Pengertian Radikalisme Menurut Para Ahli (Lengkap)

Pengertian Radikalisme Menurut Para Ahli


Arti Radikalisme Menurut Komaruddin (2002:212) bahwa radikalisme berasal dari bahasa Latin "radix", yang berarti akar, kaki, atau dasar. Jadi, radikalisme adalah suatu paham yang menginginkan pembaharuan atau perubahan sosial dan politik dengan ekstrim dan drastik hingga ke akarnya.



    Arti Radikalisme adalah gerakan-gerakan dari kaum pinggiran, karena sebab-sebab tertentu. Mereka menggunakan cara-cara yang radikal, keras dan secara tiba-tiba, baik itu mengenai strategi, taktik, tujuan maupun sasaran dari gerakan itu.

    Arti Gerakan radikal menurut Sartono Kartodirdjo (1975:241) adalah gerakan-gerakan rakyat yang bersifat tradisional, sehingga strategi dan taktiknya masih terlalu sederhana, berumur sangat pendek, berada dalam lingkup lokal atau regional dan umumnya dilakukan untuk melawan keadaan yang dianggap tidak adil.

    Faktor Penentu Gerakan Sosial

    Pengertian Radikalisme Menurut Para Ahli


    Sebuah gerakan dapat terjadi apabila terdapat sejumlah faktor penentu, yaitu sebagai berikut (http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_sosial) :

    1. Structural Conduciveness (Kondisi Struktural), yaitu suatu struktur sosial yang mendukung terjadinya suatu gerakan. Terdiri dari under conditions of economic pressure (tekanan ekonomi) dan the structure of the social and politic situation (struktur keadaan sosial dan politik).
    2. Structural Strain (Ketegangan Struktural), yaitu adanya ketegangan struktural yang timbul. Terdiri dari extreme religious movement (gerakan keagamaan yang ekstrem), race riots (rasisme), dan economic deprivation (depresi ekonomi).
    3. The Precipitating Factor (Faktor Pemercepat), yaitu faktor pencetus yang berupa suatu dramatik, suatu peristiwa empirik.
    4. Mobilization into action (Mobilisasi Untuk Mengadakan Aksi), yaitu suatu mobilisasi untuk bertindak, dalam hal ini peranan seseorang amat menentukan. Situasi dapat berkembang dari kepanikan, timbulnya kerusuhan dan kemudian diteruskan dengan agitasi untuk reform atau revolusi.
    5. The Operation of Social Control (Kontrol Sosial), yaitu pengoperasian kontrol sosial atau faktor penentu yang berbalik mencegah, mengganggu, membelokkan, atau merintangi gerakan itu.

    Pengertian Kekerasan

    Definisi kekerasan dari New Oxford Dictionary adalah perilaku yang melibatkan kekuatan fisik dan dimaksudkan untuk menyakiti, merusakan, atau membunuh seseorang atau sesuatu.

    Menurut Colombijn (I Ngurah Suryawan, 2010: 20), mengkategorikan kekerasan menjadi 4 bagian :

    1. Kekerasan oleh negara atau lembaga negara
    2. Kekerasan oleh kelompok masyarakat
    3. Kekerasan oleh kelompok jagoan dan milisi
    4. Kekerasan oleh perorangan yang berkumpul untuk sementara dalam kerumunan

    Secara etimologis, kekerasan merupakan terjemahan dari kata "violence", berasal dari bahasa Latin "violentia", yang berarti force, kekerasan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata kekerasan digunakan sebagai padanan "violence", yaitu perbuatan seseorang atau kelompok orang yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain.

    Menurut Dom Helder Camara yang mengemukakan mengenai teori spiral kekerasan, di mana ada tiga bentuk kekerasan, yaitu:

    1. Kekerasan yang bersifat personal, merupakan sebagai gejala yang menimpa baik perseorangan, kelompok, maupun negara, yang diakibatkan oleh bekerjanya ketidak-adilan sosial dan ketimpangan ekonomi.
    2. Institusional, Ketidakadilan ini juga terjadi sebagai akibat dari upaya sekelompok elit, yang mempertahankan kepentingan mereka, sehingga membuat kondisi kelompok bawah hidup di bawah standar yang layak sebagai manusia. Kondisi tersebut yang mendorong munculnya kekerasan institusional, yaitu pemberontakan dan protes di kalangan masyarakat sipil.
    3. Struktural. Ketika kondisi tersebut telah terjadi, maka kemudian penguasa memandang dirinya berkewajiban memelihara ketertiban, meski harus menggunakan cara-cara kekerasan. Hal tersebut memunculkan kekerasan struktural yaitu represi penguasa, di mana digunakan cara-cara kekerasan oleh lembaga negara untuk menekan pemberontakan sipil. Represi negara yang dilakukan akan memperparah kondisi ketidakadilan (I Ngurah Suryawan, 2010:92-93).

    Menurut Teori Hegemoni dari Antonio Gramsci, yaitu agar yang dikuasai mematuhi penguasa, yang dikuasai tidak hanya harus merasa mempunyai dan menginternalisasi nilai-nilai serta norma penguasa, melainkan juga harus menyetujui dominasi kekuasaan mereka.

    Pengertian hegemoni menurut Gramsci yaitu penguasaan oleh satu atau beberapa kelompok atas yang lainnya, dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologis dan bukan hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. Untuk mendapatkan kekuatan sosial yaitu dengan cara melalui perjuangan politik dan ideologi. Hegemoni tidak pernah diperoleh begitu saja, tetapi harus selalu diperjuangkan. Hal ini jelas menuntut kegigihan yang tinggi dari kelas penguasa untuk mempertahankan dan memperkuat otoritas sosial dalam berbagai kekuatan sosial (Roger Simon, 2000:19-20).

    Menurut Habermas yang dikutip oleh Zainuddin Maliki (2004: 25-26), penguasa diberi hak oleh publik dalam menjalankan kekuasaan dan bahkan dominasi, baik melalui kekerasan maupun legitimasi. Namun, dominasi bisa terjadi ketika seorang penguasa memaksakan kehendaknya pada pihak lain dengan memberi pandangan bahwa tindakan itu benar. Penguasa membungkus kekerasan dengan memanipulasi sentimen masyarakat dan memberikan justifikasi politik dengan menggunakan ideologi tertentu.

    Dalam kekerasan masyarakat terdapat juga faktor politik yang kemudian mengakibatkan terjadinya kekerasan masyarakat berlatar politik. Pada dasarnya, kekerasan masyarakat adalah kekerasan yang dilakukan kelompok masyarakat akibat ketidakadilan, penindasan, represi yang dialami oleh kelompok masyarakat.

    Kekerasan politik terjadi karena diterapkannya sistem politik kekerasan di masyarakat yang dipelopori oleh negara atau pemerintah ke dalam sistem pelaksanaan pemerintahan. Ada kaitan yang erat antara kekerasan politik dan sistem pemerintahan yang diterapkan atau dianut oleh suatu negara. Di situ sebenarnya terdapat kaitan langsung antara partisipasi, stabilitas, dan kekerasan (I Ngurah Suryawan, 2010: 18).

    Kekerasan politik sering dilakukan oleh pemerintah dalam bentuk psikologis. Kekerasan politik ini berbentuk indoktrinasi, ancaman, tekanan, dan pembatasan informasi. Kekerasan oleh negara dan aparaturnya terjadi untuk kepentingan mempertahankan kekuasaan atau kepentingan ideologis negara.

    Pemerintah menganggap dirinya mempunyai hak untuk menempuh cara kekerasan apabila ada yang mengganggu integrasi dan ideologi bangsa. Gasasan politik sepenuhnya berpusat pada hubungan kekuasaan dan kepentingan. Gerakan politik dapat dilakukan dengan kerja sama antara ulama, kaum intelektual, dan pengusaha untuk menciptakan perubahan sosial, ekonomi, dan politik.

    Referensi :

    • I Ngurah Suryawan, 2010: 18
    • Zainuddin Maliki (2004: 25-26)
    • Roger Simon, 2000:19-20
    • Komaruddin (2002:212)
    • Sartono Kartodirdjo (1975:241) 
    • FREDYASTUTI ANDRYANA 2011
    • http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_sosial
     




    Author

    Tentang penulis: T Nurandhari

    Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

    Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |

    Contoh Daftar Pustaka Makalah


      Contoh Daftar Pustaka Makalah Tentang Aljabar Maks-Plus

      DAFTAR PUSTAKA

      [1] Bacelli, F.,G. Cohen, G., J. Olsder, and J. P. Quadrat, Synchronization and Linearity,, An Algebra for Liscrete Event System, John Wiley and Sons, New York, 1992

      [2] Braker, J. G. And G. J. Olsder, The power algorithm in max algebra, Linear Algebra and its Application (1993), no.182, 67-89.

      [3] Chartrand, G., Introductory Graph Teory, Dover Publications, Inc, New York, 1977.

      [4] Farlow, Kasie G., Maks-Plus Algebra, Virginia Polytechnic Institute and State University, Virginia, April 2009.

      [5] Heidergott, B., Max-Plus Algebra and Queues, EURANDOM research fellow, Department of Econometrics and Operation Research, Vrije Universiteit, The Netherlands, 2006.

      [6] Lopes, G. A. D., B. Kersbergen, B. D. Schutter, T. V. D. Boom, and R. Babuska, Synchronization of a class of cyclic discrete-event systems describing legged locomotion, Discrete Event Dynamic Systems: Theory and Applications. (2015), 1-37.

      [7] Maharani, A. E. S. H., Aplikasi Aljabar Maks-Plus pada Sistem Produksi dengan Switching, Tipe Serial, Tipe Assembly, Tipe Splitting, Tipe Parallel, dan Flexible dengan Aktivitas Barisan Tertentu, Tugas Akhir S1 Matematika Fakultas MIPA UNS, 2015.

      [8] Retchkiman, K.Z., A Generalized Eigenmode Algorithm for Reducible Regular Matrices Over the Max-Plus Algebra, International Mathematical Forum (2009), no.24, 11571171.

      [9] Schutter, B. D., Max-Algebraic System Theory for Discrete Event System, Katholieke Universiteit Leuven, Departement Elektrotecniek, Belgium, 1996.

      [10] Schutter, B. D., and T. van den Boom, Max-Plus Algebra and Max-Plus Linear Discrete Event System: An Introduction, Proceedings of The 9th International Workshop on DiscreteEvent Systems (WODES’08)(2008), 36-42.

      [11] Subiono, Aljabar Maks-Plus dan Terapannya, 3.0.0 ed., Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2015.

      [12] Tam, Kin Po. (2010). Optimizing and Approximating Eigenvectors In Max-Algebra, The University of Birmingham, Birmingham.

      Contoh Daftar Pustaka Makalah Tentang Pendidikan Islam

      DAFTAR PUSTAKA

      Arifin, Muzayyin, Prof., M.Ed., Filsafat Pendidikan Islam, PT Bumi Aksara, Jakarta, 2010

      Ihsan, Hamdani, Drs, dan Ihsan, Fuad Ahmad, Drs., Filsafat Pendidikan Islam, CV Pustaka Setia, Bandung, 2007

      Zakiya Daradjat, Prof., Dr., Pendidikan Islam, PT Bumi Aksara, Jakarta, 1991

      Contoh Daftar Pustaka Makalah Tentang Perkembangan Teknologi

      DAFTAR PUSTAKA 

      Muh Rizal Firduas.2008. Kemajuan Teknologi dan Informasi. //www.bawean.net/2008/09/kemajuan-teknologi-dan-pengaruhnya.html. 24 Januari 2014

      Venynsia Dine Febianty.2010. Pengaruh Teknologi informasi terhadap Psikologi Manusia.http:// Pengaruh Teknologi informasi terhadap Psikologi Manusia.html. 24 Januari 2014

      Sri Rahayu. 2012. Dampak Psikologi dari Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Situs Jejaring Sosial.http// Dampak Psikologi dari Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Situs Jejaring Sosial.html. 24 Januari 2014

      Robiyanto.2009.Makalah Manfaat Teknologi Komputer Bagi Masyarakat.

      Contoh Daftar Pustaka Makalah Tentang Algoritma C.50

      DAFTAR PUSTAKA

       [1] Berry, M. J. A and G. S. Linoff, Data Mining Technique : for Marketing, Sales, and Customer Support, 2 ed., John Wiley and Sons, New York, 2004.

      [2] Han, J., M. Kamber, and J. Pei, Data Mining: Concept and Technique, 3 ed., Simon Fraser University, USA: Morgan Kaufman, 2011.

      [3] MacLennan, J., Z. Tang, and B. Crivat, Data Mining with Microsoft SQL Server 2008, John Wiley and Sons, New York, 2008.

      [4] Patil, N., R. Lathi, and V. Chitre, Customer Card Classification Based on C5.0 & CART Algorithms, International Journal of Engineering Research and Applications (IJERA) 2 (2012), 164-167.

      [5] Pandya, R and J. Pandya, C5.0 Algorithm to Improved Decision Tree with Feature Selection and Reduced Eror Pruning, International Journal of Computer Application 117 (2015), no. 16, 18-21.

      [6] Pedoman Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). http://belmawa.ristekdikti.go.id. (diakses tanggal 22 Agustus 2017)

      [7] Santosa, B, Data Mining: Teknik Pemanfaatan Data untuk Keperluan Bisnis, Grha Ilmu, Yogyakarta, 2007.

      [8] Upadhayay, A., S. Shukla, and S. Kumar, Empirical Comparison by Data Mining Classification Algorithms (C4.5 & C5.0) for Thyroid Cancer Data Set, International Journal of Computer Science & Communication Networks 3, no. 1, 64-68.

      Contoh Daftar Pustaka Makalah Tentang Inovasi Pembelajaran Matematika

      DAFTAR PUSTAKA


      Covey, S.R. ( 1997). The 7 Habits of Highly Effective People (Tujuh Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif, alih bahasa oleh Budijanto). Jakarta: Binarupa Aksara.

      Covey, S. (2006). The 8th Habit. Melampaui Efektivias, Menggapai Keagungan, Wandi S.Brata dan Zein Isa (alih bahasa). Jakarta; PT Gramedia Pustaka Utama

      de Lange, J. (1987). Mathematics, Insight and Meaning. Utrecht: OW & OC.

      De Porter, B. & Hernacki, M. (2002). Quantum Learning, Membiasakan Belajar Nyaman Dan Menyenangkan, Alwiyah Abdurrahman (alih bahasa). Bandung: Penerbit Kaifa.

      Gardner, H. (2003). Multiple Intelligences. Kecerdasan Majemuk. Teori dalam Praktek, Aleksander Sindoro (penerjemah). Batam Centre: Interaksara.

      Goleman, D. (1996). Kecerdasan Emosional. Terjemahan dari Emotional Intelligence. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

      Goleman, D. (2007). Social Intelligence. Ilmu Baru tentang Hubungan Antar Manusia, Hariono S.Imam (alih bahasa). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. http://p4mri.net/new/?p=338

      Jensen, E. (2008). Brain-Based Learning. Pembelajaran Berbasis Kemampuan Otak. Cara baru dalam Pengajaran Dan Pelatihan, Narulita Yusron (alih bahasa). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

      Johnson, E. B. (2002). Contextual Teaching and Learning, California: Corwin Press, Inc.

      Manz, Ch.C. (2007). Emotional Dicipline. 5 Langkah Menata Emosi untuk Merasa Lebih Baik Setiap Hari, Aloysis Rudi Purwanta (alih bahasa). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

      Marpaung, Y. (2003): Pembelajaran Matematika Secara Bermakna1, pada Seminar di Karanganyar 8 Oktober 2003.

      Marpaung, Y. (2008): ”Mengembangkan Kepercayaan Diri Siswa Melalui Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)”, pada Seminar Nasional Sehari tgl 21 Juni 2008 di Undiksha, Singaraja, Bali

      Marpaung, Y. (2011). Adaptasi PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) pada KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Makalah pada Seminar Pendidikan Matematika di USD tgl 26 Februari 2011.

      Meier, D. (2002). The Accelerated Learning Handbook. Panduan Kreatif dan Efektif Merancang Program Pendidikan dan Pelatihan, Rahmani Astuti (alih bahasa). Bandung; Penerbit Kaifa.

      Osho (2008). Emotional Learning. Belajar Efektif Mengelola Emosi. Mengubah Ketakutan , Kemarahan dan Kecemburuan menjadi Energi Kreatif, Ahmad Kahfi (alih bahasa). Yogyakarta: Pustaka Baca.

      OECD (2002). Understanding the Brain. Towards a New Learning Science. Paris: OECD.

      Stoltz, P. G. (2000). Adversity Quotient. Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Alih bahasa: T. Hermoyo. Jakarta: Grasindo.

      Suparno, P. (1997): Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan, Yogyakarta: Kanisius

      Suparno, P. (2004). Teori Inteligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius

      von Glaserfeld, E. (1992). Questions and Answers about Radical Constructivism. Dalam Relevant Research, Scope, Sequence, and Coordination of Secondary School Science, vol II, N. Pearsall. Washington: NSTA



      Author

      Tentang penulis: T Nurandhari

      Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

      Follow me on: Twitter | Scholar | Quora |