Pengertian Akuntansi

Benarkah pendapat bahwa dewasa ini peranan akuntansi sebagai alat pembantu dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dan keuangan semakin disadari oleh para wirausahawan?. Benar, karena alat yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan informasi keuangan perusahaan adalah akuntansi. Sebagai suatu sistem informasi, akuntansi melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data keuangan perusahaan serta menyajikannnya dalam bentuk laporan keuangan.

Dan Apakah peranan akuntansi dalam membantu melancarkan tugas manajemen sangat menonjol, khususnya dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan pengawasan?. Ya, Menurut Niswonger dan Fess dalam Lestari (1999), akuntansi disebut sebagai bahasa perusahaan. Semakin kita kuasai bahasa ini, akan semakin baik pula kita menangani berbagai aspek keuangan dalam kehidupan ini. Percepatan dari perubahan masyarakat akan mempengaruhi tingkat kompleksitas bahasa ini.


    Apa yang dimaksud akuntansi?, pengertian akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu:
    1. pengertian akuntansi dari sudut pemakai, yaitu suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan sutau organisasi,
    2. pengertian akuntansi dari sudut proses kegiatan, yaitu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi (H. Jusup, 1997).

    Pengertian akuntansi menurut A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) menyatakan bahwa akuntansi merupakan proses mengidentifikasikan, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternatif dalam mengambil kesimpulan oleh para pemakainya (S. Harahap, 2001).

    Tahukah anda? bahwa akuntansi merupakan suatu proses yang menghasilkan apa yang disebut dengan laporan keuangan. Informasi akuntansi harus disusun dan dilaporkan secara objektif agar dapat bermanfaat bagi para pemakainya. Oleh karena itu akuntansi keuangan harus didasarkan pada standar atau pedoman tertentu yang telah teruji dan dapat diterima. Standar-standar ini dikenal dengan nama prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum. Prinsip-prinsip akuntansi lebih merupakan suatu pedoman bertindak dan bisa berubah dari waktu ke waktu. Suatu prinsip bisa saja dihapuskan dan diganti dengan yang baru untuk menyesuaikan dengan perkembangan perekonomian atau praktik-praktik yang berlaku (Haryono,2001:15).

    Apakah perusahaan kecil juga membutuhkan akuntansi? Secara umum kelemahan dari perusahaan kecil adalah bahwa tanggung jawab pemilik tidak terbatas. Disini seluruh harta milik pribadi menjadi jaminan terhadap hutang perusahaan. Selain itu, sumber keuangan juga hanya terbatas pada kemampuan pemilik saja dan sulitnya mempeoleh pinjaman dengan syarat yang lunak ( Sumarni dan Soeprihanto, 1995 ).

    Disinilah peranan akuntansi sangat dibutuhkan. Sebab dengan sistem informasi yang handal yang diwujudkan dalam bentuk laporan keuangan akan sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan ekonomi dan keuangan sehingga tidak terjadi kesalahan pengambilan keputusan yang mengakibatkan kerugian. Selain itu, dengan adanya laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip berterima umum akan lebih meyakinkan kreditur untuk mengucurkan dananya.

    Prinsip Akuntansi

    Pada dasarnya prinsip-prinsip akuntansi yang lazim dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    1. prinsip harga pertukaran atau harga historis (Cost Principle),
    2. prinsip realisasi pendapatan (Revenue Realization Principle),
    3. prinsip mempertemukan pendapatan dan biaya-biaya (Matching Principle),
    4. prinsip pengungkapan penuh/pelaporan (Full disclosure/Financial Reporting Principle).

    Pengertian akuntansi keuangan

    Akuntansi merupakan proses mengidentifikasikan, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternatif dalam mengambil kesimpulan oleh para pemakainya.

    Pengertian akuntansi keuangan menurut Ainun Na'im dalam Murtiati (2003) akuntansi keuangan adalah akuntansi yang mengolah data-data keuangan perusahaan menjadi informasi keuangan untuk disajikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan secara umum dalam bentuk laporan keuangan.

    Pengertian akuntansi keuangan menurut Harnanto (1986:6) akuntansi keuangan adalah bidang akuntansi yang aktivitas atau kegiatannya berorientasi pada penyediaan informasi kepada pihak ekstern dari suatu organisasi atau perusahaan. Informasi yang ditujukan kepada pihak ekstern terdiri dari banyak pihak masing-masing dengan kepentingan yang berbeda, disajikan dalam bentuk ikhtiar yang bersifat umum, tetapi lengkap dan obyektif, yang lazimnya disebut laporan keuangan.

    Sebagai suatu sistem pengolahan informasi keuangan, Menurut Mulyadi (1997) akuntansi dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu:
    1. akuntansi keuangan merupakan tipe akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan manajemen puncak dan pihak luar organisasi
    2. akuntansi manajemen merupakan tipe akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan manajemen dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi.
    Akuntansi merupakan suatu proses atau dapat disebut suatu siklus yang terjadi dalam suatu periode akuntansi. Proses akuntansi diawali dari pencatatan bukti transaksi dan berakhir dengan penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan hasil akhir proses akuntansi yang menyajikan keberhasilan kegiatan operasional suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan dibuat oleh manajemen sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tugas-tugas yang dibebankan pemilik perusahaan. Laporan keuangan juga dibuat sebagai laporan-laporan kepada pihak di luar perusahaan.

    Secara garis besar akuntansi keuangan mencakup tiga fungsi sebagai berikut:
    1. identifikasi dan pencatatan data,
    2. pengolahan dan analisis data,
    3. penyajian laporan keuangan kepada (para) pihak ekstern.

    Laporan keuangan

    Tujuan Laporan Keuangan

    Pada dasarnya tujuan laporan keuangan menurut PSAK No. 1 ada 2 tujuan:
    1. memberi informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi, 
    2. sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan pada mereka.

    Jenis Laporan Keuangan

    Pada dasarnya hasil akhir dari akuntansi keuangan sebagai suatu rangkaian kegiatan, adalah berupa tiga jenis laporan keuangan yang pokok yaitu:
    1. laporan perhitungan laba rugi, yang memberikan informasi tentang laba(rugi) yang dihasilkan oleh suatu perusahaan,
    2. neraca, adalah suatu laporan yang memberikan informasi tentang sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh suatu perusahaan, dan hasil dari pihak sumber-sumber itu didapat,
    3. laporan perubahan posisi keuangan, adalah suatu laporan yang memberikan informasi tentang perubahan yang terjadi terhadap sumber-sumber ekonomi dalam suatu perusahaan selama suatu masa pembukuan.

    Komponen Laporan Keuangan

    Komponen-komponen laporan keuangan yang lengkap menurut PSAK No. 1 adalah :

    Neraca

    Neraca merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan suatu badan usaha atau perusahaan pada tanggal tertentu. Penyusunan neraca harus dibuat secara sistematis, artinya bahwa dalam neraca, rekening-rekening diklasifikasikan sebagai pos-pos dan dikelompokkan menurut sub total-sub total yang berarti. Neraca disusun sedemikian rupa agar hubungan penting suatu kelompok dengan kelompok lain dapat ditunjukkan dan perhatian difokuskan pada kelompok yang paling penting.

    Terdapat tiga elemen dalam neraca yaitu aktiva, kewajiban dan ekuitas :

    1. Aktiva, merupakan sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu,dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan oleh perusahaan (SAK, 2002 : 13). Dalam sisi aktiva ini tercantum investasi yang dilakukan oleh perusahaan. Aktiva disajikan dengan klasifikasi menurut likuiditas.

    2. Kewajiban, Menurut IAI dalam SAK 2002 halaman 13 kewajiban merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu. Penyelesaian kewajiban ini diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi. Kewajiban disajikan dalam neraca dengan klasifikasi berdasar urutan jatuh temponya.

    3. Ekuitas, merupakan hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban (SAK, 2002 :13). Penyajian modal dalam neraca disajikan dengan klasifikasi menurut sifat kekekalan. Perkiraan lawan (contra account) atas suatu pos tertentu, disajikan sebagai unsur pengurang atas pos yang bersangkutan.

    Laporan Laba Rugi

    Menurut Munandar (1979:16) pengertian laporan rugi laba (income statement) adalah suatu laporan yang disusun secara sistematis, tentang revenues (penghasilan) yang diperoleh, dan tentang expenses (beaya) yang menjadi beban tanggung perusahaan, dalam usahanya selama satu periode tertentu. Laporan rugi laba akan menunjukkan sumber-sumber dari mana penghasilan diperoleh, serta jenis-jenis beaya yang merupakan beban perusahaan selama satu periode. Biasanya jangka waktu periode usaha (operasi) tersebut adalah satu tahun, yang dimulai sejak tanggal 1 Januari dan berakhir tanggal 31 Desember. Dengan membandingkan antara revenues dengan exspenses tersebut, dapatlah diketahui berapa besar rugi atau laba perusahaan.

    Laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu (Zaki Baridwan, 1997 :30). Keuntungan maupun kerugian yang dialami oleh perusahaan merupakan selisih dari pendapatan yang diterima dan biaya yang dikeluarkan perusahaan selama periode yang bersangkutan. Laporan ini sangat penting bagi perusahaan sebab kinerja perusahaan dan keberhasilan menejemen dalam menjalankan perusahaan dapat dinilai dari laporan ini. Terdapat dua bentuk laporan laba rugi yang dibuat oleh perusahaan, yaitu single step dan multiple step (Zaki Baridwan, 1997).

    Laporan laba rugi single step menyajikan informasi laba dalam dua kelompok besar, yaitu pendapatan dan beban. Laporan bentuk ini biasanya digunakan untuk menyajikan laporan laba rugi secara ringkas. Sedangkan laporan laba rugi multiple step merupakan laporan laba rugi yang menyajikan informasi pendapatan dan beban dalam beberapa tahapan perhitungan. Pendapatan dan beban dikelompokkan sedemikian rupa sehingga menunjukkan hubungan antara pendapatan dan beban yang berkaitan.

    Laporan Perubahan Ekuitas

    Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang menunjukkan adanya perubahan, penambahan mapupun pengurangan dalam saldo ekuitas suatu badan usaha. Berdasarkan PSAK No. 1 laporan perubahan ekuitas menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode yang bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran yang dianut dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

    Laporan Arus Kas

    Laporan arus kas merupakan laporan yang melaporkan kas yang disediakan dan digunakan oleh aktivitas, operasi, investasi dan pembelanjaan selama peride tersebut (Kieso, 2001). Laporan arus kas perusahaan dapat diketahui dari posisi keuangan pada dua titik neraca. Penyusunan laporan arus kas ini dengan membandingkan dua neraca peusahaan pada dua titik waktu, misalnya pada wal dan akhir periode.

    Catatan Atas Laporan Keuangan

    Catatan atas laporan keuangan merupakan catatan mengenai perusahaan yang belum tercantum dalam laporan keuangan maupun bersifat memberi penjelasan atas suatu kejadian. Catatan ini mengungkapkan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih, informasi yang diwajibkan dalam PSAK tetapi tidak disajikan dalam laporan keuangan, dan informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian laporan keuangan secara wajar (PSAK No. 1). Kebijakan akuntansi perusahaan yang harus diungkapkan antara lain tentang metode penyusutan aktiva tetap, amortosasi, penilaian persediaan, dan sebagainya.

    Baca Juga : Siklus Akuntansi