Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


(Tema gelap kini tersedia)
    
Aktifkan agar pengalaman membaca menjadi lebih nyaman
    

KOLASE : Pengertian Kolase Adalah, Alat dan Bahan, Teknik, Fungsi, Manfaat

Pengertian Kolase (Collage)

Kolase dikenal sebagai salah satu teknik menggambar dengan cara menggunting dan menempel. Adapun media yang digunakan dalam kolase bisa menggunakan benda alam maupun barang bekas/lama. Misalkan biji –bijian, batu, sisik ikan, daun kering,kulit telur, kain perca, kertas koran, majalah bekas dan lain–lain. Kolase juga bisa dikombinasikan dengan pewarna seperti cat air, cat minyak, pensil warna dan krayon. 
 
Menurut Sumanto, 2005 hal 93 pengertian kolase adalah karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bermacam-macam paduan bahan. Kolase berasal dari bahasa Perancis (Collage) yang berarti merekat. Kolase adalah kreasi aplikasi yang dibuat dengan menggabungkan teknik melukis (lukisan tangan) dengan menempelkan bahan-bahan tertentu.
 
Ketrampilan kolase merupakan aktivitas yang penting dan kompleks (Sunaryo A,2002: 8-9) Sedangkan menurut Budiono MA mengartikan bahwa kolase adalah komposisi yang artisitik yang dibuat dari berbagai bahan yang ditempelkan pada setiap gambar (Budiono. MA,2005:15).

Kolase adalah karya gambar atau desain yang disusun atau dibuat menurut potongan–potongan. Batu-batuan, kaca berwarna, porselin. Dalam perkembangan mozaik telah memperkaya keragaman karya seni rupa seperti lukisan dinding fresko, karya seni kaligrafi, benda–benda kerajinan tangan, dekorasi, seni bangunan dan lainnya (Yohana,2013 :23).
 
Kesimpulan: Jadi berdasarkan beberapa pendapat di atas, kolase dapat diartikan sebagai kegiatan seni dengan cara menempelkan sebuah benda baik berupa benda alam maupun benda limbah/benda tidak terpakai menjadi bentuk gambar yang telah ditentukan. Kolase bisa dipadukan dengan media lain seperti cat air, cat minyak, krayon dan pensil warna guna menambah nilai artistik pada sebuah karya seni. 
 

Alat dan Bahan Yang digunakan

 
Pembuatan kolase tidak akan berhasil tanpa adanya alat pendukung. Alat yang wajib digunakan adalah lem, gunting dan alas, pensil, pensil warna dan penghapus. Masing-masing alat mempunyai fungsi dalam pembuatan kolase seperti berikut. 

1. Lem

Lem berfungsi untuk membantu dalam merekatkan atau menempelkan bahan yang akan dijadikan kolase. Macam –macam lem seperti lem kertas, lem cina, lem bakar dan lem kayu yang digunakan sesuai kebutuhan.
lem bahan untuk membuat kolase

2. Gunting

Gunting berfungsi sebagai alat potong dan sangat praktis dalam penggunaannya. Gunting digunakan untuk memotong bahan seperti kertas, kain perca, daun kring dan lain-lain.
gunting dan alas kolase
 

3. Alas

Alas berfungsi sebagai landasan untuk membuat karya seni kolase. Adapun alas yang digunakan bisa berupa kertas karton, kertas manila, kayu, yellow board, kanvas dan lain-lain.
 
Kolase dibuat dengan berbagai bahan yang mudah dijumpai baik berupa bahan alam ataupun bahan buatan pabrik. Jenis benda alam seperti biji –bijian, kulit telur, daun kering, ranting pohon, batu –batuan dan lain –lain yang berkaitan dengan benda alam. Sedangkan bahan buatan pabrik seperti kabel, bahan elektronik, tali rafia, kertas, majalah, tutup botol, kancing, dll. 

Metode dan Teknik Kolase

Teknik kolase adalah menempelkan berbagai macam media kemudian dibentuk sesuai keinginan agar menjadi sebuah karya seni yang unik dan indah. Berbagai jenis kolase baik yang berbentuk dua dimensi dan tiga dimensi umumnya dibuat dengan teknik yang bervariasi seperti: teknik sobek, teknik gunting, teknik potong, teknik rakit, teknik rekat, teknik jahit, teknik ikat dan sebagainya. Dalam membuat kolase dapat memanfaatkan lebih dari satu teknik untuk membuat karya kolase, bahkan teknik campuran bisa dieksplorasi menjadi sentuhan artistik pada karya kolase.
 
Berbagai metode menempel yang dapat dipergunakan untuk membuat kolase antara lain lain seperti:
  1. Tumpang-tindih atau saling tutup (overlapping) merupakan metode kolase dengan cara menyusun kembali potongan kain perca secara tumpang tindih,
  2. Penataan ruang (spatial arrangement),
  3. Repetisi/perulangan (repetition),
  4. Komposisi/kombinasi beragam jenis tekstur dari berbagai material.

Fungsi Kolase

Kolase bukan sekedar karya seni yang dibuat untuk sekedar sebagai pengembang motorik halus anak tetapi kolase memiliki beberapa fungsi yang sangat bermanfaat khususnya bagi anak usia sekolah tingkat bawah seperti di SD kelas 1 dimana masih identik dengan dunia belajar sambil bermain. 
 
Adapun kolase memiliki fungsi sebagai berikut.
  • Fungsi praktis, yaitu memiliki fungsi karya tersebut dapat digunakan sebagai bahan dekorasi pada benda sehari-hari.
  • Fungsi edukatif, yaitu dapat membantu mengembangkan daya pikir, daya serap, emosi, estetika dan kreatifitas.
  • Fungsi ekspresi, yaitu dengan menggunakan berbagai bahan dan tekstur dapat membantu melejitkan ekspresi.
  • Fungsi psikologis, yaitu dengan menuangkan ide, emosi yang menimbulkan rasa puas dan kesenangan sehingga dapat mengurangi beban psikologis.
  • Fungsi sosial, yaitu dapat menyediakan lapangan pekerjaan dengan banyaknya karya yang dimiliki diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dengan modal kreatifitas.
 
 

KIRIM MASUKAN

T Nurandhari
T Nurandhari wuryantoro.com - Blogger Jalanan belajar menulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia. twitter | github | youtube | rss | blogger | rss

Posting Komentar untuk Tulisan Ini.