Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


(Tema gelap kini tersedia)
    
Aktifkan agar pengalaman membaca menjadi lebih nyaman
    

Eksperimen Laboratorium Virtual Mampu Menarik Respon Siswa

Identifikasi Masalah

Komputer dapat digunakan untuk melakukan eksperimen secara virtual, sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dan terjadi interaksi antara siswa dengan komputer.

Sebagai media pembelajaran, eksperimen virtual  akan mampu menarik respon siswa. Pada pembelajaran dengan media virtual laboratorium dapat ditayangkan dan diaplikasikan melalui komputer sehingga dapat menciptakan iklim belajar yang efektif  bagi siswa.

Komputer  juga dapat digunakan sebagai sumber belajar dan sumber informasi bagi siswa sehingga dengan bantuan komputer dapat meningkatkan prestasi belajar  siswa.  Media  komputer   merupakan  media  yang  relatif  baik  untuk dikembangkan saat ini mengingat hampir semua sekolah telah memiliki fasilitas tersebut

Laboratorium Virtual


Banyak sekolah yang mempunyai peralatan laboratorium IPA yang memadai untuk dilaksanakannya praktikum, namun untuk pembelajaran kimia belum dimanfaatkan secara maksimal yang kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  1. Mata pelajaran kimia merupakan mata pelajaran baru yang belum banyak dikembangkan dengan menggunakan praktikum.
  2. Pelaksanaan praktikum kimia memerlukan bahan-bahan yang harganya mahal dan tidak mudah diperoleh.
  3. Praktikum kimia menuntut ketelitian, keuletan, dari guru.
  4. Setiap praktikum yang dilakukan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena ada faktor-faktor tertentu yang berada diluar jangkauan.
  5. Kurangnya persiapan dan pengalaman siswa dalam kerja laboratorium akan menimbulkan kesulitan di dalam melaksanakan praktikum.
  6. Diperlukan lebih banyak waktu sehingga menghabiskan jam pelajaran.

Kelemahan metode praktikum menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001:137) adalah:

  1. Memerlukan peralatan percobaan yang komplit.
  2. Dapat  menghambat  laju  pembelajaran  karena  dalam  penelitian memerlukan waktu yang lama.
  3. Menimbulkan kesulitan bagi guru dan peserta didik apabila kurang berpengalaman dalam penelitian.
  4. Kegagalan dan kesalahan dalam bereksperimen akan berakibat pada kesalahan penyimpulan.

Eksperimen 

Eksperimen atau praktikum adalah kegiatan laboratorium untuk menguji coba yang dilakukan secara sistematik dan direncanakan secara baik. Eksperimen juga merupakan salah satu cara/metode mengajar yang dilakukan guru dimana siswa menguji kebenaran tentang suatu konsep atau teori, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan disampaikan didalam kelas dan dievaluasi oleh guru.

Eksperimen ada yang secara langsung dilakukan di laboratorium oleh siswa dan ada pula yang berupa program yang ditampilkan dan dijalankan dengan komputer.

Laboratorium Virtual

Laboratorium virtual merupakan program simulasi dan animasi yang disesuaikan dengan dunia nyata dan proses didalamnya dibuat semirip mungkin dengan laboratorium sungguhan dan dapat menampilkan proses, memberikan reaksi terhadap masukan yang diperoleh dari pemakai.

Menurut Norasiken dan Datin(2007), laboratorium virtual dapat digunakan untuk menampakkan laboratorium seperti laboratorium yang sebenarnya ketika mereka melakukan eksperimen dengan komputer " the term virtual laboratory is used to show the student that the are in a real laboratory when they done their eksperimen using computer ".

Sebagai suatu media pembelajaran yang dikontrol oleh program komputer akan terlihat bahwa komputer dapat menanggapi respon siswa.

Laboratorium virtual dapat menampakkan kemampuan kognitif siswa dilihat dari:

  1. Memudahkan siswa untuk melakukan kerja praktik dalam mempelajari topik-topik dalam pembelajaran kimia.
  2. Memudahkan untuk mengakses soal-soal yang mendukung topik yang dipelajari.

Karakteristik program laboratorium virtual menurut Mujiyono (2005:14) sebagai berikut:

  • Berisi animasi dari alat-alat laboratorium yang berfungsi sebagaimana alat-alat riil.
  • Dapat dioperasikan dan menampilkan proses seperti dalam laboratorium riil.
  • Sangat mudah dioperasikan, satu siswa dapat dengan satu komputer atau satu komputer untuk dua atau tiga siswa.
  • Dalam program ini aktivitas 100% ditangan siswa, siswa bebas melakukan eksperimen.

Dalam eksperimen virtual tahapan praktikum meliputi:

1. Pengenalan alat

Dalam pengenalan alat ditunjukkan secara langsung oleh guru karena siswa sebelumnya sudah pernah menggunakan komputer, sehingga pengenalan alat untuk praktikum dapat dilakukan secara mudah. 

2. Pengukuran Kompetensi

Yang dikembangkan pada pembelajaran dengan laboratorium virtual antara lain:

  • Melakukan pengamatan
  • Melakukan proses IPA
  • Memecahkan masalah
  • Menjalankan desain teknologi sederhana
  • Bernalar
  • Bersikap ilmiah

3. Pengamatan Pada Laboratorium Virtual

Siswa yang menggunakan laboratorium virtual dalam mengamati:

  • Bekerja secara mandiri, dengan sedikit mungkin bantuan guru.
  • Dapat tanya dan berdiskusi dengan teman didekatnya atau teman sekelompok.
  • Umpan balik dilakukan secara baik oleh alat maupun kunci dari guru.

Dalam pengamatan menggunakan laboratorium virtual siswa dapat langsung melihat kejadian yang terjadi.

4. Percobaan dengan menggunakan laboratorium virtual

Siswa dapat melakukan percobaan sendiri secara bebas, dengan tanpa ada rasa takut salah berdasar petunjuk praktikum yang ditampilkan.




KIRIM MASUKAN

T Nurandhari
T Nurandhari wuryantoro.com - Blogger Jalanan belajar menulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia. twitter | github | youtube | rss | blogger | rss
Posting Komentar untuk Tulisan Ini.