SISTEMATIKA: Sebuah Contoh Laporan PKL SMK TKJ

Pendahuluan

Program PKL Praktek Kerja Lapangan atau Prakerin praktek kerja industri disusun antara pihak sekolah dan masyarakat ddalam hal ini sebagai Institusi Pasangan (Industri) dalam rangka memenuhi kebutuhan peserta didik sebagai wahana bagi dunia kerja Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) untuk berkontribusi dalam upaya pengembangan SDM (sumber daya manusia) melalui pendidikan di SMK.



    Berdasar Permendikbud No 60 tahun 2014 lampiran 1 a. III. B (point i sampai dengan l).

    1. Praktik Kerja Lapangan (PKL) dapat dilaksanakan menggunakan sistem blok selama setengah semester (sekitar 3 bulan), dapat pula dengan cara masuk 3 hari dalam seminggu, setiap hari 8 jam selama 1 semester.
    2. Pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran kelompok A dan B dapat dilakukan di satuan pendidikan dan/atau industri (terintegrasi dengan PRAKERIN) dengan Portofolio sebagai instrumen utama penilaian.
    3. SMK/MAK menyelenggarakan program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) bersama dengan institusi pasangan, yang memadukan secara sistematis dan sistemik program pendidikan di sekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui bekerja langsung di institusi pasangan, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu.
    4. Khusus untuk Madrasah Aliyah Kejuruan struktur kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Kementerian Agama.

    Tujuan Praktik Kerja Lapangan


    Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) antara lain sebagai berikut.

    1. Mengaktualisasikan model penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) antara SMK dan Institusi Pasangan (DU/DI) yang memadukan secara sistematis dan sistemik program pendidikan di sekolah (SMK) dan program latihan penguasaan keahlian di dunia kerja (DU/DI).
    2. Membagi topik-topik pembelajaran dari Kompetensi Dasar yang dapat dilaksanakan di sekolah (SMK) dan yang dapat dilaksanakan di Institusi Pasangan (DU/DI) sesuai dengan sumber daya yang tersedia di masing-masing pihak.
    3. Memberikan pengalaman kerja langsung (real) kepada peserta didik dalam rangka menanamkan (internalize) iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.
    4. Menanamkan etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk memasuki dunia kerja dalam menghadapi tuntutan pasar kerja global.
    Contoh Laporan PKL

    Laporan PKL

    Pelaporan hasil Praktik Kerja Lapangan disusun oleh peserta didik di bawah pembinaan pembimbing Industri atau Institusi Pasangan. Pembuatan laporan dilakukan dengan cara mengompilasi catatan-catatan pengalaman belajar dari seluruh pekerjaan dan kegiatan pembelajaran di Institusi Pasangan atau Industri yang berasal dari jurnal kegiatan laporan PKL. Hasil kompilasi tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk laporan pakl. Sistematika contoh laporan PKL sekurang-kurangnya memuat sebagai berikut:

    1. Halaman Judul
    Halaman judul memuat (1) Laporan Praktik Kerja Lapangan (2) Judul Laporan (3),Nama Sekolah (4),Tahun Pelajaran (5),Logo Sekolah (6) Maksud Penyusunan, (7) Identitas Penyusun (Nama, NIS, dan Kompetensi Keahlian) bagian bawah (8) Yayasan Sekolah, (9) Nama Sekolah dan (10) Alamat Sekolah menggunakan huruf kapital, kecuali maksud penyusunan dan alamat sekolah menggunakan huruf kecil

    2. Halaman Pengesahan
    Halaman ini berisi keterangan tentang hari dan tanggal ujian, persetujuan panitia ujian (ketua, sekretaris, para penguji) dan pengesahan oleh Kepala Sekolah.

    3. Daftar Isi
    Daftar isi merupakan penyajian sistematika laporan hasil Praktik Kerja Lapangan secara keseluruhan, mulai dari bagian awal/ pembuka, bagian isi/ inti, sampai dengan bagian akhir/ penutup termasuk lampiran-lampirannya. Judul dan Sub Judul yang ditulis dalam daftar isi harus langsung ditunjukkan nomor halamannya

    4. Daftar Gambar (jika ada)
    Daftar tabel berisi nomor urut gambar yang terdapat dalam laporan

    5. Daftar Lampiran
    Daftar tabel berisi nomor urut lampiran yang terdapat dalam laporan

    BAB I.    PENDAHULUAN
    A.    Latar Belakang
    B.    Ruang Lingkup
    C.    Tujuan Praktik Kerja Lapangan
    D.    Manfaat Praktik Kerja Lapangan
    E.    Sistematika Penulisan

    BAB II.    PROSES DAN HASIL BELAJAR DI INDUSTRI/DU-DI
    A.    Gambaran Umum Perusahaan/ Industri atau Instansi
    B.    Struktur Organisasi
    C.    Sejarah Perusahaan/ Industri atau Instansi
    C.    Tabel Kegiatan Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan
    D.    Uraian Kegiatan Praktik Kerja Lapangan
    A.    Permasalahan
    B.    Usulan Pemecahan Masalah


    BAB III.    PENUTUP
    A.    Kesimpulan
    B.    Saran

    Kemudian Laporan hasil kegiatan PKL di Institusi Pasangan atau Industri digunakan sebagai bahan penilaian peserta didik.

    Contoh Laporan PKL

    Dibawah ini adalah contoh laporan pkl smk pada Bab 1 KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN:

    BAB 1
    PENDAHULUAN

    A. Latar belakang

    sesuai dengan hasil pangamatan dan penelitian direktorat pendidikan menengah kejuruan, pola penyelenggaraan di SMK belum secara tegas dapat menghasilkan tamatan sebagaimana yang diharapkan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi pembelajaran yang belum kondusif untuk menghasilkan tenaga yang profesional. Karena keahlian profesional seseorang itu tidak hanya dinilai dari pengetahuan saja, namun juga kemapuan kerja bekerja yang baik. Mata diklat praktik kejuruan yang disajikan di sekolah biarpun menggunakan peralatan yang lengkap dan modern, pada dasarnya hanya mampu menyajikan proses dan simulasi, karena bukan situasi yang sesungguhnya, oleh karena itu sulit diharapkan untuk mampu memberikan keahlian sebagaimana yang diharapkan.

    Penentu kadar keahlian profesional seseorang, hanya dapat dikuasai melalui cara mengerjakan pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri. Karena itulah tumbuh suatu aturan keahlian profesional berdasarkan jumlah pengalaman kerja. Ada dua pihak yaitu lembaga pendidikan dan lapangan kerja yang secara bersama-sama menyelenggarakan suatu program keahlian kejuruan.Dengan demikian kedua belah pihak seharusnya terlibat dan bertanggung jawab mulai dari tahap perencanaan program, tahap penyelenggaraan, sampai penilaian dan penentuan kelulusan siswa.

    Dibawah ini adalah contoh laporan pkl smk pada Bab 2 tentang Dasar pelaksaan praktik kerja industri KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN:

    B. Dasar pelaksaan praktik kerja industri

    Dikmenjur menetapkan strategi operasional yang berdasarkan pada kebijakan "link and match" (kesesuaian dan kesepadanan) departemen pendidikan dan kebudayaan dalam model penyelenggaraan pendidikan sistem ganda.

    Pelaksanaanya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam UU. No. 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional PP No. 20 tahun 1990 tentang sistem pendidikan menengah, PP No. 39 1992 tentang peran serta masyarakat dalam pendidikan nasional, kepmendikbud No. 080/U/1992 tentang sekolah menengah kejuruan dan kepmendikbud No. 080/U/1993 tentang kurukulum SMK.

    Dibawah ini adalah contoh laporan pkl smk pada Bab 2 tentang Tujuan PKL KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN:

    C. Tujuan praktik kerja industri

    praktik kerja industri adalah praktik keahlian produktif yang dilaksanakan di industri, berbentuk kegiatan mengerjakan produksi atau jasa di industri atau perusahaan. Pelaksanaan praktik kerja industri merupakan salah satu upaya mencapai tujuan penyelenggaraan PSG dan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan siswa di bidang teknologi, penyesuaian diri dengan situasi yang sebenarnya, mengupulkan informasi dan menulis laporan yang berkaitan langsung dengan tujuan khusus.

    Setelah siswa melaksanakan program prakerin secara khusus siswa diharapkan memperoleh pengalaman yang mencakup tinjauan tentang perusahaan dan kegiatan praktik yang berhubungan langsung dengan teknologi. Serta mempersiapkan siswa untuk belajar bekerja mandiri, bekerja dalam satu tim dan mengembangkan potensi dan keahlian sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

    Penyelenggaraan pkl pada SMK bertujuan untuk :
    1. Menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, ketermpilan, etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan pekerjaan.
    2. Memperkokoh link and match antar SMK dan dunia kerja
    3. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan kerja berkualitas
    4. Memberi pengakuan dan penghargaan tehadap pengalaman kerja sebagai baigan dari proses pendidikan

    Dibawah ini adalah contoh laporan pkl smk pada Bab 2 KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN:

    BAB II
    IDENTITAS DU/DI

    1. Nama DU/DI : STMIK Sinar Nusantara
    2. Alamat : JL. KH. Samanhudi 84-86,surakarta
    3. Nomor telepon : 0271-716500
    4. Nama pimpinan : Kumaratih Sandradewi, S.P, M.kom
    5. Nama pembimbing : Bebas Widada,S.Si,M.Kom

    Dibawah ini adalah contoh laporan pkl smk pada Bab 2 tentang Sejarah singkat tempat pkl KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN:


    Sejarah Singkat Kampus
    Yayasan Sinar Nusantara didirikan atas kesadaran akan pentingnyapendidikan, khususnya pendidikan tinggi dalam mengisi kemerdekaan kita. Hal ini sesuai dengan apa yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, BAB XIII pendidikan.Dinyatakan dengan jelas pada pasal (1), bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. Sebagai persyaratan hukum dalam mengelola suatu pendidikan tinggi, maka Yayasan Sinar Nusantara didirikan berdasarkan akte Notaris Ida Sofia, No.13 pada tanggal 28 April 1993 di Surakarta.

    Sejarah Singkat STMIK Sinar Nusantara

    Dengan meningkatnya kebutuhan akan pendidikan tinggi dari masyarakat sehingga daya tampung perguruan tinggi negeri tidak mencukupi, maka sadar akan tanggung jawabnya membantu pemerintah pada tanggal 11 September 1993, didirikan AMIK Sinar Nusantara dengan status terdaftar SK. MENDIKBUD No. 114/D/O/1993 tanggal 11 September 1993. Pada tanggal 23 Februari 2000 dengan SK No. 32/DIKTI/Kep/2000 Program Studi Manajemen Informatika D III mendapatkan status Diakui. Kemudian berdasarkan SK DIKTI No. 82/DIKTI/Kep/2000 tanggal 14 April 2000 dibuka program studi Komputerisasi Akuntasi dan Teknik Informatika Program Diploma III. Selanjutnya berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 173/D/O/2001 tangggal 30 Agustus 2001 dilakukan perubahan bentuk AMIK menjadi STMIK dengan penambahan 2 program studi yaitu Teknik Informatika dan Sistem Informasi Jenjang Strata satu (S1). Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Sinar Nusantara siap melaksanakan tugasnya untuk menghasilkan tenaga ilmuwan dan tenaga profesional yang kreatif, inovatif dengan tingkat kemampuan yang tinggi seperti sekolah lainnya, dan mampu menjawab tantangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang makin berkembang. Tantangan itu perlu mendapat respon dari lembaga ini secara terprogram, bukan saja untuk masa kin tetapi juga untuk kurun waktu yang akan datang. Untuk itulah STMIK Sinar Nusantara harus merasa terpanggil untuk menterjemahkan TRI DARMA Perguruan Tinggi ke dalam program yang terarah sesuai yang dibutuhkan jamannya.

    Dibawah ini adalah contoh laporan pkl smk pada Bab 3 KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN:

    BAB III
    HASIL PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

    A. Waktu pelaksanaan
    Lama praktek :2 bulan
    Dimulai tanggal :23 Desember 2013
    Berakhir tanggal :23 Februari 2014

    B. Tempat praktek
    Nama DU/DI :STMIK sinar nusantara
    Alamat DU/DI : JL. KH. Samanhudi 84-86,surakarta
    Nama pimpinan :Kumaratih Sandradewi, S.P, M.kom

    C. Pembimbing
    Nama pembimbing dari sekolah :Sutono S.Pd. T
    Nama pembimbing dari DU/DI :Bapak bebas widodo, S.Si,M.Kom
    dalam pelaksanaan prakerin ini bimbingan diperoleh dari dua pihak yaitu:

    1. Dari sekolah
    Pada saat prakerin berlangsung tentu saja kami diawasi oleh pembimbing dari DU/DI,tapi dari sekolah juga ada pembimbingnya.pembimbing kami yangdari sekolah namanya pak Ali.pembimbing dari sekolah hampir setiap minggu datang untuk melihat kinerja kami, kadang datang saat kami sedang santai,ataupun saat bekerja. Namun dengan itu kami senang karena kami merasa diperhatikan.

    2. Dari DU/DI
    Pembimbing dari DU/DI juga sangat membantu kami, dan sering mengajari kami tentang sesuatu yang berhubungan dengan komputer,baik hardware maupun software. Jujur kami merasa senang karenan kami dididik secara baik dan pembimbing dari DU/DI orangnya juga asyik dan sangat mengerti kami serta kami diajar dengan baik dan disiplin.

    Dibawah ini adalah contoh laporan pkl smk pada Bab 2 tentang DESKRIPSI KEGIATAN PRAKERIN KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN:

    D. DESKRIPSI KEGIATAN PRAKERIN
    puji syukur kita curahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kami, hingga kami dapat menyelesaikan laporan ini. Pada pelaksanaan praktek kerja industri yang dikerjakan selama 2 bulan ada berbagai jenis pekerjaan. Kurang lebihnya riciannya adalah sebagai berikut :

    1. Memanajemen lab
    dalam memanajemen lab , ini kami lakukan setiap ganti jam pelajaran,untuk bertujuan mengetahui apakah ada barang yang ketinggalan atau tidak,mengecek pc (yang mati di hidupkan) dan membersihkan lab tersebut jika ada sampah(tisu,kertas bungkus permen atau sebagainya)

    2. Maintance pc
    Salah satu contoh yang paling sering terjadi kerusakan adalah pada ram yang kotor sehingga tidak mau mendisplay, langkah untuk memperbaikinya:
    • pertama- tama cabut kabel power ,vga,dsb,ingat harus kabel powernya dulu
    • Lalu buka tutup cpu,ambil ramnya
    • kemudian bersihkan dengan setip, karet penghapus,atau kuas
    • setelah itu pasang kembali ramnya.perhatikan saat memasang ramnya, jangan langsung dikunci,tapi cara yang lebih baik ram tersebut,ditekan ujung satu dan ujung yang satunya lagi dengan jari telunjuk dan ibu jari.
    • Tekan dengan kuat dan hati-hati hingga berbunyi klik.
    3. Instalasi bodhi linux
    Proses installasi bodhi linux sangat mudah yaitu sebagai berikut:
    • Pada kotak diaolog pertama saat memulai installasi, klik install Bodhi, Kemudian memilih opsi partisi, dan klik install.
    • dst.
    .....
    Author

    Tentang penulis: T Nurandhari

    Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

    Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

    Akuntansi Keuangan Laporan Keuangan, Laba Rugi

    Pengertian Akuntansi

    Benarkah pendapat bahwa dewasa ini peranan akuntansi sebagai alat pembantu dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dan keuangan semakin disadari oleh para wirausahawan?. Benar, karena alat yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan informasi keuangan perusahaan adalah akuntansi. Sebagai suatu sistem informasi, akuntansi melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data keuangan perusahaan serta menyajikannnya dalam bentuk laporan keuangan.

    Dan Apakah peranan akuntansi dalam membantu melancarkan tugas manajemen sangat menonjol, khususnya dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan pengawasan?. Ya, Menurut Niswonger dan Fess dalam Lestari (1999), akuntansi disebut sebagai bahasa perusahaan. Semakin kita kuasai bahasa ini, akan semakin baik pula kita menangani berbagai aspek keuangan dalam kehidupan ini. Percepatan dari perubahan masyarakat akan mempengaruhi tingkat kompleksitas bahasa ini.


      Apa yang dimaksud akuntansi?, pengertian akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu:
      1. pengertian akuntansi dari sudut pemakai, yaitu suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan sutau organisasi,
      2. pengertian akuntansi dari sudut proses kegiatan, yaitu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi (H. Jusup, 1997).

      Pengertian akuntansi menurut A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) menyatakan bahwa akuntansi merupakan proses mengidentifikasikan, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternatif dalam mengambil kesimpulan oleh para pemakainya (S. Harahap, 2001).

      Tahukah anda? bahwa akuntansi merupakan suatu proses yang menghasilkan apa yang disebut dengan laporan keuangan. Informasi akuntansi harus disusun dan dilaporkan secara objektif agar dapat bermanfaat bagi para pemakainya. Oleh karena itu akuntansi keuangan harus didasarkan pada standar atau pedoman tertentu yang telah teruji dan dapat diterima. Standar-standar ini dikenal dengan nama prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum. Prinsip-prinsip akuntansi lebih merupakan suatu pedoman bertindak dan bisa berubah dari waktu ke waktu. Suatu prinsip bisa saja dihapuskan dan diganti dengan yang baru untuk menyesuaikan dengan perkembangan perekonomian atau praktik-praktik yang berlaku (Haryono,2001:15).

      Apakah perusahaan kecil juga membutuhkan akuntansi? Secara umum kelemahan dari perusahaan kecil adalah bahwa tanggung jawab pemilik tidak terbatas. Disini seluruh harta milik pribadi menjadi jaminan terhadap hutang perusahaan. Selain itu, sumber keuangan juga hanya terbatas pada kemampuan pemilik saja dan sulitnya mempeoleh pinjaman dengan syarat yang lunak ( Sumarni dan Soeprihanto, 1995 ).

      Disinilah peranan akuntansi sangat dibutuhkan. Sebab dengan sistem informasi yang handal yang diwujudkan dalam bentuk laporan keuangan akan sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan ekonomi dan keuangan sehingga tidak terjadi kesalahan pengambilan keputusan yang mengakibatkan kerugian. Selain itu, dengan adanya laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip berterima umum akan lebih meyakinkan kreditur untuk mengucurkan dananya.

      Prinsip Akuntansi

      Pada dasarnya prinsip-prinsip akuntansi yang lazim dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
      1. prinsip harga pertukaran atau harga historis (Cost Principle),
      2. prinsip realisasi pendapatan (Revenue Realization Principle),
      3. prinsip mempertemukan pendapatan dan biaya-biaya (Matching Principle),
      4. prinsip pengungkapan penuh/pelaporan (Full disclosure/Financial Reporting Principle).

      Pengertian akuntansi keuangan

      Akuntansi merupakan proses mengidentifikasikan, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternatif dalam mengambil kesimpulan oleh para pemakainya.

      Pengertian akuntansi keuangan menurut Ainun Na'im dalam Murtiati (2003) akuntansi keuangan adalah akuntansi yang mengolah data-data keuangan perusahaan menjadi informasi keuangan untuk disajikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan secara umum dalam bentuk laporan keuangan.

      Pengertian akuntansi keuangan menurut Harnanto (1986:6) akuntansi keuangan adalah bidang akuntansi yang aktivitas atau kegiatannya berorientasi pada penyediaan informasi kepada pihak ekstern dari suatu organisasi atau perusahaan. Informasi yang ditujukan kepada pihak ekstern terdiri dari banyak pihak masing-masing dengan kepentingan yang berbeda, disajikan dalam bentuk ikhtiar yang bersifat umum, tetapi lengkap dan obyektif, yang lazimnya disebut laporan keuangan.

      Sebagai suatu sistem pengolahan informasi keuangan, Menurut Mulyadi (1997) akuntansi dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu:
      1. akuntansi keuangan merupakan tipe akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan manajemen puncak dan pihak luar organisasi
      2. akuntansi manajemen merupakan tipe akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan manajemen dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi.
      Akuntansi merupakan suatu proses atau dapat disebut suatu siklus yang terjadi dalam suatu periode akuntansi. Proses akuntansi diawali dari pencatatan bukti transaksi dan berakhir dengan penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan hasil akhir proses akuntansi yang menyajikan keberhasilan kegiatan operasional suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan dibuat oleh manajemen sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tugas-tugas yang dibebankan pemilik perusahaan. Laporan keuangan juga dibuat sebagai laporan-laporan kepada pihak di luar perusahaan.

      Secara garis besar akuntansi keuangan mencakup tiga fungsi sebagai berikut:
      1. identifikasi dan pencatatan data,
      2. pengolahan dan analisis data,
      3. penyajian laporan keuangan kepada (para) pihak ekstern.

      Laporan keuangan

      Tujuan Laporan Keuangan

      Pada dasarnya tujuan laporan keuangan menurut PSAK No. 1 ada 2 tujuan:
      1. memberi informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi, 
      2. sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan pada mereka.

      Jenis Laporan Keuangan

      Pada dasarnya hasil akhir dari akuntansi keuangan sebagai suatu rangkaian kegiatan, adalah berupa tiga jenis laporan keuangan yang pokok yaitu:
      1. laporan perhitungan laba rugi, yang memberikan informasi tentang laba(rugi) yang dihasilkan oleh suatu perusahaan,
      2. neraca, adalah suatu laporan yang memberikan informasi tentang sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh suatu perusahaan, dan hasil dari pihak sumber-sumber itu didapat,
      3. laporan perubahan posisi keuangan, adalah suatu laporan yang memberikan informasi tentang perubahan yang terjadi terhadap sumber-sumber ekonomi dalam suatu perusahaan selama suatu masa pembukuan.

      Komponen Laporan Keuangan

      Komponen-komponen laporan keuangan yang lengkap menurut PSAK No. 1 adalah :

      Neraca

      Neraca merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan suatu badan usaha atau perusahaan pada tanggal tertentu. Penyusunan neraca harus dibuat secara sistematis, artinya bahwa dalam neraca, rekening-rekening diklasifikasikan sebagai pos-pos dan dikelompokkan menurut sub total-sub total yang berarti. Neraca disusun sedemikian rupa agar hubungan penting suatu kelompok dengan kelompok lain dapat ditunjukkan dan perhatian difokuskan pada kelompok yang paling penting.

      Terdapat tiga elemen dalam neraca yaitu aktiva, kewajiban dan ekuitas :

      1. Aktiva, merupakan sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu,dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan oleh perusahaan (SAK, 2002 : 13). Dalam sisi aktiva ini tercantum investasi yang dilakukan oleh perusahaan. Aktiva disajikan dengan klasifikasi menurut likuiditas.

      2. Kewajiban, Menurut IAI dalam SAK 2002 halaman 13 kewajiban merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu. Penyelesaian kewajiban ini diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi. Kewajiban disajikan dalam neraca dengan klasifikasi berdasar urutan jatuh temponya.

      3. Ekuitas, merupakan hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban (SAK, 2002 :13). Penyajian modal dalam neraca disajikan dengan klasifikasi menurut sifat kekekalan. Perkiraan lawan (contra account) atas suatu pos tertentu, disajikan sebagai unsur pengurang atas pos yang bersangkutan.

      Laporan Laba Rugi

      Menurut Munandar (1979:16) pengertian laporan rugi laba (income statement) adalah suatu laporan yang disusun secara sistematis, tentang revenues (penghasilan) yang diperoleh, dan tentang expenses (beaya) yang menjadi beban tanggung perusahaan, dalam usahanya selama satu periode tertentu. Laporan rugi laba akan menunjukkan sumber-sumber dari mana penghasilan diperoleh, serta jenis-jenis beaya yang merupakan beban perusahaan selama satu periode. Biasanya jangka waktu periode usaha (operasi) tersebut adalah satu tahun, yang dimulai sejak tanggal 1 Januari dan berakhir tanggal 31 Desember. Dengan membandingkan antara revenues dengan exspenses tersebut, dapatlah diketahui berapa besar rugi atau laba perusahaan.

      Laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu (Zaki Baridwan, 1997 :30). Keuntungan maupun kerugian yang dialami oleh perusahaan merupakan selisih dari pendapatan yang diterima dan biaya yang dikeluarkan perusahaan selama periode yang bersangkutan. Laporan ini sangat penting bagi perusahaan sebab kinerja perusahaan dan keberhasilan menejemen dalam menjalankan perusahaan dapat dinilai dari laporan ini. Terdapat dua bentuk laporan laba rugi yang dibuat oleh perusahaan, yaitu single step dan multiple step (Zaki Baridwan, 1997).

      Laporan laba rugi single step menyajikan informasi laba dalam dua kelompok besar, yaitu pendapatan dan beban. Laporan bentuk ini biasanya digunakan untuk menyajikan laporan laba rugi secara ringkas. Sedangkan laporan laba rugi multiple step merupakan laporan laba rugi yang menyajikan informasi pendapatan dan beban dalam beberapa tahapan perhitungan. Pendapatan dan beban dikelompokkan sedemikian rupa sehingga menunjukkan hubungan antara pendapatan dan beban yang berkaitan.

      Laporan Perubahan Ekuitas

      Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang menunjukkan adanya perubahan, penambahan mapupun pengurangan dalam saldo ekuitas suatu badan usaha. Berdasarkan PSAK No. 1 laporan perubahan ekuitas menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode yang bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran yang dianut dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

      Laporan Arus Kas

      Laporan arus kas merupakan laporan yang melaporkan kas yang disediakan dan digunakan oleh aktivitas, operasi, investasi dan pembelanjaan selama peride tersebut (Kieso, 2001). Laporan arus kas perusahaan dapat diketahui dari posisi keuangan pada dua titik neraca. Penyusunan laporan arus kas ini dengan membandingkan dua neraca peusahaan pada dua titik waktu, misalnya pada wal dan akhir periode.

      Catatan Atas Laporan Keuangan

      Catatan atas laporan keuangan merupakan catatan mengenai perusahaan yang belum tercantum dalam laporan keuangan maupun bersifat memberi penjelasan atas suatu kejadian. Catatan ini mengungkapkan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih, informasi yang diwajibkan dalam PSAK tetapi tidak disajikan dalam laporan keuangan, dan informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian laporan keuangan secara wajar (PSAK No. 1). Kebijakan akuntansi perusahaan yang harus diungkapkan antara lain tentang metode penyusutan aktiva tetap, amortosasi, penilaian persediaan, dan sebagainya.

      Baca Juga : Siklus Akuntansi

      Author

      Tentang penulis: T Nurandhari

      Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

      Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |