Pada era saat ini sangat mudah genset kita temukan di gedung-gedung perkantoran. Tapi untuk industri yang terbanyak membutuhkan Konsumsi listrik atau menggunakan generator adalah sektor industri logam dan logam dasar, industri kimia dan mineral nonlogam (termasuk semen), industri farmasi, kertas, tekstil dan minyak.


    Genset adalah pembangkit listrik tenaga diesel, alat ini sangat diandalkan sebagai cadangan (backup) pasokan listrik utama jika aliran listrik PLN terputus. Dalam tempo sekitar satu menit saja Genset dengan sistem start up akan secara otomatis mengambil alih pasokan listrik ketika terjadi ketiadaan pasokan listrik dari PLN. Peran genset sebagai fasilitas pendukung sangat vital untuk menjamin tetap tersedianya pasokan listrik. Sehingga tanpa adanya genset, operasional berada di ujung tanduk.



    Serangkaian tes digunakan untuk memastikan performa genset terjaga dan energi listrik yang dihasilkan optimal saat dibutuhkan harus dan wajib dilakukan Testing dan  Commissioning pada generator. Tes ini merupakan salah satu bagian dari perawatan genset untuk mencegah terputusnya aliran listrik di suatu Kawasan industri atau gedung perkantoran. Selain itu, commissioning test genset juga berguna untuk memastikan genset berada dalam kondisi yang baik dan bisa menghasilkan daya secara maksimal.

    Nampak seseorang dari sewatama melakukan Commisioning Genset


    Berikut saya kutip dari Sewatama, perusahaan yang telah berpengalaman dalam bidang kelistrikan tentang prosedur pelaksanaan commissioning test pada generator. Sewatama telah berpengalaman di dunia kelistrikan selama 27 tahun, siap membantu merawat genset gedung perkantoran maupun Kawasan industri agar tetap beroperasi saat dibutuhkan. Sehingga, pasokan listrik tidak akan terhambat karena prosedur perawatan genset dilakukan secara tepat dan berkala.

    Prosedur pelaksanaan commisioning genset dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya:

    Tes dan inspeksi konstruksi

    Tahapan pertama dalam commissioning test adalah inspeksi konstruksi genset. Ini bertujuan untuk memastikan desain genset telah sesuai dengan rancangan dan siap untuk digunakan saat kondisi darurat tiba. Beberapa tahapan dalam proses ini melingkupi area berikut :

    Inspeksi generator darurat

    • Inspeksi visual pada engine, alternator dan radiator
    • Tes operasi genset secara penuh
    • Tes fungsi kontrol
    • Inspeksi perlindungan sirkuit dan mesin
    • Uji konsumsi bahan bakar

    Panel Kontrol

    1. Inspeksi secara visual pada panel control
    2. Tes kinerja panel control
    3. Uji hambatan listrik
    4. Uji kenaikan suhu

    Tangki bahan bakar

    Inspeksi secara visual pada permukaan tangki (pastikan pengelasan permukaan tangka dalam kondisi baik)

    Tes hidrolik

    Tes kinerja fungsional

    Usai menjalani serangkaian tes diatas, prosedur berikutnya dalam commissioning test generator yakni dengan melakukan tes kinerja fungsional. Langkah ini dilakukan dengan menjalankan beberapa proses di area berikut :

    Inspeksi generator darurat

    1. Inspeksi pracommissioning tiap komponen atau sistem
    2. Uji beban tiruan
    3. Uji output pengisian daya baterai
    4. Tes penerimaan beban

    Panel Kontrol

    1. Inspeksi pracommissioning pada tiap komponennya
    2. Tes kinerja tiap komponen mulai dari voltmeter, wattmeter, ammeter, lampu, tombol dan sakelar
    3. Cek perlindungan sirkuit dan uji transfer beban

    Tangki bahan bakar

    Inspeksi pracommissioning pada konstruksi tangki, pengelasan, pengecatan dan komponen didalamnya.

    Tes hidrolik

    Commissioning Genset Wajib

    Setelah inspeksi pracommissioning dijalankan pada tiap-tiap komponennya, prosedur commissioning wajib bisa dilaksanakan setelahnya. Tahapan commissioning genset wajib mencakup :
    • Tes insulasi
    • Tes fungsi control
    • Uji beban tiruan
    • Uji output pengisian daya baterai
    • Tes penerimaan step-load
    • Pengukuran tingkat kebisingan
    Disamping langkah-langkah prosedur commissioning test genset di atas, ada pula beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjalankan prosedur tersebut. Hal-hal tersebut antara lain :

    1. Baterai, bahan bakar, dan daya pembantu harus diisolasi sebelum melakukan inspeksi awal
    2. Saklar berada dalam kondisi off dan saklar darurat ditekan
    3. Pastikan tidak ada komponen yang longgar
    4. Pastikan pemutus sirkuit beban dalam posisi terbuka
    5. Pastikan oli pelumas dalam keadaan penuh
    6. Pastikan cairan pendingin tercukupi
    7. Perhatikan sirkulasi udara di sekitar genset
    8. Sediakan ruang yang memadai untuk memudahkan commissioning genset dan memudahkan pembacaan panel kontrol
    Startup battery dalam kondisi prima. Pada dasarnya, pengisian arus listrik battery dapat dilakukan dari putaran coil. Namun demikian pengisian battery tidak bisa hanya dengan mengandalkan dari putaran coil jika proses warming up (pemanasan mesin) jarang dilakukan.

    Tujuan umum dari commisioning generator adalah: untuk memverifikasi berfungsinya generator ; sistem setelah instalasi; untuk memverifikasi bahwa kinerja peralatan sistem yang dipasang memenuhi dengan maksud desain yang ditentukan melalui serangkaian pengujian dan penyesuaian dan untuk mengambil dan merekam data kinerja seluruh instalasi sebagai dasar untuk operasi dan pemeliharaan di masa depan.

    Prosedur commissioning genset perlu dilakukan secara berkala agar sistem kelistrikan dalam gedung perkantoran siap untuk menghadapi situasi darurat. Agar lebih terkendali, serahkan proses perawatan genset kepada perusahaan yang telah berpengalaman dalam bidang kelistrikan seperti Sewatama.

    Post a Comment

    Previous Post Next Post