Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


(Tema gelap kini tersedia)
    
Aktifkan agar pengalaman membaca menjadi lebih nyaman
    

Pengertian, Jangka Waktu, Perlindungan, Contoh Indikasi Geografis

Pengertian Indikasi Geografis

Menurut Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2007 yang dimaksud dengan Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang tanpa disadari sudah lama ada dan secara tidak langsung dapat menunjukkan adanya kekhususan pada suatu barang yang dihasilkan dari daerah tertentu.Tanda dimaksud selanjutnya dapat digunakan untuk menunjukkan asal suatu barang, baik yang berupa hasil pertanian, bahan pangan, hasil kerajinan tangan, atau barang lainnya, termasuk bahan mentah dan/atau hasil olahan. (Penjelasan atas PP Nomer 51 Tahun 2007 tentang Indikasi Gegrafis, hal:24).


    Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat mengenal atau menyebut nama suatu barang yang diikuti dengan nama tempat atau daerah asal barang tersebut. Contoh indikasi geografis seperti ubi Cilembu (ubi yang berasal dari daerah Cilembu Jawa Barat), Kopi Toraja (kopi yang berasal dari Tanah Toraja-Sulawesi Selatan), kopi Gayo (kopi yang berasal dari Aceh), kopi Kintamani (kopi yang berasal dari Aceh), kopi Kintamani (kopi yang berasal dari Bali), Champagne (minuman anggur yang berasal dari Chempagne-Perancis), Basmati rice (beras yang berasal dari India).

    Pengungkapan tersebut dikenal sebagai Contoh Indikasi Geografis dan merupakan hal baru di Indonesia, meskipun hal tersebut sudah lama berkembang di negara-negara Eropa. Secara internasional terdapat dua organisasi yang berperan dalam penetapan perlindungan HaKI yaitu Word Intellectual Property Rights selanjutnya disingkat WIPO dan World Trade Orgnanization selanjutnya disingkat WTO.

    WIPO adalah sebuah organisasi di bawah daungan PBB yang khusus menangani masalah HaKI.

    WTO mrupakan suatu organisasi dibidang ekonomi dan perdagangan internasional yang telah memiliki lebih dari 154 negara anggota (kemlu.go.id,  2014).

    Dalam Persetujuan TRIPs (Trade Related Intellectual Property Rights), Indikasi Geografis adalah indikasi yang menandakan bahwa suatu barang berasal dari wilayah teritorial negara anggota, atau dari sebuah daerah atau daerah lokal dimana wilayah teritorial itu, yang membuat kualitas, reputasi atau karakter-karakter khusus lain dari barang tersebut dapat dikaitkan secara esensial kepada asal geografis barang itu.(Fitri Hidayat, 2011:58) 

    Contoh Indikasi Geografis

     

    Dalam konsep Indikasi Geografis ini, faktor hubungan kualitatif antara barang dengan asal geografisnya sangat ditekankan, sehingga akan memiliki keunikan dan daya pembeda terhadap kualitas, reputasi, ciri antara barang sejenis satu dengan yang lainnya yang berasal dari daerah atau negara yang berbeda. Dengan demikian, penekanan perlindungan dari konsep Indikasi Geografis adalah kualitasnya, reputasinya, dan karakteristik yang melekat dengan lingkungan geografisnya. (Fitri Hidayat, 2011:58)

    Upaya Perlindungan

    Menurut Adrian Sutredi dalam Fitri H., (2011:59), alasan perlunya perlindungan Indikasi Geografis adalah :

    1. Sebagai penandatangan Perjanjian TRIPsAdanya sistem perlindungan indikasi geografis yang implementatif di tingkat nasional akan meningkatkan integritas Indonesia di mata dunia internasional. 
    2. Adanya keuntungan bagi negara pemula untuk memiliki sistem Indikasi geografis yang cocok dengan kepentingan nasionalnya. Indonesia dapat mempergunakan kedaulatannya untuk membangun sistem sendiri yang paling cocok bagi kepentingan nasional, sesuai dengan nilai-nilai masyarakatnya sendiri, dengan terus berpijak kepada prinsip-prinsip dasar Perjanjian TRIPs.
    3. Karakter kepemilikan indikasi geografis yang kolektif atau komunalistik sejalan dengan nilai-nilai ketimuran dan ke Indonesian yang lebih menghargai kepemilikan bersama daripada kepemilikan pribadi.
    4. Keharusan adanya kaitan atau hubungan yang erat antara nama atau produk dengan kondisi geografis asal produk dalam indikasi geografis tampak sejalan dengan sifat-sifat hukum masyarakat adat yang selalu menjunjung kebergantungan dan kelekatan eksistensinya dengan tanah asal. Produk potensi indikasi geografis inidapat dikembangkan untuk melindungi produk-produk masyarakat adat dan komunitas lokal yang umumnya memang dinamai bukan dengan nama individu, tetapi nama asal suatu produk.
    5. Jangka waktu perlindungan indikasi geografis yang terus menerus membuatnya berpotensi untuk melindungi keberlangsungan aset bangsa atau aset historis suatu komunitas lokal agar tetap tinggal dan bermanfaat bagi bangsa atau kelompok pengembangannya sendiri.
    6. Di negara maju sekalipun, misalnya Perancis, Indikasi Geografis merupakan bagian dari HKI yangtelah terbukti dapat meningkatkan derajat ekonomi lokal yang miskin, terpencil, dan hanya memiliki satu sektor ekonomi andalan, untuk menjadi basis penguatan infrastruktur lokal yang independen.
    Perlindungan Indikasi Geografis ini nampaknya sangat penting untuk pengrajin, pelaku usaha dan konsumen. Hal ini dijelaskan lebih lanjut dalam jurnal Lina Montana (2006:317) yang berjudul "Geographical Indications of Orgin: Should They Be Protected and Why? An Analysis of the Issue From the U.S. and EU Perspectives", bahwa :

    "Indikasi Geografis are significant for a number of reasons. first, they are important because they identify a product's source. second, they indicate a product's quality by informing consumers that " the goods come from an area where a given quality, reputation or other characteristic is attributable to their geographic origin. third, they represent business interests because they only endorse the goods originating from that particular area"

    Indikasi Geografis yang signifikan untuk sejumlah alasan:

    • Pertama, Indikasi Geografis penting karena mereka mengidentifikasi sumber suatu atau asal produk. 
    • Kedua, Indikasi geografis menunjukkan kualitas suatu produk dengan menginformasikan konsumen bahwa suatu barang berasal dari daerah atau wilayah yang memberikan kualitas, reputasi atau karakteristik lain yang esensial dapat dikaitkan dengan asal geografisnya.
    • Ketiga, Indikasi Geografis mewakili kepentingan bisnis karena menjamin keaslian suatu barang yang berkarakteristik dari daerah tertentu)

    ( Jurnal Internasional Santa Clara Computer & High Technology Law, Vol. 22, 2006, pp 317).

    Indikasi Geografis merupakan salah satu bentuk kekayaan intelektual yang wajib diupayakan perlindungan bagi negara-negara anggota WTO (World Trade Organization) dan menerima persetujuan-persetujuan WTO yang menjadi lampirannya, termasuk persetujuanTRIPs (World Trade Organization Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights).

    Ketentuan mengenai hal tersebut tertuang dalam perjanjian Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs) khususnya Artikel 22. Hal ini tertuang dalam jurnal Emily Creditt (2009:426) yang berjudul: Terroir vs. Trademarks: 

    The Debate over Geographical Indications and Expansions to the TRIPs Agreement menuliskan bahwa :

    "In respect of geographical indication. Member shall provide the legal means for Interested parties to prevent, the use of any means in the designation or presentation of a goods that indicates in a geographical area other than the true place of origin in a manner which misleads the public as to the geographical origin of the good." 

    (Sehubungan dengan indikasi geografis. Anggota wajib menyediakan sarana hukum untuk mencegah pihak yang berencana untuk, menggunakan segala cara dalam menunjukkan atau mempresentasikan barang yang menunjukkan tempat asal wilayah geografis yang salah dengan cara yang menyesatkan masyarakat terutama tentang asal geografis). 

    (Jurnal Internasional Vanderbilt of Entertainment and Technology, Vol. 11, 2009:pp 436).

    Pada ketentuan pasal 56 ayat (9) UU Nomer 15 Tahun 2001 Tentang Merek menyatakan bahwa ketentuan pendaftaran akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP).

    Pada tahun 2007 pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomer 51 Tahun 2007 tentang Indikasi Geografis. Tetapi PP Indikasi Geografis ini tidak hanya mengatur tata cara pendaftaran, tetapi mengatur kembali ketentuan pokok Indikasi Geografis yang terdapat dalam UU Merek.

    PP Indikasi Geografis mengatur :

    1. Ketentuan umum Indikasi Geografis
    2. Lingkup Indikasi Geografis
    3. Syarat dan tata cara pendaftaran
    4. Tata Cara Pemeriksaan
    5. Pemakaian dan Pengawasan Indikasi Geografis
    6. Indikasi Geografis dari Luar Negeri
    7. Berubahan dan Berakhirnya Perlindungan
    8. Banding Indikasi Geografis
    9. Pelanggaran dan Gugatan

    Eksklusifitas

    Indikasi Geografis yang merupakan bagian dari HaKI mempunyai sifat eksklusif. Hak ekslusif dalam Indikasi Geografis dapat dilihat dari dua pokok permasalahan yaitu mengenai pendaftaran dari Indikasi Geografis tersebut dan mengenai penggunaan dari Indikasi Geografis.

    Eksklusif disini bertujuan agar pemilik hak dapat mengeksploitasi dan menggunakan Indikasi Geografis miliknya dengan rasa aman, karena sebagai pemilik kekayaan mempunyai hubungan hukum dengan barang atau obyek yang menjadi sasaran kepemilikannya.

    Sifat eksklusif hanya dapat diberikan kepada yang berhak yaitu pemilik hak atas Indikasi Geografis tersebut jika telah dilakukan pendaftaran. Pendaftaran terhadap Indikasi Geografis adalah merupakan hal yang mutlak jika Indikasi Geografis tersebut ingin dilindungi.

    Jangka Waktu Perlindungan Indikasi-Geografis

    Dalam Pasal 4 PP No 51 TH 2007 Indikasi Geografis, dijelaskan bahwa: "Indikasi-geografis dilindungi selama karakteristik khas dan kualitas yang menjadi dasar bagi diberikannya perlindungan atas Indikasi-geografis tersebut masih ada".

    Hal tersebut senada dengan apa yang dikemukakan sebelumnya. Bahwa suatu Indikasi Geografis dapat digunakan produknya selama ciri khas dan karakteristiknya masih dapat dipertahankan. Hal tersebut tentu saja dilakukan untuk menjadi citra dan kualitas dari produk Indikasi Geografis suatu daerah. 

     


    KIRIM MASUKAN

    T Nurandhari
    T Nurandhari wuryantoro.com - Blogger Jalanan belajar menulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia. twitter | github | youtube | rss | blogger | rss

    Posting Komentar untuk Tulisan Ini.