Fungsi rangka atap yang lebih spesifik adalah menerima beban oleh berat sendiri, yaitu beban kuda-kuda dan bahan pelapis berarah vertical kemudian meneruskannya pada kolom dan pondasi, serta dapat berfungsi untuk menahan tekanan angin muatan yang berarah horizontal. (Felix Yap, 2001).
 

 Baja Ringan Vs Kayu, Mana Lebih Baik ?

Akhir-akhir ini penggunaan bahan bangunan yang jauh lebih aman efektif dan efisien, terutama untuk konstruksi rangka atap sangat dipikirkan masyarakat Indonesia. Konstruksi rangka atap umumnya dibuat dari bahan kayu, baja ringan dan baja profil sebagai bangunan yang memiliki sistem struktur atap, seperti bangunan sekolah, perkantoran, rumah sakit, rumah tinggal, tempat ibadah, ruang serba guna, pabrik dan lain-lain, dengan bahan penutup atap dari genteng, seng, asbes, maupun metalsheet.


    Konstruksi bangunan modern banyak didominasi oleh beton dan baja, akan tetapi kayu yang juga merupakan salah satu bahan konstruksi konvensional, penggunaanya pada bangunan - bangunan modern tidak bisa ditinggalkan. Kayu merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable) walaupun ketersediaannya di alam dapat terjamin selama pelestariannya di lakukan dengan baik. Walaupun demikian kayu tetap saja jadi pilihan dalam bahan konstruksi, karena kayu memiliki nilai estetika yang baik jika di bandingkan dengan bahan konstruksi lainnya, ditambah lagi kayu termasuk bahan konstruksi yang ramah lingkungan.

    Baja Ringan Vs Kayu

    Rangka atap baja ringan untuk rumah mulai banyak dikenal dan dipergunakan 5 - 10 tahun terakhir, dan baja ringan merupakan baja mutu tinggi yang memiliki sifat ringan dan tipis, namun memiliki fungsi setara baja konvensional. Rangka atap baja ringan diciptakan untuk memudahkan perakitan dan konstruksi, meskipun tipis, baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik yang tinggi.

    Di Indonesia, ketebalan baja ringan berkisar dari 0,4 mm – 1 mm, dengan jenis material yang umum digunakan adalah galvanized Z-22, galvalume AZ-100, Zincalume dan ZAM ZG-90. Persaingan yang semakin banyak bergerak dibidang rangka atap baja ringan, membuat konsumen selektif dalam memilihnya dari segi kualitas, waktu, dan biaya. 

    Rangka atap kayu mempunyai kelemahan mudah terbakar, berubah bentuk jika terkena kelembaban, tidak menarik dipandang mata jika di desain terbuka, dan rentan terhadap rayap. Kelemahan utama rangka atap kayu adalah daerah atas plafond tidak dapat digunakan secara maksimal dan umumnya rangka atap kayu membatasi desain bangunan pada plafond datar, walaupun bentuk rangka atap kayu masih dapat di desain untuk mengatasi keterbatasan desain tersebut. (Robert G. Allen, 1990)

    Struktur baja ringan yang diyakini mempunyai kelebihan dalam hal umur pakai dan kekuatan, memang mempunyai perilaku yang berbeda dibandingkan dengan struktur kuda-kuda kayu. Struktur kuda-kuda baja ringan memiliki dimensi yang lebih tipis dibandingkan kuda-kuda kayu, mulai dari ketebalan 0,75 mm hingga ketebalan 1 mm. Baja ringan ini termasuk jenis baja yang dibentuk setelah dingin (cold form steel). (Rene Amon, 2002

    Baja Ringan Vs Kayu Mahal Mana ?

    Selisih biaya bahan dan upah rangka atap kayu dan baja ringan di pengaruhi beberapa komponen, antara lain: 

    1. Konstruksi baja ringan untuk rangka atap lebih efisien bahan, yaitu tanpa konstruksi nok, gording, murplat dan usuk. 
    2. Material baja ringan lebih ringan, sehingga proses perakitan, pengangkatan, dan pemasangan lebih cepat dan efisien jumlah tenaga kerja. 
    3. Rangka atap baja ringan memakai sambungan baut disetiap join sambungannya dan menggunakan peralatan listrik untuk proses pengerjaannya, sehingga proses pengerjaanya lebih cepat. 

     Harga Kayu

     Berikut adalah harga kayu bangkirai dan kruing per meter kubik:

    1. Kayu bangkirai ukuran 5/10 panjang 4 m ́harga per m3 Rp. 8.500.000
    2. Kayu bangkirai ukuran  6/12 panjang 4 m ́harga per m3 Rp. 8.500.000
    3. Kayu kruing ukuran 6/12 panjang 4 m ́harga per m3Rp. 4.600.000
    4. Kayu kruing ukuran 5/7 panjang 4 m ́harga per m3Rp. 4.600.000
    5. Kayu kruing reng ukuran 2/3 panjang  3m harga per m3Rp. 3.996.250

     Harga Baja Ringan

    Berikut adalah harga baja ringan terbaru:

    1. Main truss (C.75.45.100) panjang 11 meter harga Rp. 211.900
    2. Main truss (C.75.45.95) panjang 11 meter harga Rp. 20.1175
    3. Main truss (C.75.45.70) panjang 11 meter harga Rp. 147.550
    4. Main truss (C.75.45.65) panjang 11 meter harga  Rp. 136.500
    5. Reng (U Type 45.50TCT) panjang 6,1 meter harga  Rp. 49.530
    6. Reng (U Type 30.50TCT) panjang 6,1 meter harga  Rp. 31.465

    Hasil dari beberapa studi dan analisa mahal mana baja ringan vs kayu ?

    Rangka atap dengan bentang 4,5 m, 6,0 m dan material baja ringan C. 75.45.90, C.75.45.100 lebih hemat biaya dibandingkan dengan material kayu 6/12 kualitas II (bangkirai dan kruing).

    Komponen – komponen yang mempengaruhi biaya pekerjaan rangka atap kayu dan baja ringan antara lain:

    • Kualitas dan mutu material kayu
    • Kualitas produk dan dimensi baja ringan
    • Upah tenaga kerja kayu dan tenaga kerja baja ringan
    • Waktu penyelesaian pekerjaan
    • Pengawasan tenaga kerja dilapangann oleh mandor atau pengawas
    • Situasi cuaca yang mengakibatkan kemajuan atau keterlambatan pengerjaaan

    Sumber : 

    1. Toko Online Baja ringan - https://tatajayasteel.com
    2. Iyan Indratno - 2012 - Komparasi Biaya .... 

    Post a Comment

    Previous Post Next Post