Penggolongan Jenis Ciri-ciri Pengertian Karya Ilmiah

Pengertian Karya Ilmiah

Istilah karya ilmiah dapat dipersamakan dengan istilah karangan atau tulisan ilmiah. Haryanto, Ruslijanto, dan Mulyono (2000) menyatakan: Karangan atau tulisan ilmiah adalah karya tulis yang disusun berdasarkan tulisan, pernyataan, atau gagasan orang lain, baik yang telah, belum, atau bahkan tidak dipublikasikan sama sekali. Dengan demikian, tulisan ini merupakan suatu uraian yang didukung informasi yang telah diuji kebenarannya dan kemudian disajikan dengan cara yang lazim dan benar sesuai dengan metode yang berlaku (hlm. 8).



    Brotowidjoyo (dalam Amir, 2007:105) juga mempersamakan istilah karya ilmiah dengan karangan ilmiah. Menurutnya, karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Di sisi lain, dua orang pakar mempersamakan karya ilmiah dengan tulisan ilmiah dengan batasan sebagai berikut.

    Tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperolehnya melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, penelitian, dan pengetahuan orang lain sebelumnya (Dwiloka dan Riana, 2005: 1).

    Baca Juga: Pengertian Pantun

    Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan pengertian karya ilmiah yaitu suatu karangan atau tulisan yang mengandung ide-ide atau gagasan yang bersifat ilmiah dengan menyajikan fakta umum yang didukung oleh studi kepustakaan atau hasil penelitian orang lain dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.

    Ciri-ciri Karya Ilmiah

    Berbeda dengan tulisan fiksi, karya ilmiah bersifat formal dan harus memenuhi beberapa syarat tertentu yang sekaligus menjadi ciri karya ilmiah. Dwiloka dan Riana (2005:4) mengemukakan beberapa syarat karya ilmiah sebagai berikut.
    1. Lugas dan tidak emosional, maksudnya adalah karya ilmiah hanya mempunyai satu arti, tidak memakai kata-kata kiasan sehingga pembaca tidak membuat tafsiran (interpretasi) sendiri-sendiri. Karena itu, perlu ada batasan (definisi) operasional pengertian suatu istilah, konsep, atau variabel.
    2. Logis, maksudnya adalah kalimat, alinea, subbab, subsubbab, disusun berdasarkan suatu urutan yang konsisten.
    3. Efektif, maksudnya adalah baik alinea atau subbab harus menunjukkan adanya satu kebulatan pikiran, ada penekanan, dan ada pengembangan.
    4. Efisien, maksudnya adalah hanya menggunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.
    5. Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.
    Karya Ilmiah


    Haryanto, dkk. (2000:7) juga menyebutkan ciri-ciri karangan ilmiah sebagai berikut:
    • Menyajikan fakta objektif secara sistematis
    • Pernyataannya cermat, tepat, tulus, dan benar, serta tidak memuat terkaan.
    • Penulisnya tidak mengejar keuntungan pribadi.
    • Penyusunannya dilaksanakan secara sistematis, konseptual, dan prosedural.
    • Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta.
    • Tidak emotif menonjolkan perasaan.
    • Tidak bersifat argumentatif, tetapi kesimpulannya terbentuk atas dasar fakta.

    Penggolongan Jenis-Jenis Karya Ilmiah

    Karya ilmiah dapat digolongkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Haryanto, dkk. (2000:7-10) mengemukakan penggolongan karangan ilmiah sebagai berikut:

    1. Ditinjau dari cara penulisannya, karangan ilmiah dibedakan menjadi:
    • Karangan ilmiah murni, yaitu karangan atau karya ilmiah yang ditujukan untuk konsumsi kalangan profesi atau cendekiawan.
    • Karangan ilmiah populer, yaitu karangan atau karya ilmiah yang ditujukan untuk masyarkat umum dengan tujuan membangkitkan motivasi terhadap suatu pemecahan masalah.
    2. Ditinjau dari sumber utama yang digunakan sebagai sumber informasi yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah pada dasar penulisannya, karya ilmiah dibedakan menjadi:
    • Laporan Kasus (Studi Kasus), yaitu laporan tentang suatu hasil pengamatan atau tindakan pemecahan masalah yang belum banyak diketahui orang. Percobaannya cukup dilakukan pada satu atau beberapa kasus saja.
    • Laporan Penelitian, yaitu suatu laporan tentang penelitian yang telah diselesaikan oleh penulis. Adapun masalah yang diteliti diambil dari sekelompok anggota masyarakat dan percobaannya dilakukan dengan mengikuti suatu metode yang terarah dan rinci.
    • Studi Kepustakaan, yaitu penelaahan gagasan berbagai ahli mengenai suatu masalah untuk diperbandingkan kemudian ditarik kesimpulan menurut pandangan penulis. Dalam pembelajaran di sekolah, studi kepustakaan ini sering disebut dengan istilah karya ilmiah berdasarkan kajian buku.

    3. Ditinjau dari bentuk penyajian karya ilmiah,
    Karya tulis ilmiah dibedakan menjadi makalah, kerja, skripsi, tesis, dan disertasi. Dwiloka dan Riana (2005:5-6) memberikan penjelasan istilah-istilah karya ilmiah tersebut sebagai berikut.
    • Makalah, adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah dan pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris objektif. Makalah biasanya disusun untuk melengkapi tugas tertentu atau memberikan saran pemecahan masalah secara ilmiah. Makalah adalah bentuk yang paling sederhana diantara karya tulis ilmiah yang lain.
    • Kertas kerja (paper) yaitu makalah yang pembahasannya lebih mendalam dan biasanya ditulis untuk disajikan dalam seminar atau lokakarya.
    • Skripsi, yaitu karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung (observasi lapangan atau percobaan di laboratorium) maupun penelitian tidak langsung (studi kepustakaan) dan ditulis sesuai metodologi yang benar sebagai persyaratan mendapatkan gelar sarjana (S-1).
    • Tesis, adalah karya tulis yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri. Karya tulis ini memperbincangkan pengujian terhadap satu atau lebih hipotesis dan ditulis oleh mahasiswa program pasca sarjana untuk mendapatkan gelar magister (S-2).
    • Disertasi, yaitu karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci sebagai syarat untuk menyandang gelar doktor (S-3).

    Karya Ilmiah dari Kajian Buku atau Studi Kepustakaan

    Penulisan karya ilmiah tentu membutuhkan sumber-sumber informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Ada beberapa sumber utama yang digunakan sebagai sumber informasi yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah yang dapat dimanfaatkan dalam penulisan karya ilmiah sebagaimana dikemukakan Haryanto, dkk. (2000:12) sebagai berikut.
    1. Pengalaman atau pengamatan pribadi.
    2. Pengalaman orang lain, yang dapat berupa publikasi dalam bentuk media cetak seperti buku, artikel dalam majalah, brosur, dan lain-lain.
    3. Publikasi bukan berupa media cetak, antara lain berupa kuliah, ceramah, seminar, dan sebagainya.
    4. Suatu bentuk lain pengungkapan pengalaman seseorang, misalnya wawancara atau diskusi yang tidak dipublikasikan. Jenis ini sering disebut sebagai komunikasi pribadi (personal communication) Sebagaimana dikemukakan di atas, salah satu sumber informasi penulisan karya ilmiah adalah pengalaman orang lain dalam bentuk media cetak yang berupa buku-buku atau dapat disebut dengan istilah pustaka. Lebih lanjut, penulisan karya ilmiah yang mengutamakan kepustakaan sebagai sumber informasinya dapat digolongkan dalam studi kepustakaan, yaitu penelaahan gagasan berbagai ahli mengenai suatu masalah untuk diperbandingkan kemudian ditarik kesimpulan menurut pandangan penulis. Dalam pembelajaran di sekolah, studi kepustakaan ini sering disebut dengan istilah karya ilmiah berdasarkan kajian buku.
    Baca Juga: Pengertian Komunikasi

    Dalam penulisan karya ilmiah berupa studi pustaka, penelusuran pustaka merupakan langkah awal yang sangat penting karena dapat menghindarkan penulis dari duplikasi tulisan atau kegiatan. Tindakan ini juga memungkinkan penulis mengetahui cara atau metode yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya sebagai bahan perbandingan. Dari penggalian gagasan ini tidaklah mustahil gagasan atau ide baru bisa timbul demi kesempurnaan penelitian atau penulisan selanjutnya.

    Penulisan karya ilmiah berupa studi pustaka dapat mengalami hambatan bahkan kegagalan apabila kepustakaan yang mutlak diperlukan tidak diperoleh secara memadai. Hal ini dapat dikaitkan dengan pernyataan Edison (dalam Haryanto, dkk. (2000) sebagai berikut.

    Apabila seorang ilmuwan ingin mendapatkan suatu penemuan baru, maka ia memulai kegiatannya dengan membaca semua informasi yang pernah dikemukakan orang lain tentang bidang terkait yang akan ditelitinya. Oleh karena itu, keberadaan perpustakaan yang memadai sebagai sarana penyimpanan informasi yang begitu beragam dan sangat banyak jumlahnya sangat diperlukan (hlm. 18).

    Lebih lanjut Haryanto, dkk. (2000:19) menyebut perpustakaan sebagai unit kerja yang melaksanakan penyiapan, penyediaan, dan pelayanan informasi kepada masyarakat untuk kepentingan pendidikan, penerangan, perencanaan, pengambilan keputusan, tempat rekreasi, dan kebudayaan.

    Koleksi sumber informasi penulisan karya ilmiah yang tersedia di perpustakaan dapat berupa media cetak, misalnya buku teks, majalah. koran, dan sebagainya. Selain itu, ada pula yang berbentuk media dengar-pandang, misalnya tayangan film, foto, pita rekaman, film bingkai, video, dan lain sejenisnya.

    Referensi :
    1. Haryanto AG dkk, 2000, Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah
    2. L. Sudibyo, Drs. M.H. dkk, 2014, Filsafat Ilmu
    3. M. ULFAH, 2012, PENERAPAN TEKNIK PEER-CORRECTION....

    Author

    Tentang penulis: T Nurandhari

    Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

    Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

    0 Comments:

    Post a Comment