Salah satu kecerdasan yang harus dimiliki setiap individu, yaitu kecerdasan finansial dalam mengelola aset keuangan pribadi yang dimilikinya. Kemampuan seseorang individu meliputi pengetahuan, sikap, dan implementasi dalam mengambil keputusan dalam mengatur aset keuangan pribadi disebut dengan literasi keuangan.


Menurut Widayati (2014: 177) dengan memiliki literasi keuangan, seseorang mampu membuat keputusan untuk kehidupannya dan menerima tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri.

Remund (2010: 279) menjelaskan lima domain dari literasi keuangan, yakni
  • Pengetahuan tentang konsep keuangan;
  • Kemampuan untuk berkomunikasi tentang konsep keuangan;
  • kemampuan untuk mengelola keuangan pribadi;
  • kemampuan dalam membuat keputusan keuangan; dan
  • keyakinan untuk membuat perencanaan keuangan masa depan.
Literasi keuangan telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir ini. Tingkat literasi keuangan yang tinggi merupakan kebutuhan dasar bagi setiap individu agar terhindar dari masalah keuangan (Akmal dan Saputra, 2016: 236). Tingkat literasi keuangan yang rendah akan mengurangi kesejahteraan di masa depan sehingga memiliki literasi keuangan yang tinggi merupakan hal vital untuk mendapatkan kehidupan yang sejahtera.

Dari berbagai latar belakang pengetahuan yang dijadikan dasar pengetahuan akan literasi keuangan terdapat banyak sekali faktor yang memengaruhi literasi keuangan baik internal maupun eksternal. 

Faktor-faktor literasi keuangan menurut Nidar dan Bestari (2012: 163) dikelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu berdasarkan demografi, karakteristik sosial dan ekonomi, pengalaman keuangan, pendidikan keuangan, kondisi ekonomi, karakteristik keluarga, aspirasi, dan lokasi geografis.

Silalahi (2016: 4) menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan yang dimiliki seseorang, semakin tinggi pula tingkat literasi keuangan yang dimiliki melalui penggunaan produk keuangan. Seseorang dengan tingkat penghasilan yang tinggi cenderung menggunakan produk keuangan, seperti deposito, asuransi baik itu kesehatan, harta benda dan sebagainya, sedangkan seseorang dengan tingkat penghasilan yang rendah cenderung tidak menggunakan produk keuangan. Literasi keuangan memberikan pengetahuan untuk menjadikan seseorang cerdas dalam mengelola keuangannya (Rasyid, 2012: 93).

Pengertian Literasi Keuangan Menurut Para Ahli

Literasi keuangan berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk mengelola keuangan.

Widayati (2012: 90)

Menyatakan bahwa dalam kehidupan pribadi seseorang pada dasarnya sebuah keputusan keuangan yang diambil ada tiga:
  1. berapa jumlah yang harus dikonsumsi tiap periode;
  2. apakah ada kelebihan penghasilan dan bagaimana kelebihan tersebut diinvestasikan; dan
  3. bagaimana mendanai konsumsi dan investasi tersebut.
Dalam rangka mencapai kesejahteraan keuangan, seseorang perlu memiliki pengetahuan, sikap, dan implementasi dalam mengelola keuangan yang dikenal dengan literasi keuangan.

Menurut buku pedoman Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (2013: 80)

Yang dimaksud dengan literasi keuangan adalah Rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan (knowledge), keyakinan (convidence) dan keterampilan (skill) konsumen dan masyarakat luas sehingga mereka mampu mengelola keuangan yang lebih baik.

Literasi keuangan menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 76/POJK.07/2016

Literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan, yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.

Pengertian literasi keuangan dalam Australia and New Zealand Group (ANZ) Survey (2011: 6)

Literasi keuangan yaitu kemampuan untuk membuat penilaian informasi dan mengambil keputusan yang efektif tentang penggunaan dan pengelolaan uang.

Krishna, Rofaida, dan Sari (2010: 554)

Berpendapat bahwa literasi keuangan terjadi manakala seorang individu yang cakap (literate) adalah seseorang yang memiliki sekumpulan keahlian dan kemampuan yang membuat orang tersebut mampu memanfaatkan sumber daya yang ada
untuk mencapai tujuan.

Program Penilaian Pelajar Internasional/Programme for International Student Assesment (PISA)

Mendefinisikan literasi keuangan sebagai berikut:

Financial literacy is knowledge and understanding of financial concepts and risks, and the skills, motivation and confidence to apply such knowledge and understanding in order to make effective decisions across a range of financial contexts, to improve the financial wellbeing of individuals and society, and to enable participation in economic life (PISA, 2012: 13).

Dari beberapa pengertian di atas, literasi keuangan dapat didefinisikan sebagai suatu keahlian dan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam menerapkan pengetahuan tentang konsep-konsep dan risiko keuangan sehingga dapat membuat keputusan yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Oleh karena itu, setiap individu harus memiliki literasi keuangan agar tidak salah dalam memanfaatkan sumber daya keuangan yang ada untuk mencapai tujuan.



Post a Comment

Previous Post Next Post