Unicef Desak Pemerintah Berbagai Negara untuk memulangkan anak-anak asing yang terdampar di Suriah

UNICEF, November 2019 – Dari laporan perkembangan terbaru di timur laut Suriah menimbulkan desakan baru bagi pemerintah dari berbagai negara memiliki tanggung jawab dan kesempatan sekarang untuk melakukan hal dengan cara yang benar untuk membawa anak-anak serta orang tua mereka pulang agar mereka dapat menerima perawatan yang memadai dan aman dari kekerasan dan pelecehan.

Menurut data perkiraan terbaik unicef disebutkan bahwa :
  1. Hampir 28.000 anak-anak dari lebih dari 60 negara yang berbeda, termasuk hampir 20.000 anak dari Irak, terjebak di timur laut, sebagian besar berada di kamp-kamp pengungsian.
  2. Lebih dari 80 persen anak-anak ini berusia di bawah 12 tahun dan 50 persen berusia di bawah 5 tahun.
  3. Setidaknya 250 anak laki-laki, beberapa di antaranya berusia sembilan tahun, ditahan, meskipun jumlah sebenarnya cenderung jauh lebih tinggi.
Semua anak-anak hidup dalam kondisi yang tidak cocok. Pertanyaan utama mereka kepada dunia adalah: Apa yang akan terjadi pada kita? Apakah ini tidak akan berhenti?, Anak-anak ini sangat membutuhkan perawatan dan perlindungan yang memadai. Bahwa setidaknya ada 17 negara berhasil memulangkan lebih dari 650 anak, banyak dari mereka sekarang telah tinggal bersama anggota keluarga, termasuk dalam beberapa kasus yang terjadi, ibu mereka yang telah kembali bersama mereka. Anak-anak aman, bersekolah dan pulih dari apa yang mereka alami dari situasi perang, demikian seperti dirilis oleh laman unicef baru-baru ini. 

Donasi UNICEF Untuk Perlindungan Anak
Gambar hanya ilustrasi donasi dan perlindungan anak.
UNICEF juga membantu beberapa dari anak-anak yang direpatriasi ini, termasuk membantu memulangkan mereka kembali ke keluarga besar dan komunitas mereka. Pengalaman panjang UNICEF dalam mendukung anak-anak, keluarga dan masyarakat tidak hanya berhenti pada yang terkena dampak konflik bersenjata di seluruh dunia, cara ini menunjukkan kepada kita bahwa di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Telah dibahas juga pada artikel sebelumnya tentang cara berdonasi dan cara berhenti donasi UNICEF

Dan UNICEF tetap sangat khawatir akan keselamatan dan kesejahteraan anak-anak ini dan puluhan ribu anak-anak Suriah yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah kondisi yang semakin mengerikan di kamp-kamp dan pusat-pusat penahanan. Ini termasuk 40.000 anak yang baru saja mengungsi di timur laut Suriah. Beberapa telah dipisahkan dari keluarga mereka, terluka atau mengalami disabilitas karena kekerasan. Mereka semua sangat rentan dan sangat membutuhkan donasi, perlindungan dari bahaya lebih lanjut.

Seruan Unicef Untuk Tindakan Segera

UNICEF memperbarui seruan untuk tindakan segera dari negara-negara anggota dan pihak-pihak yang terlibat konflik, termasuk:

  1. Penahanan seharusnya hanya menjadi langkah terakhir dan untuk waktu sesingkat mungkin. Anak-anak tidak boleh ditahan hanya berdasarkan dugaan ikatan keluarga dengan kelompok bersenjata atau keanggotaan anggota keluarga dalam kelompok bersenjata. Jika anak-anak diduga melakukan kejahatan, mereka harus diperlakukan sesuai dengan prinsip-prinsip peradilan anak, dengan fokus pada rehabilitasi mereka dan kembali ke kehidupan sipil.
  2. Sejalan dengan kepentingan terbaik anak dan sesuai dengan standar internasional, pemerintah harus memastikan reintegrasi yang aman dari anak-anak Suriah ke dalam komunitas lokal mereka dan repatriasi anak-anak asing yang aman, bermartabat dan sukarela dari anak-anak kembali ke negara asal mereka. Pelestarian kesatuan keluarga dan prinsip non-refoulement sangat penting untuk melindungi anak-anak. Asas non-refoulement dalah asas larangan suatu negara untuk menolak atau mengusir pengungsi ke negara asalnya atau ke suatu wilayah dimana pengungsi tersebut akan berhadapan dengan hal-hal yang dapat mengancam serta membahayakan kehidupan maupun kebebasannya karena alasan ras, agama, kebangsaan, keanggotaan pada kelompok sosial tertentu, atau karena opini politiknya
  3. Semua negara anggota harus memberi anak-anak yang merupakan warga negara mereka, atau lahir dari warga negara mereka, dokumentasi sipil untuk mencegah status tanpa kewarganegaraan.
  4. Semua pihak yang terlibat konflik dan mereka yang memiliki pengaruh atas hal tersebut, harus melindungi anak-anak setiap saat. Hal ini termasuk menghindarkan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, seperti pusat kesehatan, sistem distribusi air dan sekolah.
  5. Semua pihak juga harus mengupayakan akses tanpa hambatan kepada organisasi kemanusiaan untuk memberikan donasi bantuan dan perawatan kepada anak-anak dan keluarga, termasuk mereka yang berada di tempat-tempat penahanan.
Anak-anak, baik di timur laut atau di tempat lain di Suriah, tidak boleh ditinggalkan di tengah perang yang mengepung mereka, demikian seperti diungkapkan unicef.

Post a Comment

Previous Post Next Post