Pengertian Proposal

Umumnya proposal kegiatan sekolah didefinisikan atau diartikan sebagai rencana suatu kegiatan yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Sebuah contoh proposal kegiatan sekolah biasanya berisikan segala hal yang akan berhubungan dengan kegiatan sekolah yang akan diadakan, didalam proposal kegiatan sekolah umumnya berisi: latar belakang, tujuan, ruang lingkup masalah, dan beberapa unsur lainnya. Sebuah proposal kegiatan sekolah disusun untuk diajukan agar kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan disetujui.




    Kata proposal bukan kata yang asing. Dari siswa, mahasiswa, wiraswasta, masyarakat umum, perusahaan, lembaga sosial, dan lembaga agama, pasti pernah membuat proposal. Menurut Pardosi (2013: 4), proposal bisa diartikan sebagai bentuk rancangan sekaligus ringkasan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Dalam ringkasan kegiatan tersebut terdapat pula beberapa poin penting yang mesti disampaikan. Nurjamal dan Sumirat (2010: 146) mengartikan proposal sebagai suatu rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja, atau dapat pula dikatakan bahwa proposal adalah suatu proyek-kegiatan yang diajukan kepada pimpinan untuk mendapatkan pertimbangan-persetujuan. Pendapat yang sama diungkapkan oleh Hasnun (2004: 73) bahwa proposal adalah rencana yang disusun untuk kegiatan tertentu, proposal dapat juga dikatakan rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja.
    Menarik dibaca juga: Kurikulum 2013
    Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal. Proposal adalah suatu usulan kegiatan perlu dukungan atau persetujuan pihak lain. Proposal kegiatan adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar, (Pardosi 2013: 4). Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah "proposal penelitian" dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk "proposal penelitian" ini biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.

    Proposal umum yang sering digunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan. Bentuknya ini memiliki banyak kemiripan dengan proposal penelitian yang digunakan dalam dunia ilmiah, namun karena sifatnya yang lebih umum maka lebih lentur dalam penggunaan bahasa. Penulisannya tetap harus mengindahkan kaidah-kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang-orang yang membacanya. Secara mendasar, harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari sekian banyak tahap perencanaan, seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Penulisannya adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap-tahap sebelumnya.

    Pendapat lain mengenai pengertian proposal juga dikemukakan oleh Cahyo (2012: 14) bahwa proposal sebagai sebuah tulisan yang dibuat seseorang untuk menjabarkan atau menjelaskan suatu tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan), sehingga si pembaca memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Dengan kata lain, proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal.

    Selain pengertian di atas masih banyak juga ditemukan pendapat lain dari para ahli tentang definisi proposal. Ada yang yang berpendapat bahwa proposal merupakan suatu program kegiatan yang sifatnya sebagai usulan (Kosasih, 2012: 129). Semua pengertian tersebut tidak salah menurut sudut pandang masing-masing. Namun, keterangan lebih lengkap tentang definisi proposal diungkapkan oleh Hariwijaya (dalam Cahyo, 2012: 15) bahwa proposal berasal dari bahasa Inggris, yaitu proposal yang berarti pengajuan atau permohonan. Asal katanya dari to propose yang berarti mengajukan. Dalam proposal diuraikan dengan jelas tentang hal yang direncanakan dibutuhkan, dan ditawarkan. Karena proposal bersifat memberitahukan yang disertai harapan, dan permohonan, maka perlu dijelaskan secara rinci dilengkapi dengan gambar, foto, jadwal kegiatan, dan hal-hal lain yang dibutuhkan. Dengan demikian, orang yang dikirimi proposal mengetahui dan memahami kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. Penawaran yang diajukan dalam proposal bisa bermacam- macam, tergantung dari jenis proposalnya.

    Berdasarkan berbagai pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas, dengan demikian dapat ditarik kesimpulan yaitu proposal kegiatan merupakan suatu bentuk pengajuan penawaran, baik berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan, izin, persetujuan, dan lainnya.

    Menurut Susanto dalam Handoyo (2009:52), proposal kegiatan merupakan entry point untuk meraih kesuksesan masa depan yang berhasil diterima oleh pihak yang berkepentingan menandakan telah terbukanya harapan untuk melakukan suatu kegiatan atau program yang telah diusulkan.

    Senada dengan Hariwijaya dalam Handoyo (2009:52), proposal kegiatan merupakan rencana pembuatan suatu program atau kegiatan yang dananya diperoleh dari lembaga donor, baik swasta maupun negeri yang dijelaskan hal-hal yang menyakinkan pihak lembaga donor agar bersedia mengucurkan bantuan dana untuk kegiatan atau program yang diusulkan.

    Proposal kegiatan adalah rencana kerja yang disusun secara sistematik dan terperinci untuk suatu kegiatan yang bersifat semiformal (Finoza, 1999:157). Proposal atau rencana kerja hampir sama fungsinya dengan kerangka karangan. Sebelum kita memulai suatu kegiatan, tentunya, diperlukan suatu rencana kerja yang jelas. Dengan adanya proposal itu, kita akan tahu hal-hal apa saja yang harus dikerjakan, berapa biaya yang diperlukan, dan sebagainya. Namun lebih dari itu, proposal juga penting dalam kaitannya dengan pengajuan suatu permohonan untuk mendapatkan persetujuan maupun mendapatkan bantuan berupa dana dan sarana.

    Sejalan dengan Agam (2008:24), proposal kegiatan adalah saran, usul, permintaan atau penawaran melaksanakan suatu kegiatan kepada seseorang, lembaga, instansi, atau perusahaan, baik pemerintah maupun swasta. Terkadang proposal dibuat dengan maksud untuk dikerjakan oleh yang mengajukan, tetapi di maksud agar target proposallah yang melakukan apa yang diharapkan oleh proposal tersebut.

    Berdasarkan uraian di atas dapat, disintesiskan bahwa proposal kegiatan adalah rencana kerja yang disusun secara sistematik dan terperinci untuk suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok, organisasi, lembaga agar tercapai tujuan.

    Sistematika dan Kaidah

    Beberapa kaidah kebahasaan yang menandai sebuah proposal tampak di dalamnya. Di dalam tersebut terdapat pernyataan-pernyataan yang bersifat argumentatif. Argumen-argumen tersebut akan lebih meyakinkan apabila disertai dengan alasan. Suatu alasan sering kali menggunakan konjungsi penyebaban, seperti sebab, karena, oleh karena itu. Selain pernyataan-pernyataan argumentatif, di dalamnya terdapat pernyataan-pernyataan yang bersifat persuasif. Hal ini dimaksudkan untuk menggugah penerimanya untuk menerima ajuan itu. Merupakan kalimat persuasif yang menyatakan pentingnya kegiatan yang diajukan itu sehingga diharapkan pihak yang ditujunya bisa menerimanya.

    Fitur-fitur kaidah kebahasaan lainnya yang menjadi penanda proposal adalah sebagai berikut.
    1. Banyak menggunakan istilah ilmiah, baik berkenaan dengan kegitan itu sendiri ataupun tentang istilah-istilah berkaitan dengan bidang keilmuannya.
    2. Banyak menggunakan kata kerja tindakan yang menyatakan langkah-langkah kegiatan (metode penelitian). Kata-kata yang dimaksud, misalnya, berlatih, membaca, mengisi, mencampurkan, mendokumentasikan, mengamati, melakukan.
    3. Menggunakan kata-kata yang menyatakan pendefinisan, yang ditandai oleh penggunaan kata merupakan, adalah, yaitu, yakni.
    4. Menggunakan kata-kata yang bermakna perincian, seperti selain itu, pertama, kedua, ketiga.
    5. Menggunakan kata-kata yang bersifat "keakanan", seperti akan, diharapkan, direncakan. Hal itu sesuai dengan sifat proposal itu sendiri sebagai suatu usulan, rencana, atau rancangan program kegiatan.
    6. Menggunakan kata-kata bermakna lugas (denotatif). Hal ini penting guna menghindari kesalahan pemahaman antara pihak pengusul dengan pihak tertuju/penerima proposal.
    Kaidah menurut KKBI adalah aturan yang sudah pasti yang menjadi patokan, dalam hal ini kaidah proposal adalah beberapa hal-hal yang menjadi patokan dan harus sudah pasti menjadi patokan dalam pembuatan proposal kegiatan. Fitur-fitur kaidah kebahasaan proposal tersebut adalah pernyataan argumentatif, pernyataan persuasif, kata-kata teknis, kata kerja tindakan, kata pendefinisian, kata perincian, dan kata keakanan pengisiannya disertai kutipan teksnya.

    Menulis proposal kegiatan memliki ciri khas tertentu sesuai dengan isi yang ada dalam proposal tersebut. Menurut Mawadah (2012:10), sistematika proposal kegiatan berisi hal-hal berikut ini, Pendahuluan, Tujuan, Jenis Kegiatan, rencana kerja, lokasi, susunan kepentingan, anggaran dana, penutup, lampiran.
    Sistematika proposal

    Menurut Pardosi (2013: 12), sistematika proposal kegaiatan 1) pendahuluan, 2) dasar pemikiran, 3) tujuan, 4) tema, 5) jenis kegiatan, 6) target, 7) sasaran, 8) waktu dan tempat pelaksanaan, 9) anggaran biaya, 10) susunan panitia, 11) jadwal kegiatan, 12) penutup.

    Sejalan dengan Agam (2008:47), sistematika proposal kegiatan berisi 1) halaman judul, 2) latar belakang, 3) tujuan, 4) nama dan tema kegiatan, 5) bentuk kegiatan, 6) peserta, 7) penyelenggara, 8) jadwal dan lokasi kegiatan, 9) susunan acara, 10) susunan panitia, 11) rencana anggaran biaya, 12) penutup, 13) lampiran.

    Finoza dalam Damayanti (2000:46), isi proposal kegiatan berbentuk kompleks seperti berikut ini, 1) dasar pemikiran, 2) jenis kegiatan, 3) tema kegiatan, 4) tujuan, 5) peserta kegiatan, 6) waktu dan tempat pelaksanaan, 7) susunan kepanitian, 8) anggaran biaya, 9) acara kegiatan, 10) penutup.

    Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disintesiskan, sistematika proposal kegiatan sebagai berikut ini, dasar pemikiran, jenis kegiatan, tema kegiatan, tujuan, peserta kegiatan, waktu dan tempat pelaksanaan, susunan kepanitian, anggaran biaya, acara kegiatan, penutup. Berdasarkan pemahaman bahwa proposal kegiatan merupakan rencana kegiatan yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja, maka isi sebuah proposal menurut Nurjamal dan Sumirat (2010: 147-148) terdiri atas beberapa butir yaitu:

    1. Nama kegiatan, Pada bagian ini dijelaskan nama kegiatan yang akan dilaksanakan yang merupakan sebuah judul atau nama kegiatan, Misalnya Proposal Lomba Mengarang Bahasa Jawa SMA Se-Surakarta;
    2. Dasar pemikiran, Secara singkat dasar pemikiran ini mengungkapkan rumusan alasan-alasan yang menunjukkan betapa penting dan bermanfaatnya bila kegiatan (lomba mengarang) itu dilaksanakan;
    3. Tujuan kegiatan dan manfaat kegiatan, pada bagian ini dikemukakan secara ringkas dan jelas tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan lomba mengarang itu serta dijelaskan pula manfaat yang bisa dipetik oleh peserta, lembaga, dan oleh masyarakat daripenyelenggara acara tersebut;
    4. Ruang lingkup kegiatan, pada bagian ini harus dijelaskan ruang lingkup dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan, termasuk berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan yang diadakan;
    5. Waktu dan tempat kegiatan, pada bagian ini harus dijelaskan kapan kegiatan itu dilaksanakan lengkap dengan jadwal pelaksanaannya dan informasi tempat kegiatan itu dilaksanakan;
    6. Panitia pelaksana, bagian ini berisi penjelasan susunan panitia inti seperti ketua, sekretaris, bendahara, dan sebagainya ditambah pula susunan panitia pengarah, pembina, dan panitia selengkapnya, apabila personalianya banyak bisa ditempatkan pada lampiran;
    7. Peserta sasaran kegiatan, pada bagian ini dijelaskan kriteria peserta dan sasaran yang akan dituju dalam perlombaan ini;
    8. Anggaran biaya, pada bagian ini dikemukakan secara lengkap garis besar biaya yang diperlukan untuk mendanai keseluruhan kegiatan.

    Tujuan Pembuatan

    Keberadaan proposal sangat penting dan berguna, terutama bagi seseorang atau instansi yang akan menjalankan suatu program, kegiatan, atau usaha agar yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar. Secara garis besar Cahyo (2012: 17) menguraikan tentang tujuan proposal, di antaranya:
    1. sebagai pedoman dalam menjalankan usaha, bisnis, maupun suatu kegiatan, sehingga arah dan tujuan yang diinginkan mempunyai jalur yang jelas dan pasti;
    2. sebagai alat untuk meyakinkan investor atau donatur, sehingga mereka dapat memberikan bantuan atau penawaran, sebagaimana yang ditujukan dalam proposal tersebut;
    3. untuk mencari dan mendapatkan dukungan dana dari pihak-pihak lain yang terkait;
    4. memudahkan pelaksanaan kegiatan dan sebagai acuan atau landasan operasional kegiatan;
    5. dapat digunakan sebagai TOR (term of reference) bagi pihak-pihak terkait.

    Ciri-ciri

    Masing-masing jenis proposal tentu saja memiliki ciri khas yang berbeda sesuai tujuannya. Setiap kegiatan tentunya memiliki latar belakang dan tujuan yang berbeda. Dengan kata lain, setiap proposal memiliki cir-cirii  tertentu sesuai dengan isi yang ada dalamnya, begitu juga dengan proposal kegiatan juga memiliki ciri khusus di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Pardosi (2013: 9) di antaranya:
    1. Berisi pedoman kerja, gambaran, atau peta perjalanan lengkap yang akan dilalui selama melakukan kegiatan;
    2. Panitia kegiatan telah mempunyai gambaran menyeluruh dan lengkap mengenai lingkup dan urutan kegiatan maupun tenggang waktuny;
    3. Dirancang oleh kelompok panitia yang berencana menggelar acara;
    4. Biasanya memiliki susunan panitia, bentuk kegiatan, waktu kegiatan, dan nama kegiatan.

    Syarat Penyusunan

    Agar usulan kegiatan itu diterima donatur, proposal yang disusun menurut Kosasih (2012: 129) harus memenuhi persyaratan berikut:
    1. Memiliki struktur dan logika yang jelas. Hindarilah kata-kata seperti mungkin, sebaiknya, ataupun kata-kata lainnya yang menunjukkan sikap ragu-ragu. Untuk itu, gunakanlah kata-kata harus, akan, dan katakata lainya yang bersifat meyakinkan;
    2. Hasil kegiatan itu harus terukur. Gunakan angka-angka yang pasti dan bukan perkiraan;
    3. Rumuskanlah jenis kegiatan secara jelas, inovatif, dan terperinci dan yang betul-betul dapat dikuasai atau dikerjakan;
    4. Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional, tidak mengada-ada

    Manfaat

    Adapun manfaat proposal sebagai berikut
    1. menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut,
    2. menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut,
    3. untuk meyakinkan para donatur/ sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan, Finoza dalam Damayanti (2000:45) .

    Menurut Pardosi (2013:4) manfaat proposal yaitu :
    1. untuk memberitahukan kegiatan atau keunggulan produk Anda,
    2. mengajak pihak lain untuk ikut serta dalam suatu rencana kegiatan atau berharap sebuah instansi akan mengajak kita dalam kegiatan mereka.

    Jenis-jenis Proposal


    Berdasarkan bentuknya,penulisan proposal terdiri dari dua jenis, yaitu: 1) proposal formal adalah yang biasa diajukan ke instansi pemerintah, 2) proposal semiformal adalah variasi atau bentuk lain dari bentuk yang formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap proposal bentuk formal. Menurut Pardosi (2013:8-9), proposal juga dapat dikelompokan berdasarkan kepentingan antara lain;
    • proposal umum (Kegiatan),
    • usaha,
    • penelitian,
    • penawaran.
    Dengan kata lain, setiap proposal memiliki ciri khas tertentu. Proposal kegiatan berisi pedomam kerja, gambaran, peta perjalanan, Panitia kegiatan, dirancang oleh kelompok panitia yang menggelar acara, biasanya memiki susunan panitia, waktu kegiatan, dan mama kegiatan.
    Selaras dengan Agam (2008:25), jenis proposal dibagi menjadi dua jenis, yaitu proposal formal dan proposal non formal/semiformal. Perbedaan yang ada di antar kedua jenis ini terlihat mulai dari gaya penulisan samapi tahap pengirimannya. Sedangkan secara khusus, proposal terbagi menjadi lima jenis, yaitu proposal bisnis, kegiatan, penelitian, kerja sama, dan proyek.

    Unsur-unsur proposal kegiatan sekolah

    Umumnya pada contoh proposal kegiatan sekolah harus terdiri dari 8 usnsur pada pembuatan proposal kegiatan sekolah adalah sebagai berikut:

    1. Pendahuluan(latar belakang masalah).
    Pada saat menulis latar belakang masalah harus diuraikan dengan jelas dan singkat tentang pokok permasalahan dan harus didasarkan pada isi dan tujuan proposal kegiatan sekolah tersebut. Latar belakang masalah juga harus bisa menunjukkan pentingnya permasalahan tersebut untuk segera diselesaikan. Jika proposal kegiatan sekolah tidak mencantumkan latar belakang masalah, tapi dalam proposal kegiatan sekolah tersebut wajib dicantumkan dasar pemikiran.

    2. Masalah (Perumusan masalah)
    Masalah yang akan diungkapkan pada bab ini harus ada kaitannya dengan objek atau kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan juga harus berdasarkan pada apa yang telah digambarkan pada bagian pendahuluan, dasar pemikiran (latar belakang masalah).

    3. Tujuan
    Tujuan disini untuk mengungkapkan maksud dan tujuan diadakannya kegiatan sekolah atau acara untuk menyelesaikan masalah yang timbul.

    4. Sasaran
    Sasaran itu ditujukan kepada siapa kegitan sekolah yang rencananya akan dilakukan.

    5. Pelaksanaan (Teknik pelaksanaan)
    Teknik pelaksanaan adalah bagaimana cara menyesuaikan permasalahan yang diajukan dalam proposal kegiatan sekolah ini. Teknik pelaksanaan ini disampaikan untuk meyakinkan agar penerima proposal bahwa permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan metode yang logis dan tepat.

    6. Jadwal Pelaksanaan
    Jadwal Pelaksanaan dapat meliputi kapan waktu pelaksanaan kegiatan sekolah tersebut, jenis kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan,dan orang yang menangani kegiatan sekolah tersebut. Pada jadwal pelaksanaan ini dapat memberikan gambaran tentang kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan dari awal kegiatan hingga akhir kegiatan.

    7. Anggaran
    Anggaran adalah biaya yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan yang telah diungkapkan pada proposal kegiatan sekolah ini. Pada bagian ini anggaran yang diperlukan harus diajukan secara efisien, objektif,dan logis. Artinya biaya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang diperlukan. Biaya yang diperlukan dirinci berdasarkan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dan memperhatikan harga yang sesuai dan berlaku saat ini.

    8. Penutup
    Penutup dapat berisi kesimpulan, rangkuman, dan harapan karena telah terlaksananya kegiatan sekolah tersebut, selain itu penutup berisi tempat, tanggal penyusunan proposal, tanda tangan dan nama penanggung jawab proposal.

    Download contoh proposal

    Contoh latar belakang proposal

    Berikut adalah contoh kalimat dalam paragraf yang menjadi contoh latar belakang:

    Salah satu fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab. Salah satu prinsip penyelenggaraan pendidikan adalah pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
    Download contoh proposal

    Dalam rangka mewujudkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam tujuan pendidikan nasional, maka perlu adanya peningkatan pemahaman nilai kurltural, dan kemajemukan bangsa dengan mengembangkan kreatifitas peserta didik, baik dalam proses pembelajaran etika dan estetika, maupun dalam aktifitas pengembangan bakat, minat, dan kemampuan peserta didik di bidang kesenian. Melalui seni diharapkan peserta didik  mampu mengembangkan kepribadiaanya, agar memiliki integritas yang tinggi dan mencintai terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional.

    Salah satu wadah untuk mengimplementasikan harapan tersebut adalah dengan ajang Pekan Seni Lomba Menyanyi Pelajar Tingkat Sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan wadah untuk menyalurkan bakat dalam olah vokal, khususnya untuk jenis lagu daerah serta sebagai ajang seleksi bagi para peserta didik untuk mewakili sekolah dalam kegiatan Pekan Olah Raga dan Seni Pelajar Tingkat Kabupaten/Kota ......  Tahun 2019 di Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten......

    Contoh Dasar Penyelenggaraan Kegiatan

    1. Undang-Undang no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
    2. Peraturan Pemerintah NO 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
    3. Surat Ketua Badan Pembina Seni Pelajar Kota/Kabupaten nomor: 04/Pengkab-BPSP/2019 tanggal 24 Februari 2019 tentang Penyelenggara Festival Seni Pelajar se-kota.....

    Contoh maksud dan tujuan

    Maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah:
    1. Meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler peserta didik di SMP Negeri..... melalui minat, bakat, dan kemampuan para siswa, khususnya di bidang seni.
    2. Meningkatkan dan mengembangkan apresiasi seni di kalangan siswa untuk memperkaya seni budaya Bangsa Indonesia yang dapat memperkuat daya saing bangsa.
    3. Menjalin kerja sama antar siswa untuk mempererat rasa persaudaraan dalam rangka keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
    4. Menentukan wakil sekolah guna mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Tingkat kab/kota..... Tahun 2019 di .
    5. Sebagai sarana komunikasi seni dan sekaligus menumbuhkembangkan semangat sportivitas yang tinggi serta rasa kebersamaan antar siswa.

    Download 16 Contoh Proposal pdf dan doc

    1. Download contoh Proposal peringatan maulid nabi
      --> download <--
    2. Download contoh proposal lomba guru
      --> download <--
    3. Download contoh proposal turnamen futsal pdf
      --> download <--
    4. download contoh proposal futsal turnamen sekolah
      --> download <--
    5. download contoh proposal budidaya ikan mujair
      -->download <--
    6. download contoh proposal usaha
      -->download <--
    7. download contoh proposal usaha bengkel motor
      -->download <--
    8. download contoh proposal pembangunan masjid pdf
      -->download <--
    9. contoh proposal kegiatan kampus penanaman seribu pohon docx
      -->download <--
    10. contoh proposal kegiatan pramuka perkemahan
      -->download <--
    11. contoh proposal kegiatan desa tentang BUMDES
      -->download <--
    12. contoh proposal kegiatan pentas seni doc
      -->download <--
    13. contoh proposal kegiatan karang taruna tadarus alquran docx
      -->download <--
    14. contoh proposal kegiatan bakti sosial pdf
      -->download <--
    15. contoh proposal kegiatan sekolah lomba seni tari dan drama docx
      -->download <--
    16. contoh proposal kegiatan HUT RI sekolah doc
      -->download <--

    Referensi:

    • M. Zikri Wiguna, Upaya Meningkatkan Kemampuan....
    • Zhulva Ulinuha, Analisis Kesalahan Pemakaian Bahasa Indonesia Dalam.....
    • Eni Listiyani, Peningkatan Kemampuan Menulis.....