Ini adalah artikel kedua saya yang membahas troubleshooting pc setelah sebelumnya saya menulis pengenalan troubleshooting komputer, pada artikel kedua ini saya akan sedikit membahas tentang berbagai masalah yang sering timbul setelah kita upgrade processor, troubleshooting upgrade processor ini akan membahas apa saja permasalahan yang mungkin timbul setelah kita melakukan upgrade processor dan bagaimana cara mengatasinya.

Cara Memasang Processor

Sebelum membahas lebih jauh tentang troubleshooting processor ada baiknya kita mengetahui bagaimana cara memasang processor pada motherboard yang benar adalah dengan mengikuti langkah-langkah berikut :

  1. Perhatikan tanda segitiga emas yang ada dipunggung processor.

  2. Cari tanda segitiga yang terdapat pada soket di motherboard.

  3. Bukalah tuas pengunci processor yang terletak didalam soket. Tuas ini berbentuk logam atau plastik yang terletak disamping kanan dari soket .kuncinya berbentuk flip dan tuas ini dapat dibuka dengan menggeser sedikit tuas ke arah luar dari soket dan kemudian mengangkat keatas.

  4. Tanda segitiga pada punggung processor tadi harus diposisikan tanda tersebut tepat persis dengan segitiga pada soket di motherboard. Bila pemasangan keliru kaki-kaki processor tidak masuk kedalam soket dan kekeliruan pemasangan ini akan mengakibatkan processor tidak dapat bekerja. Resiko yang paling buruk adalah kaki-kaki processor bengkok atau patah. Oleh karenanya dudukanlah processor hingga seluruh kakinya masuk kedalam soket.

  5. Jangan menekan processor secara berlebihan pada proses ini. Bila processor tidak mau masuk kakinya secara keseluruhan, kemungkinan besar posisinya salah.

  6. Setelah processor masuk kedalam soket kuncilah kembali processor tersebut dengan menggerakan tuas sejajar dengan permukaan motherboard. Pastikan bahwa processor menempel rapat di soketnya setelah keadaan terkunci.

Troubleshooting Komputer Upgrade Processor PC


Sebelum melakukan penggantian processor pastikan bahwa motherboard anda mendukung processor pengganti dan anda telah menggunakan BIOS versi terbaru, lakukan check dengan produsen motherboard untuk melihat update BIOS jika tersedia untuk didownload, jika ya lakukan update BIOS terlebih dahulu.

Setelah mengganti / upgrade processor lakukan check setting jumper (pada motherboard lama), Pastikan BIOS dapat mengidentifikasi bus speed, clock multiplier dan setting tegangan (voltage) dengan baik terhadap processor yang baru saja terpasang. Pastikan juga heatsink / fan processor terpasang dengan baik, dan juga gunakan thermal interface material atau thermal grease antara processor dengan heatsink.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan ketika melakukan upgrade processor antara lain :
  1. Pastikan semua kaki-kaki processor jumlahnya sama dengan dudukannya / socket processornya, dan terpasang dengan baik.

  2. Tegangan (Voltage) dari motherboard harus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh processor. Pada Motherboard baru biasanya telah memiliki sebuah modul pengatur tegangan (Voltage Regulator Module) sehingga mampu menyediakan suplai tegangan yang sesuai kepada mikroprosessor. Masalah bagaimana modul pengatur tegangan ini bekerja belum akan saya bahas secara mendetail pada artikel ini.

  3. ROM BIOS motherboard harus support dengan Processor, Pada beberapa motherboard baru juga akan membaca cpu untuk menentukan bus speed, dan pengaturan multiplier yang tepat untuk processor.

  4. Chipset pada motherboard harus support dengan processor, karena pada beberapa kasus, ada model chipset yang membutuhkan processor jenis tertentu.

 
(Tatak Nurandhari, BSI Jatiwaringin, Teknik Komputer, 14.4C.11, 13100553)


Post a Comment

Previous Post Next Post