cara menghilangkan kutu Rambut Kepala lainnya adalah menurut Widya Novita, dalam bukunya Buku Pintar merawat Kecantikan dirumah, halaman 117 adalah seperti berikut :
  1. Keramaslah menggunakan shampoo yang biasa digunakan
  2. Tutup kepala menggunakan kaos dalam
  3. Gosok-gosokan kaos ke kepala, maka kutu akan menempel di kaos tersebut.