Kehidupan masyarakat di era globalisasi yang antara lain ditandai oleh kehidupan yang sangat akrab dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, telah menuntut warganya untuk memiliki kemampuan dasar agar dapat survive di tengah masyarakat. Kemampuan ini dapat pula diperoleh melalui sekolah-sekolah formal. Sehingga yang menjadi bahasan dalam mata pelajaran tidak kaku dalam lingkupnya sendiri, namun mampu menginterpretasikan dengan mata pelajaran yang lain maupun dalam lingkungannya. Pendidikan yang sedemikian hingga seyogyanya dapat memberikan bekal kemampuan dasar untuk mengembangkan potensi kehidupannya agar mereka juga mampu belajar sepanjang hayat.

gambar ilustrasi pengertian literasi
Literacy - Photo by Anher

Kata literasi sering dihubungkan dengan huruf atau aksara. Literasi merupakan serapan dari kata dalam bahasa inggris literacy, yang artinya kemampuan untuk membaca dan menulis. Pada masa lalu dan juga masa sekarang, kemampuan membaca atau menulis merupakan kompetensi utama yang sangat dibutuhkan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Tanpa kemampuan membaca dan menulis, komunikasi antar manusia sulit berkembang ke taraf yang lebih tinggi.

Pengertian Literasi Menurut Hayat dan Yusuf


Pendekatan literasi muncul sebagai perkembangan dari pendekatan-pendekatan lainnya dalam pendidikan bahasa, matematika, dan IPA. Pendekatan ini dikenal sebagai multiliterasi oleh The New London Group dalam Hayat dan Yusuf (2010: 24) sebagai berikut:

multiliteracies as a way to focus on the realities of increasing local diversity amd global connectedness. Dealing with linguistic differences and cultural differences has now become central to the pragmatics of our working, civic, and private lives. Effective citizenship and productive work now query that we interact.... Effectively using multiple language, multiple Englishes, and communication patterns that more frequently cross cultural, community, and national boundaries. Subcultural diversity also extends top the ever broadening range of specialist registers and situational variations in language, be they technical, sporting, or related to groupings of interest and affiliation. When the proximity of cultural and linguistic diversity is one of the key facts of our time, the very nature of language learning has changed.
Secara ringkasnya, bahwa multiliterasi sebagai cara untuk fokus dalam realitas tentang kenaikan ragam lokal dan keterhubungan yang global. Literasi dalam hal ini berfungsi sebagai penghubung dengan negara-negara lain dalam berkomunikasi, berbahasa, dan sebagainya.

Kern dalam Hayat dan Yusuf (2010: 25) berpendapat bahwa pengertian literasi secara sempit didefinisikan sebagai kemampuan untuk membaca dan menulis yang juga berkaitan pembiasaan dalam membaca dan mengapresiasi karya sastra (literature) serta melakukan penilaian terhadapnya. Akan tetapi, secara lebih luas literasi berkaitan dengan kemampuan berpikir dan belajar seumur hidup untuk bertahan dalam lingkungan sosial dan budayanya.

Sejalan dengan itu, dalam menemukan sebuah informasi sejak kecil kita sudah dilatih berinteraksi dengan lingkungan untuk mencarinya melalui berbagai literatur yang berkesinambungan dengan informasi yang kita cari sedemikian hingga apa yang menjadi tujuan dapat tercapai. Kirsch et al. dalam Hayat dan Yusuf (2010: 25-26) mengemukakan bahwa literasi adalah kemampuan "... menggunakan informasi tercetak dan tertulis dalam bermasyarakat, untuk mencapai suatu tujuan, dan untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi seseorang."

Kesimpulan Pengertian Literasi


Dari penjabaran literasi dari para ahli, kami menyimpulkan bahwa pengertian literasi adalah integrasi dari kemampuan berpikir (bernalar), membaca, dan menulis suatu pengetahuan/informasi yang menuntut untuk mampu memahami dan memaknai konteks yang ada serta melakukan analisis secara kritis, mengomunikasikan gagasan, merumuskan dan menyelesaikan masalah dalam rangka mencapai suatu tujuan dan mengembangkan potensi seseorang dalam lingkungan sosial dan budayanya.

Post a Comment

Previous Post Next Post