Penyiapan Lahan

    Cara menanam melon langkah pertama adalah penyiapan lahan. Penyiapan lahan untuk penanaman terlebih dahulu dibersihkan dari sisa tanaman dan sampah, kemudian dilakukan pembajakan dengan kedalaman 20 - 30 cm. Lahan dikering-anginkan selama 5 - 7 hari. Bila masih ada bongkahan tanah, haluskan dan dibiarkan selama 4 - 5 hari.

    Pembuatan bedengan dengan ukuran panjang maksimum 15 m, tinggi 30 - 50 cm, lebar 100 - 120 cm dan lebar parit 50 - 60 cm. Tinggi dan lebar parit disesuaikan dengan keadaan musim saat penanaman. Pada musim hujan, usahakan tinggi bedengan ± 50 cm, agar perakaran tanaman tidak terendam air sewaktu hujan (Rukmana, 1993).

    Tanah dikerjakan bersamaan dengan kegiatan pesemaian, agar pada saat pengolahan tanah selesai, bibit tanaman dari pesemaian dapat langsung dipindahkan ke lapang. Pekerjaan yang pertama adalah membuat bedengan, bedengan perlu lebih luas yaitu kurang lebih 2 meter. Tanah dicampur dengan kedalaman 20-30 cm. Setelah itu dibuat lubang dengan ukuran kira–kira 20x20x20 cm untuk tempat pupuk kandang. Jarak antara lubang yang satu dengan yang lain adalah 50 cm (Tjahjadi, 1989).

    Dengan tehnologi yang lebih maju sebagian besar petani menanam hortikultura menggunakan mulsa PHP ( plastik hitam perak ) walaupun bisa diusahakan dengan menutup mulsa jerami. Mulsa ini ada dua warna, hitam dibawahnya dan putih perak di atasnya. Pemasangan mulsa PHP ini dilakukan minimal 3-5 hari sebelum tanam. Didalam pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan di siang hari, karena pada siang hari plastik lentur dan mudah pemasangannya, dan tidak usah ditarik terlalu kencang karena mulsa akan terlalu tipis dan mudah sobek, mulsa PHP dapat dipakai 2 - 3 kali periode tanam maka supaya dirawat sebaik-baiknya (Soedarya, 2010).

    Persemaian (Cara Menanam Melon dari biji)

    Cara menanam melon langkah kedanya adalah menanam melon dari biji nya. Bersamaan dengan penyiapan lahan, dilakukan penyiapan benih biji melon dan pembenihanya. Media tanam yang digunakan adalah tanah yang berasal dari sekitar rumpun bambu. Media dimasukkan ke dalam polybag berukuran 4 x 6 cm dan diletakkan dalam sungkup. Sungkup terbuat dari rangka bambu dengan lebar bawah 1 m - 1,25 m, tinggi 0,5 m - 0,6 m, bentuknya dibuat melengkung setengah lingkaran. Panjang sungkup disesuaikan dengan kebutuhan benih. Pembenihan harus berada di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Penyemaian benih biji melon dilakukan dengan terlebih dahulu merendam benih dalam air hangat dicampur fungisida berbahan aktif Propamokarb hidroklorida konsentrasi 2 ml/l atau Benomyl konsentrasi 0,5 g/l selama 4-6 jam. Kemudian benih ditiriskan, dan diletakkan di atas kertas koran basah selama 1 hari 2 malam atau 36 jam pada suhu kamar. Benih ditanam ke dalam media semai dengan kedalaman 2 cm dengan letak calon akar atau bagian benih yang runcing berada di bawah (media semai dalam keadaan basah). Setelah berumur 10 - 14 hari atau telah memiliki 2 - 3 pasang daun sempurna, benih biji dipindahkan ke lapangan. Penanaman benih dilakukan pagi atau sore hari pada bedengan yang sehari sebelumnya telah disiram air terlebih dahulu sampai basah (Rukmana, 1993).

    Cara menanam biji melon

    Benih biji melon yang sudah berkecambah harus segera dibibitkan atau disemai dalam media pembibitan. Penyemaian benih dapat menggunakan kantong plastik bening atau polybag berukuran 7x10 cm. Media semai yang digunakan berupa campuran tanah dan pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan 2:1. Penanaman dilakukan dengan cara membuat lubang sedalam 2 cm, lalu benih dimasukkan ke dalam lubang, kemudian benih ditutup dengan tanah (Sobir, 2010).

    Penanaman

    Cara menanam buah melon, Bibit melon dapat dipindahkan dari persemaian ke lahan pada umur 12-14 hari setelah semai benih, yakni setelah berdaun 2-3 helai. Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, hal ini ditujukan untuk menghindarkan tanaman dari stres karena terik matahari. Sesaat sebelum tanam, media tanam dalam plastik semai disiram sampai basah agar tidak pecah/berhamburan ketika plastik dibuka.

    Budidaya Tanaman Melon

    Untuk meningkatkan keseragaman ukuran buah, bibit dipilah dan dikelompokkan berdasarkan ukuran dan kesehatan nya. Dengan demikian, pertumbuhan tanaman di lapang seragam dan buahnya juga akan seragam (Sobir, 2009).

    Pemeliharaan Tanaman Melon

    a. Pemasangan lanjaran

    Khusus pada sistem tanam yang dirambatkan, seawal mungkin dilakukan pemasangan lanjaran dari bilah bambu ukuran panjang lanjaran 175 cm - 200 cm dan lebar 3-4 cm, dipasang berjajar dekat batang tanaman melon, sehingga membentuk segitiga. Antara lanjaran satu dengan lanjaran yang lain, semua lanjaran dihubungkan dengan gelagar arah mendatar (horizontal) dan diikat dengan kuat. Keterlambatan pemasangan lanjaran dapat menggangu perakaran tanaman melon (Meina, 1992).

    b. Pengairan

    Pemberian air pada tanaman melon sangat bergantung pada musim yang sedang berlangsung dan fase pertumbuhan tanaman. Pada musim hujan tidak perlu dilakukan pengairan, tetapi saluran-saluran drainase harus diperbaiki agar tidak terjadi penggenangan air hujan disekitar tanaman. Air yang tidak segera dibuang akan mengganggu sistem perakaran tanaman. Sebaliknya pada musim kemarau tanaman melon perlu mendapatkan pengairan yang cukup terutama pada periode pertumbuhan (Samadi, 2010).

    c. Penyulaman

    Sejak bibit berumur lima hari setelah tanam, pertumbuhan bibit harus selalu dipantau. Apabila ditemukan bibit yang mati atau lamban pertumbuhannya, maka harus segera diganti dengan bibit yang baru dan pertumbuhanya bagus. Umur bibit melon yang digunakan sebagai bibit sulaman sebaiknya sama dengan umur bibit yang lainnya, sehingga pertumbuhannya akan seragam. Untuk kepentingan tersebut maka pada saat pembibitan, harus disediakan bibit sebagai cadangan sebanyak ±10% dari total kebutuhan bibit. Kegiatan penyulaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman tidak mengalami stres karena panas matahari. Pada saat bibit sulaman ditanam, akar-akar belum mampu secara langsung berfungsi sempurna, terutama dalam menyerap air, sehingga bila terkena panas matahari akan mudah kehilangan air dan tanaman menjadi layu (Rukmana, 1993).

    d. Sanitasi

    Pengendalian gulma dilakukan pada saat gulma mulai tumbuh. Gulma yang tumbuh di sepanjang parit di luar lubang tanam dibersihkan dengan sabit, cangkul atau secara manual (tangan) minimal seminggu sekali. Pembersihan gulma pada lubang tanam dilakukan secara intensif minimal 3 hari sekali (Sobir, 2010).

    e. Pemupukan Buah Melon

    Pemupukan bertujuan untuk menyediakan hara-hara yang dibutuhkan tanaman bagi pertumbuhan tanaman dan produksi buah yang berkualitas tinggi, yang tidak dapat disediakan oleh tanah pada lokasi penanaman. Mengacu pada hal tersebut maka dosis tepat pupuk tergantung pada tingkat kesuburan tanah. Pupuk utama yang harus disediakan adalah pupuk Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) (Isnaini, 2007).

    f. Pemangkasan

    Pemangkasan dilakukan untuk membuang calon tunas (cabang) yang merugikan, terutama tunas yang muncul di ketiak daun, untuk mendapatkan pertumbuhan vegetatif yang maksimum sehingga pertumbuahan tanaman optimum. Pemangkasan cabang dilakukan dari ruas pertama sampai dengan ruas ke 8 dan di atas ruas ke 11 dengan menyisakan satu helai daun. Cabang pada ruas ke 9-11 tidak perlu dipangkas karena akan dijadikan sebagai tempat munculnya calon buah yang akan dibesarkan (Sobir, 2010).

    g. Persilangan

    Penyerbukan dapat dilakukan secara alami dan secara buatan. Penyerbukan buatan pada tanaman melon dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

    • Menyiapkan bunga jantan melon pada satu wadah yang diambil dari bunga pada tanaman itu sendiri atau tanaman lain dalam satu area pertanaman
    • Menyapukan serbuk sari bunga jantan pada kepala putik bunga betina dengan menggunakan kuas dengan gerakan memutar secara merata. Penyerbukan bunga betina dilakukan sebanyak-banyaknya 4 bunga, pada ruas ke 9-11 sehingga dalam satu tanaman terdapat 4 calon buah melon.
    • Menyerbuki mahkota bunga betina dengan cara menjepit dengan kertas alumunium foil.
    • Keberhasilan penyerbukan akan terlihat pada keesokan harinya.
      Penyerbukan dianggap berhasil jika mahkota bunga layu dan bakal buah semakin membesar. Bakal buah yang berwarna hitam legam dan rontok menandakan penyerbukan gagal sehingga harus diulang pada bunga betina pada ruas di atasnya (Sobir, 2010).

    h. Hama dan Penyakit

    Untuk mencegah penyebaran patogen/hama pada tanaman melon, perlu dilakukan pemantauan setiap hari. Pengenalan gejala serangan harus dikuasai oleh petani. Hal ini untuk mencegah perluasan serangan patogen/hama ke seluruh area pertanaman. Adapun jenis-jenis patogen yang biasanya menyerang tanaman melon adalah Fusarium, Pseudoperonospora, Erysiphe, bakteri virus, nematoda serta beberapa cendawan tanah penyebab busuk akar seperti Pythium, Phytophthora, Sclerotium dan Sclerotinia serta Verticillium. Sedangkan hama yang dapat menyerang tanaman melon adalah kutu daun Aphis, kumbang mentimun, ulat pemakan daun, ulat perusak buah, lalat buah Dacus, tungau serta trips (Tjahjadi, 1989).

    Post a Comment

    Previous Post Next Post