Tingginya tingkat intensitas gempa di Indonesia dan arus globalisasi membuat masyarakat memikirkan penggunaan bahan bangunan yang jauh lebih aman efektif dan efisien, terutama untuk konstruksi rangka atap dan kanopi. Konstruksi rangka atap umumnya dibuat dari bahan kayu, bajaringan dan baja profil sebagai bangunan yang memiliki sistem struktur atap, seperti bangunan sekolah, perkantoran, rumah sakit, rumah tinggal, tempat ibadah, ruang serba guna, pabrik dan lain-lain, dengan bahan penutup atap dari genteng, seng, asbes, maupun metal sheet.

Menarik Juga Dibaca: Harga Kanopi

Konstruksi bangunan modern banyak didominasi oleh beton dan baja, akan tetapi kayu yang juga merupakan salah satu bahan konstruksi konvensional, penggunaanya pada bangunan – bangunan modern tidak bisa ditinggalkan. Kayu merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable) walaupun ketersediaannya di alam dapat terjamin selama pelestariannya di lakukan dengan baik. Walaupun demikian kayu tetap saja jadi pilihan dalam bahan konstruksi, karena kayu memiliki nilai estetika yang baik jika di bandingkan dengan bahan konstruksi lainnya, ditambah lagi kayu termasuk bahan konstruksi yang ramah lingkungan.

Rangka Atap Baja Ringan

Awal perkembangannya, kayu digunakan masih dalam bentuk asli, seiring perkembangan teknologi yang pesat akhir – akhir ini maka penggunaan kayu dapat disesuaikan dan dikreasikan, sehingga dengan memanfaatkan berbagai kelebihan dan keistimewaanya kayu telah berhasil digunakan sesuai dengan keperluannya mengikuti perkembangan teknologi.

Rangka atap bajaringan untuk rumah mulai banyak dikenal dan dipergunakan 4 - 5 tahun terakhir, dan baja ringan merupakan baja mutu tinggi yang memiliki sifat ringan dan tipis, namun memiliki fungsi setara baja konvensional. Rangka atap bajaringan diciptakan untuk memudahkan perakitan dan konstruksi, meskipun tipis, bajaringan memiliki derajat kekuatan tarik yang tinggi. Di Indonesia, ketebalan bajaringan berkisar dari 0,4 mm – 1 mm, dengan jenis material yang umum digunakan adalah galvanized Z-22, galvalume AZ-100, Zincalume dan ZAM ZG-90. Persaingan yang semakin banyak bergerak dibidang rangka atap bajaringan, membuat konsumen selektif dalam memilihnya dari segi kualitas, waktu, dan biaya.

Baca Juga: Harga Kanopi Kaca

Selain kekuatan yang tidak kalah kuat dibanding kayu, bajaringan juga mempunyai berat yang jauh lebih ringan jika digunakan sebagai konstruksi rangka atap, dibandingkan dengan menggunakan kayu, sehingga dapat mengurangi beban yang dipikul oleh bangunan. Sampai saat ini belum ada standar perencanaan, harga kanopi baja ringan dan biaya resmi yang dikeluarkan pemerintah berhubungan dengan pekerjaan bajaringan. Kami harapkan dengan tulisan saya kali ini dapat memberikan sedikit pengetahuan kepada anda tentang harga kanopi dan rangka atap menggunakan bajaringan.

  • Kanopi Baja Ringan atap  Spandek Harga: Rp. 325.250
    Rangka BajaRingan Double, menggunakan atap  Spandek, Harga adalah per meter persegi

  • Harga Kanopi Baja Ringan atap Go Green  Rp. 300.250
    Rangka Baja Ringan Double, menggunakan atap Go Green, Harga adalah per meter persegi

  • Kanopi Baja Ringan atap Onduline Harga: Rp. 355.250
    Rangka BajaRingan Double, menggunakan atap Onduline, Harga adalah per meter persegi

  • Harga Kanopi Baja Ringan atap Twinlite Rp. 375.250
    Rangka Baja Ringan Double, menggunakan atap Twinlite, Harga adalah per meter persegi

  • Kanopi Baja Ringan atap Solarlite Harga: Rp. 355.250
    Rangka BajaRingan Double, menggunakan atap Solarlite, Harga adalah per meter persegi

  • Harga Kanopi Baja Ringan atap X-Lite Rp. 335.250
    Rangka Baja Ringan Double,  menggunakan atap X-Lite, Harga adalah per meter persegi

  • Kanopi Baja Ringan atap Alderon Harga: Rp. 535.250
    Rangka BajaRingan Double, menggunakan atap Alderon, Harga adalah per meter persegi

Dalam penyelenggaraan konstruksi, faktor harga merupakan bahan pertimbangan utama karena biasanya menyangkut jumlah investasi besar yang harus ditanamkan Pemberi Tugas yang rentan terhadap resiko kegagalan. Fluktuasi harga suatu konstruksi bangunan juga tidak terlepas dari pengaruh situasi ekonomi umum yang mungkin dapat berupa kenaikan harga material, peralatan dan upah tenaga kerja karena inflasi, kenaikan biaya sebagai akibat dari pengembangan bunga bank, kesempitan modal kerja, dan karena suatu keterlambatan. (Istimawan Dipohusodo, 1996).

Kanopi Baja Ringan


Mudah-mudahan dengan tulisan singkat ini dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi bagi kontraktor pelaksana untuk pemilihan dan penggunaan rangka atap kanopi bajaringan yang akan digunakan untuk proyek-proyek lain yang sejenis.

Lifetime Baja Ringan
Life time adalah umur rencana dari bahan suatu konstruksi dengan memikul beban maksimum yang bekerja atau diterima sesuai dengan perencanaan pembebanan. Life time expaction rangka atap bajaringan diukur berdasarkan life time bahan baja lapis ZINCALUM khususnya keausan terhadap korosi.

Life time expectation baja lapis ZINCALUM dari penelitian yang dilakukan di udara terbuka, dapat disimpulkan bahwa life time expactation baja ringan untuk daerah-daerah :
  • Rural atau daerah pegunungan adalah 100 tahun
  • Mild marine atau daerah tepi pantai (0-200 m) dari laut adalah 28 tahun.
Industrial marine atau daerah tepi pantai dan terdapat industri berat adalah 18 tahun. Server marine atau daerah tepi pantai yang sangat korosif (0-50 m) dari laut adalah 2,8 tahun.

Terakhir untuk pemesanan hubungi (021) 29 430 440 no WA 0878-8254-5983 atau kunjungi situs https://asiabengkellas.co.id


Post a Comment

Previous Post Next Post