Asuransi: Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

Kaitannya dalam Bisnis Ekonomi, "Bisnis Asuransi Menyongsong Era Global" mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat akan keamanan diri dan situasi lingkungan yang kurang bersahabat menjadikan asuransi sebagai peluang bisnis. Apalagi bagi mereka yang "berduit" tidak akan tanggung-tanggung mengasuransikan harta bendanya bahkan nyawanya sendiri untuk menjamin kesejahteraan di masa yang akan datang. Setidaknya untuk mengembalikan posisi keuangan mendekati seperti keadaan sebelum terjadi kerugian.

Baca juga: Daftar Asuransi Kesehatan

Soeisno (1993: 73) berpendapat bahwa perusahaan asuransi yang ada di Indonesia ada 4 (empat) macam perusahaan asuransi. Antara lain perusahaan asuransi jiwa, perusahaan asuransi kerugian/umum, perusahaan reasuransi umum, dan perusahaan asuransi sosial.

Ada beberapa definisi tentang pengertian asuransi, antara lain menurut Undang – Undang No.2 Tahun 1992 tentang perasuransian. Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung (perusahaan asuransi) mengikatkan diri pada tertanggung (konsumen) dengan menerima premi asuransi.

Premi asuransi diberikan tertanggung kepada penanggung untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung (Sri Susilo, 2000: 205).

Sedangkan menurut paham ekonomi, asuransi adalah suatu lembaga keuangan yang melaluinya dapat dihimpun dana besar, yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan, disamping manfaat bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam bisnis asuransi (Sri Susilo, Sigit, dan Totok, 2000: 205).

Sedangkan pada buku Prinsip-Prinsip Manajemen Risiko dan Asuransi ada beberapa definisi asuransi dari beberapa pakar ekonomi, antara lain (Soeisno Djojosoedarso, 1999: 70):

1. Mehr dan Cammak
Asuransi adalah alat sosial untuk mengurangi resiko, dengan menggabungkan sejumlah yang memadai unit-unit yang terkena resiko, sehingga kerugian-kerugian individual mereka secara kolektif dapat diramalkan. Kemudian kerugian yang dapat diramalkan itu dipikul merata oleh mereka yang tergabung.

2. Willet
Asuransi adalah alat sosial untuk mengumpulkan dana guna mengatasi kerugian modal yang tak tentu, yang dilakukan melalui pemindahan resiko dari banyak individu kepada seseorang atau sekelompok orang.

3. Prof. Mark R. Green
Asuransi adalah suatu lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi resiko, dengan jalan mengkombinasikan dalam suatu pengelolaan sejumlah obyek yang cukup besar jumlahnya. Sehingga kerugian tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu.

4. Molengraff
Asuransi adalah persetujuan denghan nama satu pihak (penanggung) mengikatkan diri terhadap yang lain (tertanggung) untuk mengganti kerugian yang dapat diderita oleh tertanggung, karena terjadinya suatu peristiwa yang telah ditunjuk dan yang belum tentu secara kebetulan, dengan mana pula tertanggung berjanji untuk membayar premi.

Ahli Ali Yafie, Menurut Ali Yafie (1994) yang dikutip oleh Muhammad Syakir Sula (2004: 26) "Asuransi berasal dari bahasa Belanda, assurantie, yang dalam hukum Belanda disebut Verzekering yang artinya pertanggungan. Dari peristilahan assurantie kemudian timbul istilah assurandeur bagi penanggung, dan geassureerde bagi tertanggung".

Sedangkan menurut ahli Roberts I. Mehr dalam Muhammad Syakir Sula (2004: 26) mengemukakan bahwa: Pengertian asuransi adalah suatu alat untuk mengurangi risiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit yang berisiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi. Kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan didistribusikan secara proporsional diantara semua unit-unit dalam gabungan tersebut.

Ahli Herman Darmadi, pengertian asuransi menurut Herman Darmadi (2001: 2) ditinjau dari
berbagai sudut pandang, yaitu:

Pengertian Asuransi
Sudut Pandang Objek Teknik Mencapainya
Ekonomi Pengurangan risiko Dengan transfer dan kombinasinya
Hukum Perjanjian pemindahan risiko Melalui pembayaran premi oleh tertanggung kepada penanggung dalam suatu kontrak asuransi
Bisnis Berbagai risiko Dengan memindahkan risiko dari individu ke lembaga penanggung
Sosial Memikul kerugian secara kolektif Semua anggota membayar iuran kerugian yang kebetulan diderita oleh salah satu anggota
Matematika Memperhatikan dan mendistribusikan Dengan perkiraan aktuarial yang didasarkan atas prinsip-prinsip probabilitas

Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Republik Indonesia, dalam Soeisno Djojosoedarso (1999: 71) bahwa:

Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan, menerima suatu premi, untuk memberi penggantian kepadanya karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapakan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, maka asuransi terkandung 4 unsur, yaitu: 

  1. Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar uang premi kepada pihak penanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur. 
  2. Pihak penanggung (insurer) yang berjanji akan membayar sejumlah uang (santunan) kepada pihak tertanggung, sekaligus atau secara berangsurangsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur tak tertentu. 
  3. Suatu peristiwa (accident) yang tidak diketahui sebelumnya. 
  4. Kepentingan (interest) yang mungkin akan mengalami kerugian karena peristiwa yang tak tertentu. 
Berdasarkan definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa asuransi adalah suatu alat untuk mengurangi resiko yang melekat pada perekonomian, dengan cara menggabungkan sejumlah unit-unit yang terkena resiko yang sama atau hampir sama, dalam jumlah yang cukup besar.


0 Comments:

Post a Comment