Naskah pidato seperti juga naskah dialog, ditulis untuk ditampilkan. Perbedaanya, naskah dialog ditampilkan oleh beberapa orang, sedangkan pidato ditampilkan oleh seorang saja, komunikasi terjadi antara yang berpidato dengan pendengar. Sebenarnya, pidato harus selalu menggunakan naskah. Bila akan berpidato menggunakan naskah, maka harus menyiapkan naskah tersebut terlebih dahulu. Dengan demikian harus memiliki keterampilan menulis naskah pidato.


    Untuk dapat menulis naskah pidato secara efektif harus memiliki teknik menyusun atau menulis naskah pidato. Penyusunan naskah pidato dituntut memiliki kosakata yang banyak dan terampil menulis naskah. Untuk itu perlu beberapa persiapan. Seperti yang dikemukakan Djago Tarigan (1997: 8.25) sebagai berikut;

    Baca Juga: Pengertian Komunikasi

    1. Mengumpulkan Bahan

    Setelah meneliti persoalan dan merumuskan tujuan pidato serta menganalisis pendengar, maka sudah siap untuk menggarap naskah pidato. Boleh menulis teks pidato dengan menggunakan apa-apa yang telah diketahui mengenai persoalan yang akan dibicarakan atau disampaikan. Jika hal ini dianggap kurang cukup, maka harus mencari bahan tambahan yang berupa fakta, ilustrasi, cerita atau pokok-pokok yang kongkrit untuk mengembangakan pidato ini. Tidak ada salahnya bertanya pada seseorang atau pihak yang mengetahui persoalan yang akan dibicarakan. Buku-buku, peraturan-peraturan, majalah-majalah dan surat kabar merupakan sumber informasi yang kaya yang dapat digunakan sebagai bahan dalam rangka menguraikan pidato.

    2. Membuat Kerangka Pidato

    Kerangka dasar dapat dibuat sebelum mencari bahan- bahan, yaitu dengan menentukan pokok-pokok yang akan dibicarakan, sedangkan kerangka yang terperinci baru dapat dibuat setelah bahan-bahan selesai dikumpulkan. Dengan bahan-bahan itu dapat disusun pokok-pokok yang paling penting dalam tata urutan yang baik. Contoh kerangka pidato Slamet Trihartanto (2005:39-40) menjelaskan, inti dari kerangka pidato adalah ; 1) Pendahuluan, 2) Isi, 3) Penutup.

    3. Menguraikan Isi

    Dengan menggunakan kerangka yang telah dibuat, ada dua hal yang dapat dilakuakan yaitu:
    1. Dapat menggunakan kerangka tersebut untuk berpidato, yaitu pidato dengan menggunakan metode ekstemporer
    2. Menulis atau menyusun naskah pidato secara lengkap untuk di bacakan atau dihafalkan. Lebih lanjut Tarigan dkk, (2004 : 78). Menjelaskan naskah pidato biasanya dibuat dengan susunan sebagai berikut.

    1. Pembukaan
    Pidato biasanya diawali dengan kata pembuka, misalnya Assalamu’alaikum Warohmatullaahi Wa Barakaatuh Salam sejahtera selalu, Merdeka dan sebagainnya, sesuai dengan topik pidato. Untuk acara-acara yang bersifat keagamaan biasanya didahului oleh pembacaan beberapa ayat suci.

    2. Pendahuluan
    Pendahuluan berupa ucapan terima kasih yang disampaikan kepada para undangan atas waktu, kesempatan yang telah diberikan, dan juga sedikit penjelasan mengenai pokok masalah yang akan diuraikan dalam pidato.

    contoh pidato persuasi


    3. Isi Pokok
    Isi pokok merupakan uraian yang menjeaskan secara rinci, semua meteri dan persoalan yang di bahas dalam pidato. Urutan harus diatur dan jelas mulai dari awal sampai akhir pidato.

    4. Kesimpulan
    Dalam naskah pidato faktor kesimpulan ini sangat penting, karena dengan menyimpulkan segala scsuatu yang telah dibicarakan, ditambah dengan penjelasan dan anturan, para pembaca/pendengar dapat menghayati maksud dan tujuan semua yang dibicarakan oleh si pembicara, karena yang terakhir dibicarakan biasanya lebih mudah dan lebih lama diingat.

    5. Harapan
    Harapan merupakan sebagian dari kesimpulan, tetapi biasanya merupakan suatu dorongan agar hadirin menaruh minat dan memberikan Lesan terhadap pembicraannya, misalnya, “ … dengan tuntutan serta perkembanga; jaman yang sangat maju, serta dalam era globalisasi hendaknya orang tua selalu memperhatikan kegiatan yang dilakukan putra-putranya, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Agar jangan...,”

    6. Penutup
    Setiap naskah pidato biasanya diakhiri dengan penutup. Ini merupakan ucapan terima kasih atas kesediaan hadirin untuk memperhatikan isi pidato disertai salam penutup kepada hadirin.
    Misalnya,
    Sebagai akhir kata kami ucapkan terima kasih …
    Assalamu’alaikum Warohmatullaahi Wa Barakaatuh

    4. Mengumpulkan Bahan

    Setelah meneliti persoalan dan merumuskan tujuan pidato serta menganalisis pendengar, maka sudah siap untuk menggarap naskah pidato. Boleh mulai menulis teks pidato dengan menggunakan apa-apa yang telah diketahui mcngenai persoalan yang akan dibicarakan atau disampaikan. Jika hal ini dianggap kurang cukup, maka harus mencari bahan- tambahan yang berupa fakta, ilustrasi, cerita atau pokok-pokok yang konkret untuk mengembangkan pidato ini. Tidak ada salahnya bertanya kepada orang atau pihak yang mengetahui persoalan yang akan di bicarakan. Buku-buku, peraturan peraturan, majalah-majalah, dan surat kabar merupakan sumber informasi yang kaya yang dapat digunakan sebagai bahan dalam rangka menguraikan isi pidato.

    Baca Juga: Contoh Teks Editorial

    5. Membuat Kerangka Pidato

    Tarigan dkk., (2004: 8.32), menjelaskan kerangka dasar dapat dibuat sebelum mencari bahan-bahan, yaitu dengan menetukan pokok-pokok yang akan dibicarakan, sedangkan kerangka yang terperinci baru dapat dibuat setelah bahan-bahan itu selesai dikumpulkan. Dengan bahan-bahan itu dapat disusun pokok-pokok yang paling penting dalam tata unit yang baik. Pokok-pokok utama tadi dibuatkan perincian dengan tujuan bahwa bagian-bagian yang terperinci itu harus memperjelas pokok-pokok utarna tadi. Di dalam kerangka ini harus terlihat adanya kesatuan dan koherensi antar bagian-bagian. Dengan adanya kesatuan dan koherensi akan terbentuk suatu kerangka pidato yang baik. Contoh, kerangka pidato meliputi:

    1.Pendahuluan
    Bagian pendahuluan mernuat salam pembuka, ucapan terima kasih, dan kata pengantar untuk menuju kepada isi pidato.
    2. Isi
    Bagian ini memuat uraian topik yang terdiri atas topik atau pokok utama dan sub-sub topik yang memperjelas atau menghubungkan dengan topik utarna.
    3.Penutup
    Bagian penutup memuat kesimpulan, harapan, dan salam penutup.
    (Tarigan dkk., 2004 8.32).

    6. Tahap-tahap Menyusun Teks Pidato

    Ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam menyusun teks pidato (Tarigan dkk., 2004: 8,36-8.37).
    • Membatasi subjek untuk mencocokkan waktu yang tersedia, menjaga Kesatuan dan kepaduan pidato.
    • Menyusun ide pokok menurut tahap-tahap urutan alur dasar pidato dengan memperhatikan kebutuhan, kepuasan, dan lain-lain.
    • Memasukkan dan menyusun submateri yang berhubungan di setiap ide pokok
    • Mengisi materi pendukung yang memperkuat atau membuktikan ide.
    • Memeriksa draf kasar, untuk meyakinkan bahwa subjek telah cukup terekam dan mcncerminkan tujuan khusus pidato.

    Contoh Pidato Singkat (Persuasi)

    Tarigan dkk., (2004: 8.41), contoh pidato persuasi dalam rangka mengajak untuk merencanakan Sumbangan Kepada Para Korban Bencana Alam

    Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara sekalian yang kami hormati. Assalamu’alaikum Warohmatullaahi Wa Barakaatuh

    Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan karunianya kepada kita semua sehingga pada kesempantan ini kita bersama-sama dapat berkumpul dan bertemu muka di sini dalam rangka merencanakan sumbangan yang akan kita berikan kepada saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah bencana alam.

    Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita menuju jalan yang lurus, jalan yang diridloi oleh Allah SWT.

    Sungguh suatu nilai yang mulya dan suci kalau bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara sekalian berkumpul disini dalam rangka merencanakan sumbangan yang akan kita kirimkan kepada saudara-saudara kita yang sedang kena musibah bencana alam tersebut.

    Sebagai umat manusia kita berkewajiban untuk saling tolong menolong dan bantu membantu satu sama lain. Kita yang merasa mampu berkewajihan untuk membantu orang lain yang tidak mampu, yang membutuhkan uluran tangan kita. Apalagi saat ini kita tengah melihat dari menyaksikan saudara-saudara kita yang berada di daerah.... sedang terkena musibah bencana alam, maka kita berkewajiban ikut serta meringankan beban pcnderitaan mereka dengan memberikan sumbangan dan bantuan yang bisa kita berikan.

    Bapak-bapak, ibu - ibu dan saudra-saudara sekalian yang berbahagia. Kita bisa berbangga disini. Tetapi pernahkah terpikir oleh kita betapa sedih, menderita dan sengsaranya saudara-saudara kita yang berada di desa.... yang saat ini tengah terkena musibah bencana alam. Mereka banyak yang kehilanan harta bendanya, tempat tinggalnya bahkan mereka juga banyak yang kehilangan sanak keluarganya. Banyak anak yang kehilangan bapaknya, anak-anak yang kehilangan ibunya serta sebaliknya banyak bapak yang kehilangan anak-anaknya, ibu yang kehilangan anak-anaknya dan suami kehilangan istrinya juga istri kehilangan suaminya. Kita sebagai umat manusia haruslah meyadari bahwa hidup di dunia ini tidaklah sendirian. Kita diciptakan oleh Alloh disamping sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial.

    Sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa lepas dari orang lain artinya bahwa manusia itu mesti memerlukan bantuan dan pertolongan dari orang lain dan tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan-kehutuhan tanpa memerlukan bantuan dan pertolongan orang lain. Meskipun orang itu kaya, akan tetapi tidak bisa lepas dari bantuan dan pertolongan dari orang lain. Orang yang kaya juga tidak selamanya kaya, mungkin suatu saat ia akan mengalami nasib yang menyedihkan karena dunia ini terus berputar.

    Bapak-bapak, ibu-ibu serta saudara-saudara sekalian yang berbahagia. Kesadaran sebagaimana yang telah dilukiskan di atas rupa-rupanya masih mengakar kuat dalam diri kita sehingga keikutsertaan kita dalam meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah bencana alam di desa….merupakan kesadaran yang mendalam yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam tanpa disertai pamrih apa pun.

    Ada pun mengenai barang bantuan yang akan kita kirimkan kesana itu lusa berwujud uang, bahan-bahan makanan, pakaian dan lain sebagainya yang bisa dimanfaatkan olch mereka. Bagi saudara-saudara yang mempunyai uang, bisa dikumpulkan dalam wujud uang dan yang mempunyai bahan-bahan makanan serta pakaian pantas pakai, bisa dikumpulkan dalam wujud pakaian dan bahan-bahan makanan. Setelah semuanya terkumpul, nanti segera akan kita kirirn ke daerah tersebut sehingga secepatnya dapat dimanfaatkan oleh mereka.

    Bapak-hapak, ibu-ibu serta saudara-saudara sekalian yang berbahagia. Sebagai akhir kata marilah kita smua berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa mudah-mudahan saudara-saudara kita yang berada di desa. . ..tersebut diberikan ketabahan dan kekuatan iman dalam menerima musibah tersebut. Amin.

    Demikian yang dapat kami sampaikan dalam kesempatan ini, mudah-mudahan apa yang kami sampaikan’ tadi ada guna dan manfaatnya bagi kita semua serta dapat menjadi motivasi bagi kita untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial dan kepekaan kita terhadap lingkungan yang di sekitar kita.

    Sekian, kurang dan lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
    Bilahitaufig wal hidayat
    Wassalamu’alaikum Warohmatullaahi Wa Barakaatuh

    Contoh Pidato Singkat Penyambutan Tamu

    Tarigan dkk, (2004: 7. 11), memberikan contoh naskah pidato dalam rangka menyambut tamu dalam pesta perkawinan. Contoh ini disajikan secara utuh agar dapat dimengerti mengenai teks pidato yang baik dan sesuai dengan kaidah-kaidah maupun teknik penulisan.

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Bipak-bapak, Ibu-ibu, Saudara serta hadirin yang kami hormati!

    Dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah, pada hari ini kami sekelurga telah dapat melangsungkan upacara tiadisional sederhana atas berlangsungnya perkawinan anak kami Endang Pergiwati dengan Joko Kuncoroningrat.

    Sungguh kami sekeluarga merasa berbahagia sekali atas kehadiran Bapak. ibu, serta Saudara sekalian yang telah berkenan meluangkan waktu untuk ikut memcriahkan pesta perkawinan anak kami tersebut. Semoga amal baik para Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian dapat diterima oleh Allah. Demikian sepatah dua patah kata yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini, bila ada kekurangan pada kami, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
    “Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Dengan melihat contoh naskah pidato di atas, bahwa dalam menyusun naskah pidato diperlukan penguasaan kosakata yang’ memadai, dengan penguasaan kosakata yang memadai dan kemampuan menulis yang baik akan menghasilkan naskah pidato yang baik pula. Untuk itu dibutuhkan langkah-langkah penyusunan naskah pidato. Tarigan dkk., (2004: 8.31), langkah-langkah tersebut sebagai berikut. a) mengumpulkan bahan, b) membuat rangka pidato. c) menguraikan isi naskah pidato sccara terperinci.


    Post a Comment

    Previous Post Next Post