Prototyping Rekayasa Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak sistem (system software) melaksanakan tugas-tugas dasar tertentu yang diperlukan semua pemakai komputer. Komputer tidak mungkin digunakan tanpa perangkat lunak sistem. Perangkat lunak sistem biasanya disiapkan oleh pembuat perangkat keras (penjual atau pemasok perangkat keras) atau perusahaan yang mengkhususkan diri dalam membuat perangkat lunak (penjual atau pemasok perangkat lunak).

Model Prototyping

Prototyping adalah salah satu pendekatan dalam rekayasa perangkat lunak yang secara langsung mendemonstrasikan bagaimana sebuah perangkat lunak atau komponen-komponen perangkat lunak akan bekerja dalam lingkungannya sebelum tahapan konstruksi aktual dilakukan Proses prototyping model secara sederhana melibatkan tiga kegiatan yaitu listen to customer, build, dan customer test.

Ketiga kegiatan tersebut saling berkaitan, berikut merupakan gambaran dari prototyping model:



    Siklus Prototyping Model
    Siklus Prototyping Model Sumber : Pressman, 2007

    Siklus dimulai dari listen to customer di mana programmer melakukan wawancara terhadap user mengenai permasalahan dan kebutuhan apa saja diperlukan dalam fase perancangan. Setelah programmer mendapatkan informasi yang diperlukan dari user, langkah berikutnya adalah programmer membangun software yang diinginkan. Dalam model protoyping, analisis dan desain masih diperlukan saat membangun software. Tahap berikutnya adalah customer test, dimana tahap ini dilakukan setelah software telah selesai kemudian user mencoba software tersebut. Software yang telah selesai masih berupa prototype. Siklus ini akan terus berulang apabila saat customer test, user masih menambahkan kebutuhan lainnya.
    Menarik dibaca juga: Cara Compiling Java

    Prototyping model dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe seperti gambar dibawah ini :

    Klasifikasi Prototyping Model
    Klasifikasi Prototyping Model Sumber : Pressman, 2001
    1. Reusable prototype, Prototype yang akan ditransformasikan menjadi produk final.
    2. Throwaway prototype, Prototype yang akan dibuang begitu selesai menjalankan maksudnya.
    3. Input/output prototype, Prototype yang terbatas pada antar muka pengguna (user interface).
    4. Processing prototype, Prototype yang meliputi perawatan file dasar dan proses-proses transaksi.
    5. System prototype, Prototype yang berupa model lengkap dari perangkat lunak.

    Tahap-tahap Prototyping

    Tahapan dalam prototyping dapat dikatakan merupakan tahap-tahap yang dipercepat. Strategi utama dalam prototyping adalah mengerjakan yang mudah terlebih dahulu dan menyampaikan hasil kepada pengguna sesegera mungkin.

    Tahapan-tahapan secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:
    1. Identifikasi kandidat prototyping, Kandidat dalam kasus ini meliputi user interface (menu, dialog, input dan output), file-file transaksi utama, dan fungsi-fungsi pemrosesan sederhana.
    2. Membangun prototyping, Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan misalnya dengan membuat input dan format output. Proses membangun prototyping dapat dengan bantuan software seperti word processor, spreadsheet, database, pengolah grafik, dan software CASE (Computer-Aided System Engineering).
    3. Uji prototype, Pengujian prototype dilakukan untuk memastikan prototype dapat dengan mudah dijalankan untuk tujuan demonstrasi.
    4. Siapkan prototype USD (User's System Diagram), Tahap ini dilakukan untuk mengidentifikasi bagian-bagian dari perangkat lunak yang di-prototype-kan.
    5. Evaluasi sistem, Evaluasi sistem dilakukan dengan pengguna untuk mengevaluasi prototype dan melakukan perubahan jika diperlukan.
    6. Transformasi prototype ke sistem penuh, Transformasi prototype menjadi perangkat lunak yang beroperasi penuh dengan melakukan penghilangan kode-kode yang tidak dibutuhkan, penambahan program-program yang memang dibutuhkan dan perbaikan dan pengujian perangkat lunak secara berulang.

    Keunggulan dan Kelemahan Prototyping

    Model prototyping memiliki beberapa keuntungan dan kelemahan. Berikut adalah keuntungan dan kelemahan dari model prototyping sebagai pertimbangan

    Keunggulan prototyping adalah:

    1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.
    2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.
    3. Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem.
    4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem.
    5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.

    Kelemahan prototyping adalah :

    1. Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.
    2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem.
    3. Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.

    Prototyping bekerja dengan baik pada penerapan-penerapan yang berciri sebagai berikut:
    1. Resiko tinggi yaitu untuk masalah-masalah yang tidak terstruktur dengan baik, ada perubahan yang besar dari waktu ke waktu, dan adanya persyaratan data yang tidak menentu.
    2. Interaksi pemakai penting . Sistem harus menyediakan dialog online antara pelanggan dan komputer.
    3. Perlunya penyelesaian yang cepat
    4. Perilaku pemakai yang sulit ditebak
    5. Sistem yang inovatif. Sistem tersebut membutuhkan cara penyelesaian masalah dan penggunaan perangkat keras yang mutakhir
    6. Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek
    Referensi:
    H. F. RIAWAN, 2010, Perancangan Program Instant……

    Post a Comment

    0 Comments