Budidaya : Sejarah, Deskripsi dan Klasifikasi Melon (Bag. 1)

Sekilas Tentang Melon

Melon (Cucumis melo L.) termasuk famili Cucurbitaceae atau keluarga labu-labuan dan merupakan salah satu buah yang sangat digemari oleh masyarakat sehingga buah tersebut semakin populer di dunia. Namun, buah ini memiliki resiko tinggi dalam kegagalan panen oleh karena itu sangat memerlukan penanganan intensif dalam budidayanya. Sejarah Melon pertama kali masuk ke Indonesia dan mulai dibudidayakan pada tahun 1970 dan menjadi buah bergengsi tinggi dengan harga yang sangat mahal, sehingga hanya kalangan atas yang dapat mengkonsumsinya. Namun, saat ini buah tersebut sudah dapat dinikmati oleh semua kalangan dengan harga terjangkau.


    Melon merupakan buah-buahan yang kini berkembang sebagai komoditas agribisnis. Buah melon mempunyai nilai ekonomis dan prospek untuk dikembangkan. Komoditas ini cukup banyak diminati, selain rasanya enak, juga mempunyai harga yang relatif tinggi baik untuk pasar domestik maupun ekspor. (Soedarya, 2010)

    Teks deskripsi tentang melon

    Tanaman melon merupakan tanaman yang dapat tumbuh baik pada ketinggian 300–1000 meter di atas permukaan air laut. Tanaman melon lebih cepat tumbuh di dataran menengah yang suhunya agak dingin. Tanaman melon memiliki sifat yaitu merupakan tanaman menjalar dan memiliki banyak cabang, daun melon memiliki bentuk seperti daun ketimun, tetapi sudutnya tidak setajam daun ketimun. Daun tanaman melon hampir bundar, bersudut lima, mempunyai 3-7 lekukan, bergaris tengah 8-15 cm. Tanaman melon juga memiliki perakaran yang menyebar dan dangkal, serta memiliki bunga yang berbentuk seperti lonceng dan berwarna kuning. Buah melon adalah buah yang bervariasi dalam bentuk, rasa, aroma, penampilan dan penampakan yang tergantung dari varietas melon tersebut (Sobir, 2010).

    Tanaman melon dibudidayakan melalui beberapa tahapan yaitu penyemaian, perawatan tanaman, panen dan pasca panen. Perawatan tanaman melon meliputi pemupukan, pengairan, penyiangan, pemangkasan, pengendalian hama penyakit. Kadang kala dalam upaya perawatan tanaman melon, kegiatan penyerbukan buatan merupakan salah satu di antaranya. Pada kondisi cuaca yang cerah, tanaman melon pada umumnya akan berbuah dengan bantuan serangga penyerbuk, seperti lebah. Namun pada saat cuaca buruk, terutama pada saat musim penghujan serangga penyerbuk jarang muncul. Oleh karena itu, untuk mendapatkan buah yang berkualitas baik perlu dilakukan penyerbukan buatan. Penyerbukan buatan ini dilakukan pada pagi hari mulai pukul 06.30-10.00 di mana waktu tersebut bunga betina sedang mengalami tahap mekar sempurna. Pemeliharaan tanaman melon ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh baik sesuai dengan yang diharapkan. Buah melon dapat dipanen berdasarkan kenampakan fisiknya dan juga berdasarkan umurnya yaitu sekitar umur 75-120 hari setelah tanam. Setelah dilakukan proses pemanenan maka selanjutnya adalah proses pasca panen yang meliputi penyimpanan, pengangkutan, pengolahan benih hingga pengemasan produk dari tanaman melon tersebut.

    Budidaya Tanaman Melon

    Melon merupakan tanaman yang tumbuh menjalar atau merambat, berbulu, bersifat semusim (annual) dan juga merupakan tanaman semak. Melon merupakan tanaman yang memiliki tipe bunga monoecious (bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman) dan andromonoecious (pada satu tanaman dihasilkan bunga jantan dengan serbuk sari dan bunga sempurna). Bunga jantan terbentuk dalam kelompok yang keluar hampir pada setiap ketiak daun sedangkan bunga betina dan hermaprodit tumbuh tunggal dengan tangkai yang gemuk pendek, bakal buah terletak di bawah mahkota bunga tumbuh pada ketiak daun yang berbeda (Rukmana 1993).

    Tanaman melon termasuk dalam kelas tanaman biji berkeping dua.

    Klasifikasi tanaman melon

    Klasifikasi tanaman melon adalah sebagai berikut :
    Kingdom : Plantae
    Subkingdom : Tracheobionta
    Superdivisio : Spermatophyta
    Divisio : Magnoliophyta/Spermatophyta
    Subdivisi : Angiospermae
    Kelas : Magnoliopsida/Dicotyledoneae
    Subkelas : Dilleniidae
    Ordo : Violales
    Familia : Cucurbitaceae
    Genus : Cucumis
    Spesies : Cucumis melo L.
    (Soedarya, 2010)

    Referensi :

    Wawan Ardi Wahyono, 2011, BUDIDAYA MELON (Cucumis melo L) UNTUK PRODUKSI BENIH....

    Author

    Tentang penulis: T Nurandhari

    Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

    Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

    0 Comments:

    Post a Comment