PENELITIAN ::: Pengertian dan Alur Penelitian

Pengertian Penelitian

Penelitian adalah upaya-upaya untuk mencari jawaban dari suatu masalah dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data secara sistematis. Pada prinsipnya dalam upaya menjawab suatu, penelitian menempuh cara-cara ilmiah dan rasional, bukan dengan cara-cara tradisional. Cara-cara tradisional antara lain coba-coba (trial and error), cara kekuasaan atau otoritas, berdasarkan pengalaman pribadi dan melalui jalan pikiran.


    Cara-cara non ilmiah (tradisional), sekalipun dapat menyelesaikan suatu masalah dan atau menyusun jawaban terhadap suatu persoalan, tetapi jika ditinjau dari kaedah ilmu pengetahuan sering tidak memuaskan, karena dua syarat pokok ilmu pengetahuan yaitu prinsip rasionalitas dan empiris sering tidak terpenuhi.

    Rasionalitas adalah suatu yang sesuai dengan logika dan akal sehat, sedang yang dimaksud empiris adalah beberapa kali diuji coba hasil yang diperolah sama. Cara penyelesaian dan ataupun jawaban yang diajukan oleh suatu penelitian adalah atas dasar pengkajian yang seksama terhadap suatu pokok persoalan yang dihadapi, yakni yang meliputi pekerjaan pengumpulan data, pengolahan, penyajian dan analisis data dari permasalahan yang ada.

    Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang memiliki kaitan erat dengan suatu analisa dan konstruksi dan dilakukan secara metodologis, sistematis dan konsisten. Metodologis dalam hal ini berarti sesuai dengan metode atau cara tertentu. Sistematis karena berdasarkan pada sebuah sistem. Konsisten memiliki arti tidak adanya hal-hal yang akan bertentangan pada kerangka tertentu. Penelitian juga  merupakan suatu sarana pokok untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Penelitian dapat digolongkan dalam dua golongan yaitu penelitian ilmiah dan penelitian tidak ilmiah (dilakukan oleh orang awam).
    1. Penelitian tidak ilmiah memiliki ciri-ciri antara lain dilakukan tidak sistematik, data yang dikumpulkan dan cara-cara pengumpulan datanya bersifat subyektif sehingga sarat dengan muatan-muatan emosi dan perasaan si peneliti. Penelitian tidak ilmiah adalah penelitian yang sifatnya subyektif.
    2. Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang sistematik dan obyektif untuk mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk mencapai sebuah pengertian tentang prinsip-prinsip yang mendasar dan berlaku umum (teori) mengenai masalah tersebut. Penelitian dilakukan berpedoman pada berbagai informasi (yang terwujud sebagai teori-teori) yang telah dihasilkan dalam penelitian-penelitian terdahulu, dan tujuannya adalah untuk menambah atau menyempurnakan teori yang telah ada mengenai masalah yang menjadi sasaran kajian.

    Penelitian ilmiah dilakukan dengan berlandaskan pada metode ilmiah. Pengertian metode ilmiah disini adalah suatu kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Metode ilmiah dilandaskan pada pemikiran bahwa pengetahuan itu dapat terwujud melalui apa yang dialami oleh pancaindera, khususnya melalui pengamatan dan pendengaran. Sehingga suatu pernyataan mengenai gejala-gejala itu harus diterima sebagai kebenaran, maka gejala-gejala itu harus dapat di verifikasi secara empirik. Jadi, setiap hukum atau rumus atau teori ilmiah haruslah dibuat berdasarkan atas adanya bukti-bukti empirik.

    Dalam penelitian sains dapat dilakukan menggunakan metode pengamatan, eksperimen, generalisasi, dan verifikasi. Dalam ilmu-ilmu sosial dan budaya, dapat dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan pengamatan; eksperimen, generalisasi, dan verifikasi, dilakukan dalam kegiatan-kegiatan penelitian oleh para ahli dalam bidang-bidang ilmu-ilmu sosial dan pengetahuan budaya untuk memperoleh hasil-hasil penelitian tertentu sesuai dengan tujuan penelitiannya.

    Suatu penelitian harus memenuhi beberapa karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Pada umumnya ada lima karakteristik dalam penelitian ilmiah, yaitu :
    1. Sistematik, berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar.
    2. Logis, suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
    3. Empirik, suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian.
    4. Obyektif, suatu penelitian menjauhi aspek-aspek subyektif yaitu tidak mencampurkannya dengan nilai-nilai etis.
    5. Replikatif, suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama

    Tujuan Penelitian

    Umumnya sebuah penelitian memiliki tujuan untuk mengungkapkan suatu kebenaran secara sistematis, metodologis dan konsisten dengan mengadakan sebuah analisa dan konstruksi.

    Tujuan penelitian menurut para ahli (Soerjono Soekanto) adalah:
      • Mendapatkan pengetahuan tentang suatu gejala sehingga dapat merumuskan masalah.
      • Memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang suatu gejala, sehingga dapat merumuskan hipotesa.(bila penelitiannya merupakan penelitian eksplanatoris)
    1. Untuk menggambarkan secara lengkap ciri-ciri / karakteristik dari:
      • suatu keadaan
      • perilaku pribadi
      • perilaku kelompok.
    2. Untuk mendapatkan keterangan tentang frekuensi peristiwa, Memperoleh data mengenai hubungan antara suatu gejala dengan gejala lain.(bila penelitiannya tentang penelitian deskriptif)
    3. Untuk menguji hipotesa.(bila penelitiannya tentang penelitian eksplanatoris)
    Ciri-ciri penelitian ilmu-ilmu sosial, antara lain:
    1. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan generalisasi perihal perilaku manusia dlm kehidupan masyarakat;
    2. Perilaku nyata dari manusia hanya timbul dan terjadi dalam situasi tertentu;
    3. Tidak jarang situasi sosial yangg dialami oleh manusia (obyek penelitian) tidak jauh berbeda dengan situasi sosial yang dialami oleh peneliti.
    4. Pengetahuan yang diperoleh akan sangat berguna untuk memahami perilaku manusia, menarik pola tertentu, mengawasinya dan mengadakan evaluasi.

    Alur Penelitian

    Alur penelitian adalah kronologi prosedural  yang dilakukan seorang peneliti dalam karya penelitiannya dan bukan sekedar urutan apa yang mesti dilalui. Alur penelitian lebih merupakan strukturisasi atau hubungan metodologik yang berkesinambungan.

    Oleh karenanya merupakan sebuah ketetapan (kronologi) yang secara prosedural dan dilakukan oleh seorang peneliti dalam pembuatan sebuah karya penelitian dan bukan hanya sekedar urutan saja. Dan tujuannya salah satunya adalah agar tetap bisa mejaga fokus pada masalah dan memudahkan untuk mencapai tujuan penelitian. Juga agar diharapkan bisa dipertahankan antara keterkaitan dan keberlanjutan pada setiap masing-masing tahap-tahapan penelitian.

    Unsur-unsur Penelitian


    Unsur-unsurnya meliputi antara lain Subjek, Area penelitian, Masalah, Suatu penyelesaian (solusi), Justifikasi masalah Penelitian, Bukti berasal dari literatur dan pengalaman. Jadi secara garis besarnya alur penelitian dapat dibagi menjadi empat tahap antara lain identifikasi masalah, pengumpulan data dan informasi, analisa masalah, dan kesimpulan.

    Dengan Mempelajari beberapa literatur kita bisa mendapatkan dan menemukan bagaimana seorang peneliti yang lain sudah dapat merumuskan sebuah alur penelitian yang telah berhasil pada suatu kasus atau bidang tertentu yang mungkin akan lebih luas. Kita juga dapat menemukan arah penemuan yang baru (seeking new lines of inquiry).

    Definisi Alur Penelitian Menurut Arikunto (2013. Mengenai prosedur penelitian. hlm.3)
    Alur penelitian adalah kronologi prosedural yang dilakukan seorang peneliti dalam karya penelitiannya dan bukan sekedar urutan apa yang mesti dilalui.
     ✅ Contoh, Berikut ada 2 gambar contoh bagan dan Rancangan alur,

    1. Gambar Contoh Bagan Alur Penelitian.

    Bagan Alur Penelitian

    2. Gambar Contoh Rancangan Alur Penelitian
    Gambar Skema rancangan alur penelitian

    Jenis-jenis penelitian

    H.B. Sutopo menyatakan bahwa: "Strategi penelitian digiinakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data sehingga dapat menjelaskan bagaimana tujuan penelitian akan dicapai dan bagaimana masalah akan dikaji dan dipecahkan untuk dipahami" (2006:112). Jenis penelitian studi kasus dibedakan menjadi dua macam. yakni:
    1. Desain Multikasus, Penggunaan desain multikasus inengikuti logika replika. bukan replika sampling dan pemilihan kasus hams hati-hati. Kasus-kasus tersebut hams memiliki hasil yang sama (replika literal) atau liasil yang bertentangan (replika teoritis) dengan yang diprediksikan secara eksplisit pada awal penelitiannya.
    2. Desain Kasus Tunggal, Kasus-kasus tunggal merupakan desain umum bagi penyelenggaraan studi kasus. HB. Sutopo “Penelitian studi kasus tunggal terarah pada satu karakteristik karena hanya dilakukan pada satu sasaran (satu lokasi atau satu subjek). Permasalahan atau fokus penelitian sudah ditentukan sebelum rnenggali permasalahan di lapangan” (2006:112). Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus tunggal.
    Jenis-jenis penelitian dibedakan berdasarkan jenis data yang diperlukan secara umum dibagi menjadi dua, yaitu penelitian primer dan penelitian sekunder.

    Penelitian Primer

    Penelitian primer membutuhkan data atau informasi dan sumber pertama, biasanya kita sebut dengan responden. Data atau informasi diperoleh melalui pertanyaan tertulis dengan menggunakan kuesioner atau usan dengan menggunakan metode wawancara. Yang termasuk dalam kategori ini ialah:
    1. Studi Kasus, Studi kasus menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studinya. Biasanya studi kasus bersifat longitudinal.
    2. Survei, Survei merupakan studi yang bersifat kuantitatif yang digunakan untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu. Pada umunya survey menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data. Survei menganut aturan pendekatan kuantitatif, yaitu semakm besar sampel, semakm mencerminkan populasi hasilnya. 
    3. Riset Eksperimental, Riset eksperimental menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studi. Path umumnya riset ini menggunakan dua kelompok atau lebih untuk dijadikan sebagai obyek studinya. Kelompok pertama merupakan kelompok yang diteliti sedang kelompok kedua sebagai kelompok pembanding (control group). Penelitian eksperimental menggunakan desain yang sudah baku, terstruktur dan spesifik. 

    Penelitian Sekunder 

    Penelitian sekunder menggunakan bahan yang bukan dan sumber pertama sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi untuk menjawab masalah yang diteliti. Penelitian ini juga dikenal dengan penelitian yang menggunakan studi kepustakaan dan yang biasanya digunakan oleh para peneliti yang menganut paham pendekatan kualitatif.


    Suharsini Arikunto (1992) membagi jenis-jenis penelitian berdasarkan
    1. tujuan, 
    2. pendekatan, 
    3. bidang ilmu, 
    4. tempat atau latar, 
    5. kehadiran variabel. 

    1. Penelitian diihat dari tujuannya

    Jika penelitian dilihat dari tujuannya, maka ada tiga sub jenis penelitian, yaitu penelitian eksploratori, penelitian verifikatif dan penelitian pengembangan. Penelitianjenis eksploratori digunakan untuk melakukan pencarian jawaban mengapa muncul kejadian-kejadian tertentu, misalnya munculnya bencana alam di daerah tertentu terus menerus. Penelitian verifikatif digunakan untuk meneliti ulang hasil penelitian sebelumnya dengan tujuan untuk mem-verifikatif kebenaran hasil penelitian sebelumnya tersebut. Penelitian pengembangan bertujuan untuk mengembangkan model atau hal-hal yang inovatif. Penelitian jenis ini biasanya dilakukan di suatu perusahaan dalam rangka pengembangan produk atau layanan baru.

    2. Penelitian dilihat dari pendekatan

    Dilihat dari pendekatannnya penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu pendekatan longitudinal (bujur) dan cross-sectional (silang). Pendekatan pertama melakukan penelitian berdasarkan pada periode waktu tertentu, biasanya waktunya lama, misalnya seorang peneliti melakukan penelitîan perkembangan kemampuan berbicara anak mulai umur 10 bulan s/d 24 bulan. Sebaliknya pendekatan kedua peneliti melakukan studi kemampuan berbicara anak mulai dan yang berumur 10 bulan s/d 24 bulan secara serentak dalam waktu yang bensamaan.

    3. Penelitian diihat dari bidang ilmu 

    Dalam perspektif ini maka jenis penelitian dibagi berdasarkan disiplin ilmu masing-masing, misalnya penelitian pendidikan, penelitian teknik, penelitian ekonomi, dll.

    4. Penelitian dilihat dari tempat/latarnya

    Jika dilihat dari tempat atau latar dimana seonang peneliti melakukan penelitian, maka jenis penelitian ini dibagi menjadi tiga, yaitu:
    1. penelitian laboratonium, 
    2. penelitian lapangan, 
    3. penelitian perpustakaan.
    Penelitian laboratorium biasanya dilakukan dalam bidang ilmu eksakta, misalnya penelitian kedokteran, elektno, sipil, dll.

    Penelitian lapangan biasanya dilakukan oleh ilmuwan sosial dan ekonomi dimana lokasi penelitiannya berada di masyarakat atau kelompok manusia tertentu atau objek tertentu sebagai latan dimana peneliti melakukan penelitian. Penelitian penpustakaan dilakukan diperpustakaan dengan melakukan kajian terhadap literatur, penelitian sebelumnya, jurnal dan sumber-sumber lainnya yang ada diperpustakaan.

    5. Penelitian dilihat dari kehadiran variabel

    Penelitian dilihat dari kehadiran variabel dapat dikategorikan dalam penelitian yang obyeknya merupakan variabel masa lalu, saat ini dan masa yang akan datang. Penelitian yang obyeknya variabel masa lalu dan saat ini disebut juga penelitian deskriptif atau mengambarkan variabel-variabel yang sedang diteliti. Sedang penelitian yang obyeknya variabel yang akan datang, maka variabelnya belum ada tetapi sengaja diciptakan oleh peneliti dengan memberikan perlakuan (treatment). Penelitian jenis ini disebut juga penelitian eksperimen yang tujuannya digunakan untuk mencari hubungan kausal antar variabel yang diteliti.

    Referensi :

     Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

    0 Comments:

    Post a Comment