Budidaya Tanaman: Cara Menanam Melon (Bag. 3)


    Penyiapan Lahan

    Cara menanam melon langkah pertama adalah penyiapan lahan. Penyiapan lahan untuk penanaman terlebih dahulu dibersihkan dari sisa tanaman dan sampah, kemudian dilakukan pembajakan dengan kedalaman 20 - 30 cm. Lahan dikering-anginkan selama 5 - 7 hari. Bila masih ada bongkahan tanah, haluskan dan dibiarkan selama 4 - 5 hari.

    Pembuatan bedengan dengan ukuran panjang maksimum 15 m, tinggi 30 - 50 cm, lebar 100 - 120 cm dan lebar parit 50 - 60 cm. Tinggi dan lebar parit disesuaikan dengan keadaan musim saat penanaman. Pada musim hujan, usahakan tinggi bedengan ± 50 cm, agar perakaran tanaman tidak terendam air sewaktu hujan (Rukmana, 1993).

    Tanah dikerjakan bersamaan dengan kegiatan pesemaian, agar pada saat pengolahan tanah selesai, bibit tanaman dari pesemaian dapat langsung dipindahkan ke lapang. Pekerjaan yang pertama adalah membuat bedengan, bedengan perlu lebih luas yaitu kurang lebih 2 meter. Tanah dicampur dengan kedalaman 20-30 cm. Setelah itu dibuat lubang dengan ukuran kira–kira 20x20x20 cm untuk tempat pupuk kandang. Jarak antara lubang yang satu dengan yang lain adalah 50 cm (Tjahjadi, 1989).

    Dengan tehnologi yang lebih maju sebagian besar petani menanam hortikultura menggunakan mulsa PHP ( plastik hitam perak ) walaupun bisa diusahakan dengan menutup mulsa jerami. Mulsa ini ada dua warna, hitam dibawahnya dan putih perak di atasnya. Pemasangan mulsa PHP ini dilakukan minimal 3-5 hari sebelum tanam. Didalam pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan di siang hari, karena pada siang hari plastik lentur dan mudah pemasangannya, dan tidak usah ditarik terlalu kencang karena mulsa akan terlalu tipis dan mudah sobek, mulsa PHP dapat dipakai 2 - 3 kali periode tanam maka supaya dirawat sebaik-baiknya (Soedarya, 2010).

    Persemaian (Cara Menanam Melon dari biji)

    Cara menanam melon langkah kedanya adalah menanam melon dari biji nya. Bersamaan dengan penyiapan lahan, dilakukan penyiapan benih biji melon dan pembenihanya. Media tanam yang digunakan adalah tanah yang berasal dari sekitar rumpun bambu. Media dimasukkan ke dalam polybag berukuran 4 x 6 cm dan diletakkan dalam sungkup. Sungkup terbuat dari rangka bambu dengan lebar bawah 1 m - 1,25 m, tinggi 0,5 m - 0,6 m, bentuknya dibuat melengkung setengah lingkaran. Panjang sungkup disesuaikan dengan kebutuhan benih. Pembenihan harus berada di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Penyemaian benih biji melon dilakukan dengan terlebih dahulu merendam benih dalam air hangat dicampur fungisida berbahan aktif Propamokarb hidroklorida konsentrasi 2 ml/l atau Benomyl konsentrasi 0,5 g/l selama 4-6 jam. Kemudian benih ditiriskan, dan diletakkan di atas kertas koran basah selama 1 hari 2 malam atau 36 jam pada suhu kamar. Benih ditanam ke dalam media semai dengan kedalaman 2 cm dengan letak calon akar atau bagian benih yang runcing berada di bawah (media semai dalam keadaan basah). Setelah berumur 10 - 14 hari atau telah memiliki 2 - 3 pasang daun sempurna, benih biji dipindahkan ke lapangan. Penanaman benih dilakukan pagi atau sore hari pada bedengan yang sehari sebelumnya telah disiram air terlebih dahulu sampai basah (Rukmana, 1993).

    Cara menanam biji melon

    Benih biji melon yang sudah berkecambah harus segera dibibitkan atau disemai dalam media pembibitan. Penyemaian benih dapat menggunakan kantong plastik bening atau polybag berukuran 7x10 cm. Media semai yang digunakan berupa campuran tanah dan pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan 2:1. Penanaman dilakukan dengan cara membuat lubang sedalam 2 cm, lalu benih dimasukkan ke dalam lubang, kemudian benih ditutup dengan tanah (Sobir, 2010).

    Penanaman

    Cara menanam buah melon, Bibit melon dapat dipindahkan dari persemaian ke lahan pada umur 12-14 hari setelah semai benih, yakni setelah berdaun 2-3 helai. Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, hal ini ditujukan untuk menghindarkan tanaman dari stres karena terik matahari. Sesaat sebelum tanam, media tanam dalam plastik semai disiram sampai basah agar tidak pecah/berhamburan ketika plastik dibuka.

    Budidaya Tanaman Melon

    Untuk meningkatkan keseragaman ukuran buah, bibit dipilah dan dikelompokkan berdasarkan ukuran dan kesehatannya. Dengan demikian, pertumbuhan tanaman di lapang seragam dan buahnya juga akan seragam (Sobir, 2009).

    Pemeliharaan Tanaman Melon

    a. Pemasangan lanjaran

    Khusus pada sistem tanam yang dirambatkan, seawal mungkin dilakukan pemasangan lanjaran dari bilah bambu ukuran panjang lanjaran 175 cm - 200 cm dan lebar 3-4 cm, dipasang berjajar dekat batang tanaman melon, sehingga membentuk segitiga. Antara lanjaran satu dengan lanjaran yang lain, semua lanjaran dihubungkan dengan gelagar arah mendatar (horizontal) dan diikat dengan kuat. Keterlambatan pemasangan lanjaran dapat menggangu perakaran tanaman melon (Meina, 1992).

    b. Pengairan

    Pemberian air pada tanaman melon sangat bergantung pada musim yang sedang berlangsung dan fase pertumbuhan tanaman. Pada musim hujan tidak perlu dilakukan pengairan, tetapi saluran-saluran drainase harus diperbaiki agar tidak terjadi penggenangan air hujan disekitar tanaman. Air yang tidak segera dibuang akan mengganggu sistem perakaran tanaman. Sebaliknya pada musim kemarau tanaman melon perlu mendapatkan pengairan yang cukup terutama pada periode pertumbuhan (Samadi, 2010).

    c. Penyulaman

    Sejak bibit berumur lima hari setelah tanam, pertumbuhan bibit harus selalu dipantau. Apabila ditemukan bibit yang mati atau lamban pertumbuhannya, maka harus segera diganti dengan bibit yang baru dan pertumbuhanya bagus. Umur bibit melon yang digunakan sebagai bibit sulaman sebaiknya sama dengan umur bibit yang lainnya, sehingga pertumbuhannya akan seragam. Untuk kepentingan tersebut maka pada saat pembibitan, harus disediakan bibit sebagai cadangan sebanyak ±10% dari total kebutuhan bibit. Kegiatan penyulaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman tidak mengalami stres karena panas matahari. Pada saat bibit sulaman ditanam, akar-akar belum mampu secara langsung berfungsi sempurna, terutama dalam menyerap air, sehingga bila terkena panas matahari akan mudah kehilangan air dan tanaman menjadi layu (Rukmana, 1993).

    d. Sanitasi

    Pengendalian gulma dilakukan pada saat gulma mulai tumbuh. Gulma yang tumbuh di sepanjang parit di luar lubang tanam dibersihkan dengan sabit, cangkul atau secara manual (tangan) minimal seminggu sekali. Pembersihan gulma pada lubang tanam dilakukan secara intensif minimal 3 hari sekali (Sobir, 2010).

    e. Pemupukan Buah Melon

    Pemupukan bertujuan untuk menyediakan hara-hara yang dibutuhkan tanaman bagi pertumbuhan tanaman dan produksi buah yang berkualitas tinggi, yang tidak dapat disediakan oleh tanah pada lokasi penanaman. Mengacu pada hal tersebut maka dosis tepat pupuk tergantung pada tingkat kesuburan tanah. Pupuk utama yang harus disediakan adalah pupuk Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) (Isnaini, 2007).

    f. Pemangkasan

    Pemangkasan dilakukan untuk membuang calon tunas (cabang) yang merugikan, terutama tunas yang muncul di ketiak daun, untuk mendapatkan pertumbuhan vegetatif yang maksimum sehingga pertumbuahan tanaman optimum. Pemangkasan cabang dilakukan dari ruas pertama sampai dengan ruas ke 8 dan di atas ruas ke 11 dengan menyisakan satu helai daun. Cabang pada ruas ke 9-11 tidak perlu dipangkas karena akan dijadikan sebagai tempat munculnya calon buah yang akan dibesarkan (Sobir, 2010).

    g. Persilangan

    Penyerbukan dapat dilakukan secara alami dan secara buatan. Penyerbukan buatan pada tanaman melon dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

    • Menyiapkan bunga jantan melon pada satu wadah yang diambil dari bunga pada tanaman itu sendiri atau tanaman lain dalam satu area pertanaman
    • Menyapukan serbuk sari bunga jantan pada kepala putik bunga betina dengan menggunakan kuas dengan gerakan memutar secara merata. Penyerbukan bunga betina dilakukan sebanyak-banyaknya 4 bunga, pada ruas ke 9-11 sehingga dalam satu tanaman terdapat 4 calon buah melon.
    • Menyerbuki mahkota bunga betina dengan cara menjepit dengan kertas alumunium foil.
    • Keberhasilan penyerbukan akan terlihat pada keesokan harinya.
      Penyerbukan dianggap berhasil jika mahkota bunga layu dan bakal buah semakin membesar. Bakal buah yang berwarna hitam legam dan rontok menandakan penyerbukan gagal sehingga harus diulang pada bunga betina pada ruas di atasnya (Sobir, 2010).

    h. Hama dan Penyakit

    Untuk mencegah penyebaran patogen/hama pada tanaman melon, perlu dilakukan pemantauan setiap hari. Pengenalan gejala serangan harus dikuasai oleh petani. Hal ini untuk mencegah perluasan serangan patogen/hama ke seluruh area pertanaman. Adapun jenis-jenis patogen yang biasanya menyerang tanaman melon adalah Fusarium, Pseudoperonospora, Erysiphe, bakteri virus, nematoda serta beberapa cendawan tanah penyebab busuk akar seperti Pythium, Phytophthora, Sclerotium dan Sclerotinia serta Verticillium. Sedangkan hama yang dapat menyerang tanaman melon adalah kutu daun Aphis, kumbang mentimun, ulat pemakan daun, ulat perusak buah, lalat buah Dacus, tungau serta trips (Tjahjadi, 1989).
    Author

    Tentang penulis: T Nurandhari

    Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

    Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

    Budidaya Melon: Taksonomi, Botani, Syarat Tumbuh (Bag.2)

    Taksonomi dan Botani

    1. Secara Umum

    Melon merupakan tanaman yang tumbuh menjalar atau merambat, berbulu, bersifat semusim (annual) dan juga merupakan tanaman semak. Melon merupakan tanaman yang memiliki tipe bunga monoecious (bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman) dan andromonoecious (pada satu tanaman dihasilkan bunga jantan dengan serbuk sari dan bunga sempurna). Bunga jantan terbentuk dalam kelompok yang keluar hampir pada setiap ketiak daun sedangkan bunga betina dan hermaprodit tumbuh tunggal dengan tangkai yang gemuk pendek, bakal buah terletak di bawah mahkota bunga tumbuh pada ketiak daun yang berbeda (Rukmana 1993). Tanaman melon termasuk dalam kelas tanaman biji berkeping dua.


    Klasifikasi tanaman melon adalah sebagai berikut :
    • Kingdom : Plantae
    • Subkingdom : Tracheobionta
    • Superdivisio : Spermatophyta
    • Divisio : Magnoliophyta/Spermatophyta
    • Subdivisi : Angiospermae
    • Kelas : Magnoliopsida/Dicotyledoneae
    • Subkelas : Dilleniidae
    • Ordo : Violales
    • Familia : Cucurbitaceae
    • Genus : Cucumis
    • Spesies : Cucumis melo L.
    (Soedarya, 2010)

    2. Akar

    Tanaman melon memiliki akar tunggang dan akar cabang yang menyebar pada kedalaman lapisan tanah antara 30 – 50 cm. Akar–akar cabang dan rambut–rambut akar banyak terdapat di permukaan tanah, semakin ke dalam akar–akar tersebut semakin berkurang. Tanaman melon membentuk ujung akar yang menembus ke dalam tanah sedalam 45-90 cm. Akar horizontal cepat berkembang di dalam tanah, menyebar dengan kedalaman 20-30 cm (Tjahjadi, 1989).

    Taksonomi, Botani, Syarat Tumbuh melon

    3. Batang

    Batang tanaman melon bisa mencapai ketinggian (panjang) antara 1,5-3,0 meter, berbentuk segi lima, lunak, berbuku-buku, membelit, beralur, kasar, berwarna hijau. Batang melon mempunyai alat pemegang yang disebut pilin. Batang ini digunakan sebagai tempat memanjat tanaman (Soedarya, 2010).

    4. Daun

    Daun melon (Cucumis melo L) berbentuk hampir bulat, tunggal dan tersebar sudutnya lima, mempunyai jumlah lekukan sebanyak 3-7 lekukan dan memiliki diameter antara 5-8 cm. Daun melon berwarna hijau, lebar bercangap atau berlekuk, menjari agak pendek dan letak antara satu daun dengan daun lainya berselang seling. Permukaan daun kasar, ada jenis melon yang tepi daunnya bergelombang dan tidak bercangap. Panjang pangkal berkisar 5-10 cm dengan lebar 3-8 cm (Soedarya, 2010).

    5. Bunga

    Bunga tanaman melon tumbuh dari ketiak-ketiak daun dan berbentuk lonceng, berwarna kuning. Pembentukan buah melalui penyerbukan sendiri tidak terjadi pada tanaman melon meskipun memiliki bunga sempurna dengan putik dan benang sari. Akan tetapi, terjadi melalui penyerbukan silang antara bunga jantan dan bunga sempurna dari tanaman yang sama atau antar tanaman. Bunga jantan tanaman melon berkelompok 3-5 buah, terdapat pada semua ketiak daun, kecuali pada ketiak daun yang ditempati oleh bunga betina. Jumlah bunga jantan relative lebih banyak dari pada bunga betina. Bunga jantan memiliki tangkai yang tipis dan panjang, akan rontok dalam 1-2 hari setelah mekar. Penyerbukan bunga dilakukan dengan bantuan angin, serangga dan manusia (Tjahjadi, 1989).

    6. Buah

    Buah melon memiliki bentuk, warna kulit, warna daging buah, berat dan bobotnya sangat bervariasi. Buah melon ada yang berbentuk bulat, bulat oval sampai lonjong atau silindris. Warna kulit buah antara putih susu, putih krem, hijau krem, hijau kekuning-kuningan, hijau muda, kuning, kuning muda, kuning jingga sampai kombinasi dari warna-warni tersebut. Daging buah melon berwarna jingga tua hingga muda, merah muda, kuning, hijau, putih, putih susu hingga putih kehijauan. Buah yang sudah mencapai tahap masak mengalami perubahan warna, menghasilkan aroma harum, dan buah terasa lebih lunak. Berdasarkan penampilan kulit buah, melon memiliki dua tipe buah yaitu Netted melon dan Winter melon.
    1. Netted melon memiliki ciri-ciri permukaan luar kasar, kulit buah keras, membentuk garis-garis seperti jala (jaring), berurat dan umumnya kurang tahan lama disimpan.
    2. Sedangkan tipe Winter melon memiliki ciri-ciri permukaan luar yang halus, tidak membentuk garis-garis seperti jala (jaring) pada kulitnya, dan umumnya tahan lama disimpan (Rukmana, 1993).

    7. Kandungan gizi

    Kandungan gizi tiap 100 gr buah melon dari bagian yang dapat dimakan menurut Gillivray, 1961 adalah :

    Jenis Zat Gizi Jumlah
    Energi 23 kalori
    Protein 0,6 gram
    Kalsium 17 miligram
    Vitamin A 2400 IU
    Vitamin C 30 miligram
    Thiamin 0,045 miligram
    Ribloflavin 0,065 miligram
    Niacin 1,0 miligram
    Karbohidrat 6,0 miligram
    Besi 0,4 miligram
    Nicotinamida 0,5 miligram
    Air 93,0 miligram
    Serat 0,4 gram

    Syarat Tumbuh

    1. Iklim

    Melon dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di daerah sub tropis dan tropis. Tanaman melon dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 300-1.000 meter di atas permukaan laut. Tetapi juga mulai dikembangkan pada dataran rendah yaitu memiliki ketinggian kurang dari 300 meter di atas permukaan laut. Mengenai iklim, tanaman melon membutuhkan tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh sekitar 10-12 jam/hari, suhu udaranya hangat dan kelembapan udaranya relatif rendah. Selama perkecambahan idealnya pada suhu 28o-30oC, sedangkan pada periode pertumbuhan kisaran suhu yang ideal 25o-30oC tanaman ini masih toleran di daerah yang kelembaban udaranya antara 70%-80%, tetapi bila suhu udara kurang dari 18oC pertumbuhan tidak dapat berkembang dengan baik. Pada periode pematangan buah diperlukan suhu 26oC di siang hari dan 16oC di malam harinya. Penanaman melon pada umumnya dilakukan pada awal musim kemarau (Rukmana, 1993).

    2. Kesuburan Tanah

    Tanah yang baik untuk tanaman melon adalah tanah liat berpasir yang memiliki lapisan bunga tanah yang tebal, serta banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman berkembang. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, yang ber pH tanah 5,8-7,2. Tanaman melon lebih peka terhadap air tanah yang menggenang atau kondisi aerasi tanah kurang baik daripada tanaman semangka. Di tempat yang kelembaban udaranya rendah atau kering dan ternaungi, tanaman melon sulit untuk berbunga. Tanaman ini lebih cepat tumbuh di daerah terbuka tetapi sinar matahari tidak terlalu terik, yaitu cukup dengan penyinaran 70% (Soedarya, 2010).

    Author

    Tentang penulis: T Nurandhari

    Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

    Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

    Budidaya : Sejarah, Deskripsi dan Klasifikasi Melon (Bag. 1)

    Sekilas Tentang Melon

    Melon (Cucumis melo L.) termasuk famili Cucurbitaceae atau keluarga labu-labuan dan merupakan salah satu buah yang sangat digemari oleh masyarakat sehingga buah tersebut semakin populer di dunia. Namun, buah ini memiliki resiko tinggi dalam kegagalan panen oleh karena itu sangat memerlukan penanganan intensif dalam budidayanya. Sejarah Melon pertama kali masuk ke Indonesia dan mulai dibudidayakan pada tahun 1970 dan menjadi buah bergengsi tinggi dengan harga yang sangat mahal, sehingga hanya kalangan atas yang dapat mengkonsumsinya. Namun, saat ini buah tersebut sudah dapat dinikmati oleh semua kalangan dengan harga terjangkau.


      Melon merupakan buah-buahan yang kini berkembang sebagai komoditas agribisnis. Buah melon mempunyai nilai ekonomis dan prospek untuk dikembangkan. Komoditas ini cukup banyak diminati, selain rasanya enak, juga mempunyai harga yang relatif tinggi baik untuk pasar domestik maupun ekspor. (Soedarya, 2010)

      Teks deskripsi tentang melon

      Tanaman melon merupakan tanaman yang dapat tumbuh baik pada ketinggian 300–1000 meter di atas permukaan air laut. Tanaman melon lebih cepat tumbuh di dataran menengah yang suhunya agak dingin. Tanaman melon memiliki sifat yaitu merupakan tanaman menjalar dan memiliki banyak cabang, daun melon memiliki bentuk seperti daun ketimun, tetapi sudutnya tidak setajam daun ketimun. Daun tanaman melon hampir bundar, bersudut lima, mempunyai 3-7 lekukan, bergaris tengah 8-15 cm. Tanaman melon juga memiliki perakaran yang menyebar dan dangkal, serta memiliki bunga yang berbentuk seperti lonceng dan berwarna kuning. Buah melon adalah buah yang bervariasi dalam bentuk, rasa, aroma, penampilan dan penampakan yang tergantung dari varietas melon tersebut (Sobir, 2010).

      Tanaman melon dibudidayakan melalui beberapa tahapan yaitu penyemaian, perawatan tanaman, panen dan pasca panen. Perawatan tanaman melon meliputi pemupukan, pengairan, penyiangan, pemangkasan, pengendalian hama penyakit. Kadang kala dalam upaya perawatan tanaman melon, kegiatan penyerbukan buatan merupakan salah satu di antaranya. Pada kondisi cuaca yang cerah, tanaman melon pada umumnya akan berbuah dengan bantuan serangga penyerbuk, seperti lebah. Namun pada saat cuaca buruk, terutama pada saat musim penghujan serangga penyerbuk jarang muncul. Oleh karena itu, untuk mendapatkan buah yang berkualitas baik perlu dilakukan penyerbukan buatan. Penyerbukan buatan ini dilakukan pada pagi hari mulai pukul 06.30-10.00 di mana waktu tersebut bunga betina sedang mengalami tahap mekar sempurna. Pemeliharaan tanaman melon ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh baik sesuai dengan yang diharapkan. Buah melon dapat dipanen berdasarkan kenampakan fisiknya dan juga berdasarkan umurnya yaitu sekitar umur 75-120 hari setelah tanam. Setelah dilakukan proses pemanenan maka selanjutnya adalah proses pasca panen yang meliputi penyimpanan, pengangkutan, pengolahan benih hingga pengemasan produk dari tanaman melon tersebut.

      Budidaya Tanaman Melon

      Melon merupakan tanaman yang tumbuh menjalar atau merambat, berbulu, bersifat semusim (annual) dan juga merupakan tanaman semak. Melon merupakan tanaman yang memiliki tipe bunga monoecious (bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman) dan andromonoecious (pada satu tanaman dihasilkan bunga jantan dengan serbuk sari dan bunga sempurna). Bunga jantan terbentuk dalam kelompok yang keluar hampir pada setiap ketiak daun sedangkan bunga betina dan hermaprodit tumbuh tunggal dengan tangkai yang gemuk pendek, bakal buah terletak di bawah mahkota bunga tumbuh pada ketiak daun yang berbeda (Rukmana 1993).

      Tanaman melon termasuk dalam kelas tanaman biji berkeping dua.

      Klasifikasi tanaman melon

      Klasifikasi tanaman melon adalah sebagai berikut :
      Kingdom : Plantae
      Subkingdom : Tracheobionta
      Superdivisio : Spermatophyta
      Divisio : Magnoliophyta/Spermatophyta
      Subdivisi : Angiospermae
      Kelas : Magnoliopsida/Dicotyledoneae
      Subkelas : Dilleniidae
      Ordo : Violales
      Familia : Cucurbitaceae
      Genus : Cucumis
      Spesies : Cucumis melo L.
      (Soedarya, 2010)

      Referensi :

      Wawan Ardi Wahyono, 2011, BUDIDAYA MELON (Cucumis melo L) UNTUK PRODUKSI BENIH....

      Author

      Tentang penulis: T Nurandhari

      Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

      Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |