Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, manusia harus belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar ada bermacam-macam metode pembelajaran, seperti metode ceramah, eksperimen, demonstrasi, diskusi kelompok dan sebagainya.

Pengertian

Pengertian metode pembelajaran demonstrasi, "Metode adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum". (Oemar Hamalik, 2003: 26). Suatu metode mengandung pengertian terlaksanya kegiatan guru dan kegiatan siswa dalam proses pembelajaran. Metode dilaksanakan melalui prosedur tertentu. Dewasa ini, keaktifan siswa belajar mendapat tekanan utama dibandingkan dengan keaktifan guru yang bertindak sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswa. Karena itu, istilah metode yang lebih menekankan pada kegiatan guru, selanjutnya diganti dengan istilah strategi pembelajaran yang menekankan pada kegiatan siswa.

Metode demonstrasi digunakan guru untuk memperagakan atau menunjukkan suatu prosedur yang harus dilakukan siswa yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan kata – kata saja.


    "Metode pembelajaran demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang memahami atau ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan". (Mulyani S & Johar P, 2001: 133)

    Metode demonstrasi biasanya berkenaan dengan tindakan– tindakan atau prosedur yang harus dilakukan, misalnya proses mengatur sesuatu, proses mengerjakan dan menggunakannya, komponen– komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu.

    Metode Pembelajaran Demonstrasi

    Metode demonstrasi memiliki beberapa pengertian, dari berbagai literatur dapat dijelaskan sebagai berikut:

    Menurut Muhibbin Syah (1995:209),”Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan atau urutan melakukan suatu kejadian baik secara langsung atau melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan”. Sedangkan Saiful Sagala (2005:210) mengemukakan bahwa "Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang terjadinya sesuatu atau peristiwa sampai pada tingkah laku yang dapat dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami siswa secara nyata".
    Menarik untuk dibaca juga: Teori Belajar dan Metode pembelajaran kooperatif
    Hal yang sama juga diungkapkan Winarno Surakhmad (1994:110), bahwa "Metode demonstrasi sebagai metode pembelajaran yang dilakukan dengan memperlihatkan suatu proses pada seluruh kelompok siswa".

    Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001:132) menyatakan bahwa "Metode demonstrasi sebagai metode yang digunakan guru untuk memperagakan atau menunjukkan suatu prosedur yang harus dilakukan peserta didik yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan kata-kata saja". Metode demonstrasi diartikan juga sebagai:

    Cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk yang sebenamya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang memahami atau ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan (Mulyani Sumantri dan Johar Permana, 2001:133).

    Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi adalah metode mengajar yang ditandai dengan adanya peragaan baik secara langsung ataupun dengan menggunakan media untuk memperlihatkan suatu materi ajar kepada semua siswa.

    Metode demonstrasi biasanya berkenaan dengan tindakan-tindakan atau prosedur yang harus dilakukan, misalnya proses mengatur sesuatu, proses mengerjakan dan menggunakannya, komponen-komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu. Di samping metode demonstrasi digunakan untuk menjelaskan suatu proses, metode demonstrasi juga digunakan untuk memperagakan situasi atau benda-benda tertentu yang dipelajari, baik dalam bentuk sebenarnya maupun tiruan.

    Tujuan dan Fungsi

    Tujuan dan Fungsi Penggunaan Metode Pembelajaran Demonstrasi, Secara umum tujuan penggunaan metode demonstrasi adalah untuk memperjelas pengertian, konsep dan memperlihatkan cara melakukan atau mengerjakan sesuatu tindakan, prosedur dan ketrampilan.

    Menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001:132) tujuan penggunaan metode demonstrasi adalah sebagai berikut:
    1. Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dimiliki peserta didik atau dikuasai peserta didik.
    2. Mengkonkritkan informasi atau penjelasan kepada peserta didik.
    3. Mengembangkan kemampuan pengamatan pandangan dan penglihatan peserta didik secara bersama-sama.
    Sudirman dkk (1992:40) mengemukakan bahwa tujuan penggunaan metode demonstrasi adalah sebagai berikut:
    1. Agar siswa dapat berpikir mandiri untuk memecahkan masalah.
    2. Agar siswa dapat memproses suatu masalah sehingga menjadikan hipotesis yang benar.
    3. Agar siswa dapat berpendapat dalam memecahkan masalah bersama-sama.

    Alasan penggunaan metode demonstrasi

    Adapun alasan penggunaan metode demonstrasi yaitu:
    1. Tidak semua topik dapat terang melalui penjelasan atau diskusi.
    2. Sifat pelajaran yang menuntut diperagakan.
    3. Tipe belajar peserta didik yang berbeda ada yang kuat visual, tetapi lemah dalam auditif dan motorik ataupun sebaliknya.
    4. Memudahkan mengajarkan suatu cara kerja atau prosedur.
              (Mulyani S & Johar P, 2001: 133)

    Tujuan dan fungsi penggunaan metode demonstrasi sebagaimana dikemukakan para ahli di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa tujuan penggunaan metode demonstrasi adalah untuk mengajarkan suatu proses dan prosedur kepada siswa, memberi informasi yang konkrit kepada siswa dan melatih siswa agar dapat berpikir mandiri dan dapat memecahkan masalah bersama-sama.
    Siswa juga akan memperoleh fungsi dari pembelajaran dengan metode demonstrasi diantaranya pengalaman konkrit, pengalaman belajar yang bermanfaat serta dapat membahas semua bagian materi pelajaran melalui peragaan tambahan.

    Kelebihan

    Kelebihan Metode Pembelajaran Metode demonstrasi, Pembelajaran dengan metode demonstrasi memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan metode mengajar yang lain. Menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001:134), kelebihan pembelajaran dengan metode demonstrasi adalah sebagai berikut:
    1. Membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkrit, dan menghindari verbalisme.
    2. Memudahkan peserta didik memahami bahan pelajaran.
    3. Proses pengajaran akan menjadi lebih menarik.
    4. Merangsang peserta didik untuk lebih aktif mengamati dan dapat mencobanya sendiri.
    5. Dapat disajikan bahan pelajaran yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan metode yang lain.
    Roestiyah NK (1991:84) mengemukakan bahwa keuntungan penggunaan metode demonstrasi adalah sebagai berikut:
    1. Perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang sedang diberikan.
    2. Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu di. ceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh konkrit.
    3. Kesan yang diterima siswa lebih mendalam dan tinggal lebih lama pada jiwanya.
    4. Memberikan motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat belajar.
    5. Siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung serta dapat mengembangkan kecakapannya.

    Rini Budiharti (2000: 56) juga mengemukakan pendapatnya tentang keuntungan metode demonstrasi, diantaranya adalah sebagai berikut:
    1. Memberi gambaran dan pengertian yang lebih jelas dari pada hanya dengan keterangan lisan.
    2. Interaksi dua arah Menunjukkan dengan jelas langkah-langkah suatu proses atau ketrampilan.
    3. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mengamati sesuatu dengan cermat, dalam pengajaran lebih positif karena hal-hal yang kurang jelas mendapat kesempatan yang lebih luas untuk didiskusikan.
    4. Menghindari verbalisme.
    5. Proses pembelajaran berlangsung lebih menarik.
    6. Dapat disajikan bahan pelajaran yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan metode yang lain.
    7. Lebih mudah dan efisien daripada membiarkan siswa melakukan eksperimen.

    Sudirman dkk (1992: 41) mengemukakan kelebihan mengajar dengan metode demonstrasi sebagai berikut:
    1. Metode ini dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret. Dengan demikian dapat menghindari verbalisme.
    2. Siswa diharapkan lebih mudah memahami apa yang dipelajari, terutama langkah-langkah suatu proses atau ketrampilan.
    3. Proses pengajaran akan lebih menarik.
    4. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukan sendiri.
    5. Melalui metode ini dapat disajikan materi pelajaran yang tidak mungkin atau kurang sesuai dengan menggunakan metode lain.
    6. Pada akhir demonstrasi dapat dilakukan diskusi, dimana siswa mendapat kesempatan bertukar pikiran untuk memperbaiki atau mempertajam pikiran.

    Kelebihan metode demonstrasi adalah dapat membuat pengajaran menjadi lebih konkrit, menghindari verbalisme, proses pengajaran menjadi lebih menarik serta siswa dituntut untuk lebih aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan mencoba untuk melakukannya sendiri.

    Kekurangan

    Kekurangan metode pembelajaran dengan metode demonstrasi, Kekurangan metode demonstrasi menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001:134) adalah sebagai berikut:
    1. Memerlukan ketrampilan guru secara khusus.
    2. Keterbatasan dalam sumber belajar, alat pelajaran, situasi yang harus dikondisikan dan waktu untuk mendemonstrasikan sesuatu.
    3. Memerlukan waktu yang banyak.
    4. Memerlukan kematangan dalam perancangan atau persiapan.

    Roestiyah NK (1991:85) mengemukakan bahwa kelemahan penggunaan metode demonstrasi adalah sebagai berikut:
    1. Bila alatnya terlalu kecil atau penempatan yang kurang tepat menyebabkan demonstrasi ini tidak dapat dilihat dengan jelas oleh seluruh siswa.
    2. Bila waktu tidak tersedia dengan cukup, maka demonstrasi akan berlangsung terputus-putus atau dijalankan dengan tergesa-gesa sehingga hasilnya tidak memuaskan.
    3. Bila siswa tidak diikutsertakan, maka proses demonstrasi akan kurang dipahami oleh siswa.

    Rini Budiharti (2000: 57) juga mengemukakan pendapatnya tentang kelemahan metode demonstrasi, diantaranya adalah sebagai berikut:
    1. Dibutuhkan sarana lain selain papan tulis.
    2. Waktu yang digunakan relatif panjang.
    3. Membutuhkan ketrampilan guru secara khusus.
    4. Tidak dapat dikenakan untuk jumlah siswa yang cukup besar.
    5. Memerlukan kematangan dalam perancangan atau persiapan.
    6. Dibutuhkan kemampuan guru dalam menangani alat, ketidakmampuan guru dalam menangani alat akan menambah kebingungan bagi anak didik.

    Sudirman dkk (1992:42) mengemukakan tentang kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut:
    1. Metode ini memerlukan ketrampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang dengan hal itu, pelaksanaan demonstrasi akan tidak efektif.
    2. Dibutuhkan sarana lain selain papan tulis seperti peralatan tempat, dan biaya yang memadai yang tidak selalu tersedia dengan baik.
    3. Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang.

    Bertolak dari kelemahan metode demonstrasi yang dikemukakan oleh beberapa ahli sebagaimana dikutip dimuka, penulis dapat menyimpulkan bahwa kelemahan metode demonstrasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan demonstrasi relatif panjang, membutuhkan peralatan khusus untuk demonstrasi, tidak dapat dikenakan pada jumlah siswa yang cukup besar, dibutuhkan ketrampilan guru untuk menggunakan alat serta memerlukan kesiapan dan perencanaan yang cukup matang.

    Langkah-langkah Mengajar

    Langkah-langkah Mengajar dengan Metode Pembelajaran Demonstrasi, Dalam mengajar dengan metode demonstrasi diperlukan langkahlangkah yang efisien dalam pelaksanananya dengan tujuan agar metode yang digunakan efektif sesuai waktu yang tersedia.

    Langkah-langkah mengajar dengan metode demonstrasi menurut Sudirman dkk (1992:40) adalah sebagai berikut:

    1. Guru menerangkan tujuan demonstrasi yang akan dilakukan agar siswa mengetahui proses apa yang terjadi dan bekerjanya alat tertentu.
    2. Guru bersama murid menyediakan alat-alat yang akan digunakan.
    3. Guru menjelaskan urutan langkah-langkah mengerjakan dan mencobakan sesuatu.
    4. Pelaksanaan dari demonstrasi.
    5. Mencatat dan menyimpulkan hasil.
    6. Diadakan penilaian atau membicarakan kebaikan-kebaikan apa yang telah dikerjakan dan cara menanggulanginya.

    Menurut Rini Budiharti (2000:32:), dalam pembelajaran yang menerapkan metode demonstrasi dapat dilakukan pada:

    1. Awal kegiatan belajar mengajar
    Hal ini dimaksudkan untuk menanamkan konsep pada siswa dengan pendekatan induktif. Dalam hal ini siswa mengamati gejala, menganalisisnya, lalu menyimpulkan sehingga diharapkan siswa dapat memperoleh konsep.

    2. Selama dan akhir kegiatan belajar mengajar
    Hal ini dimaksudkan untuk memperje!as konsep (pendekatan deduktif) dengan urutan: penyajian konsep, penampilan gejala, menganalisis gejala, dan memahami konsep. Pada akhir kegiatan demonstrasi perlu diadakan diskusi sehingga terjadi interaksi aktif antar siswa dan siswa dengan guru.

    Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pembelajaran dengan metode demonstrasi menurut Rini Budiharti (2000:33) adalah sebagai berikut:

    1. Persiapan materi
    2. Persiapan penyajian proses demonstrasi, antara lain:
    • Persiapan alat-alat demonstrasi.
    • Menyiapkan langkah-langkah demonstrasi dalam lembar kerja demonstrasi.
    3. Arah demonstrasi adalah menampilkan gejala melalui proses dan pembuktian.

    Guru dalam kegiatan belajar mengajar dengan metode demonstrasi perlu mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan seperti persiapan materi, persiapan alat-alat yang akan digunakan dalam demonstrasi, serta mempersiapkan langkah-langkah demonstrasi dalam lembar kerja demonstrasi.

    Post a Comment

    Previous Post Next Post