Taksonomi dan Botani

1. Secara Umum

Melon merupakan tanaman yang tumbuh menjalar atau merambat, berbulu, bersifat semusim (annual) dan juga merupakan tanaman semak. Melon merupakan tanaman yang memiliki tipe bunga monoecious (bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman) dan andromonoecious (pada satu tanaman dihasilkan bunga jantan dengan serbuk sari dan bunga sempurna). Bunga jantan terbentuk dalam kelompok yang keluar hampir pada setiap ketiak daun sedangkan bunga betina dan hermaprodit tumbuh tunggal dengan tangkai yang gemuk pendek, bakal buah terletak di bawah mahkota bunga tumbuh pada ketiak daun yang berbeda (Rukmana 1993). Tanaman melon termasuk dalam kelas tanaman biji berkeping dua.


Klasifikasi tanaman melon adalah sebagai berikut :
  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Superdivisio : Spermatophyta
  • Divisio : Magnoliophyta/Spermatophyta
  • Subdivisi : Angiospermae
  • Kelas : Magnoliopsida/Dicotyledoneae
  • Subkelas : Dilleniidae
  • Ordo : Violales
  • Familia : Cucurbitaceae
  • Genus : Cucumis
  • Spesies : Cucumis melo L.
(Soedarya, 2010)

2. Akar

Tanaman melon memiliki akar tunggang dan akar cabang yang menyebar pada kedalaman lapisan tanah antara 30 – 50 cm. Akar–akar cabang dan rambut–rambut akar banyak terdapat di permukaan tanah, semakin ke dalam akar–akar tersebut semakin berkurang. Tanaman melon membentuk ujung akar yang menembus ke dalam tanah sedalam 45-90 cm. Akar horizontal cepat berkembang di dalam tanah, menyebar dengan kedalaman 20-30 cm (Tjahjadi, 1989).

Taksonomi, Botani, Syarat Tumbuh melon

3. Batang

Batang tanaman melon bisa mencapai ketinggian (panjang) antara 1,5-3,0 meter, berbentuk segi lima, lunak, berbuku-buku, membelit, beralur, kasar, berwarna hijau. Batang melon mempunyai alat pemegang yang disebut pilin. Batang ini digunakan sebagai tempat memanjat tanaman (Soedarya, 2010).

4. Daun

Daun melon (Cucumis melo L) berbentuk hampir bulat, tunggal dan tersebar sudutnya lima, mempunyai jumlah lekukan sebanyak 3-7 lekukan dan memiliki diameter antara 5-8 cm. Daun melon berwarna hijau, lebar bercangap atau berlekuk, menjari agak pendek dan letak antara satu daun dengan daun lainya berselang seling. Permukaan daun kasar, ada jenis melon yang tepi daunnya bergelombang dan tidak bercangap. Panjang pangkal berkisar 5-10 cm dengan lebar 3-8 cm (Soedarya, 2010).

5. Bunga

Bunga tanaman melon tumbuh dari ketiak-ketiak daun dan berbentuk lonceng, berwarna kuning. Pembentukan buah melalui penyerbukan sendiri tidak terjadi pada tanaman melon meskipun memiliki bunga sempurna dengan putik dan benang sari. Akan tetapi, terjadi melalui penyerbukan silang antara bunga jantan dan bunga sempurna dari tanaman yang sama atau antar tanaman. Bunga jantan tanaman melon berkelompok 3-5 buah, terdapat pada semua ketiak daun, kecuali pada ketiak daun yang ditempati oleh bunga betina. Jumlah bunga jantan relative lebih banyak dari pada bunga betina. Bunga jantan memiliki tangkai yang tipis dan panjang, akan rontok dalam 1-2 hari setelah mekar. Penyerbukan bunga dilakukan dengan bantuan angin, serangga dan manusia (Tjahjadi, 1989).

6. Buah

Buah melon memiliki bentuk, warna kulit, warna daging buah, berat dan bobotnya sangat bervariasi. Buah melon ada yang berbentuk bulat, bulat oval sampai lonjong atau silindris. Warna kulit buah antara putih susu, putih krem, hijau krem, hijau kekuning-kuningan, hijau muda, kuning, kuning muda, kuning jingga sampai kombinasi dari warna-warni tersebut. Daging buah melon berwarna jingga tua hingga muda, merah muda, kuning, hijau, putih, putih susu hingga putih kehijauan. Buah yang sudah mencapai tahap masak mengalami perubahan warna, menghasilkan aroma harum, dan buah terasa lebih lunak. Berdasarkan penampilan kulit buah, melon memiliki dua tipe buah yaitu Netted melon dan Winter melon.
  1. Netted melon memiliki ciri-ciri permukaan luar kasar, kulit buah keras, membentuk garis-garis seperti jala (jaring), berurat dan umumnya kurang tahan lama disimpan.
  2. Sedangkan tipe Winter melon memiliki ciri-ciri permukaan luar yang halus, tidak membentuk garis-garis seperti jala (jaring) pada kulitnya, dan umumnya tahan lama disimpan (Rukmana, 1993).

7. Kandungan gizi

Kandungan gizi tiap 100 gr buah melon dari bagian yang dapat dimakan menurut Gillivray, 1961 adalah :

Jenis Zat Gizi Jumlah
Energi 23 kalori
Protein 0,6 gram
Kalsium 17 miligram
Vitamin A 2400 IU
Vitamin C 30 miligram
Thiamin 0,045 miligram
Ribloflavin 0,065 miligram
Niacin 1,0 miligram
Karbohidrat 6,0 miligram
Besi 0,4 miligram
Nicotinamida 0,5 miligram
Air 93,0 miligram
Serat 0,4 gram

Syarat Tumbuh

1. Iklim

Melon dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di daerah sub tropis dan tropis. Tanaman melon dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 300-1.000 meter di atas permukaan laut. Tetapi juga mulai dikembangkan pada dataran rendah yaitu memiliki ketinggian kurang dari 300 meter di atas permukaan laut. Mengenai iklim, tanaman melon membutuhkan tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh sekitar 10-12 jam/hari, suhu udaranya hangat dan kelembapan udaranya relatif rendah. Selama perkecambahan idealnya pada suhu 28o-30oC, sedangkan pada periode pertumbuhan kisaran suhu yang ideal 25o-30oC tanaman ini masih toleran di daerah yang kelembaban udaranya antara 70%-80%, tetapi bila suhu udara kurang dari 18oC pertumbuhan tidak dapat berkembang dengan baik. Pada periode pematangan buah diperlukan suhu 26oC di siang hari dan 16oC di malam harinya. Penanaman melon pada umumnya dilakukan pada awal musim kemarau (Rukmana, 1993).

2. Kesuburan Tanah

Tanah yang baik untuk tanaman melon adalah tanah liat berpasir yang memiliki lapisan bunga tanah yang tebal, serta banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman berkembang. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, yang ber pH tanah 5,8-7,2. Tanaman melon lebih peka terhadap air tanah yang menggenang atau kondisi aerasi tanah kurang baik daripada tanaman semangka. Di tempat yang kelembaban udaranya rendah atau kering dan ternaungi, tanaman melon sulit untuk berbunga. Tanaman ini lebih cepat tumbuh di daerah terbuka tetapi sinar matahari tidak terlalu terik, yaitu cukup dengan penyinaran 70% (Soedarya, 2010).

Post a Comment

Previous Post Next Post