Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


(Tema gelap kini tersedia)
    
Aktifkan agar pengalaman membaca menjadi lebih nyaman
    

8 Tipe-tipe Kepemimpinan, Syarat Menjadi Seorang Pemimpin

Kepemimpinan tidak selalu berkaitan dengan jabatan. Kepemimpinan erat kaitannya dengan tujuan individu memimpin diri sendiri atau self-leadership, sebab setiap pribadi adalah pemimpin (Kadarusman,2011). Penjelasan tersebut dapat dimaknai bahwa manusia hendaknya meningkatkan kemampuan kepemimpinan dalam diri sehingga dapat diterima dalam lingkungan sosialnya. Seseorang yang mampu memimpin dirinya sendiri maka akan lebih mudah memimpin orang lain, hal tersebut adalah dasar menjadi seorang pemimpin.

Menurut Elmore (2010 : 131) "ada empat warna dasar seorang pemimpin yang menjadikannya kepemimpinan sehat dan efektif yaitu, karakter, perspektif, keberanian dan kemurahan hati". Pengertiannya bahwa karakter yang kuat akan membuat seseorang mampu mendapat kepercayaan, dihargai dan mampu mempengaruhi orang lain.

 

tipe Kepemimpinan

Perspektif akan membuat seseorang mampu untuk melihat dan memahami apa yang harus dilakukan untuk meraih sebuah tujuan. Keberanian membuat seseorang mampu untuk memprakarsai sebuah rencana dan bersedia mengambil resiko demi mewujudkan sebuah tujuan. Kemurahan hati akan membuat seseorang mampu menarik dan mempercayai orang lain untuk bergabung dalam mewujudkan sebuah tujuan. Seorang pemimpin juga memiliki ciri khas tersendiri yang dipengaruhi oleh lingkungannya termasuk juga budaya.

Tipe-Tipe Kepemimpinan

Individu yang memiliki jiwa pemimpin dapat membuat orang disekitarnya segan. Setiap individu tersebut memiliki tipe kepemimpinan yang unik dan berbeda. Nawawi mengatakan bahwa tipe kepemimpinan merupakan suatu bentuk atau jenis kepemimpinan yang di dalamnya terdapat satu atau lebih perilaku kepemimpinan (2006). 

Pada setiap tipe-tipe kepemimpinan terdapat gaya kepemimpinan, bisa saja seorang individu memiliki tipe kepemimpinan tertentu atau kombinasi dari beberapa tipe dan gaya. Tipe kepemimpinan dikelompokkan menjadi delapan.

Delapan kelompok tersebut adalah tipe karismatik, tipe paternalistis dan maternalistis, tipe militeristis, tipe otokratis, tipe laisser faire, tipe populistis, tipe administratif, dan tipe demokratis (Kartono,2005). Penjelasan dari masing-masing tipe adalah sebagai berikut:

Tipe Kepemimpinan Karismatik

Seorang pemimpin yang karismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut. Pemimpin yang karismatik adalah seseorang yang memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain dengan kelebihan yang ada dalam dirinya. Kelebihan tersebut dalam hal kepribadian memimpin sehingga menimbulkan rasa hormat dan segan pada orang yang disekitarnya.

Tipe Kepemimpinan Paternalistis dan Maternalistis

Ciri tipe pemimpin paternalistis dan maternalistis ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan kepada orang tua atau seseorang yang dituakan. Tipe paternalistis merupakan tipe kepemimpinan yang kebapakan yang menganggap orang di bawahnya tidak tahu apa-apa sedangkan dia tahu segala-galanya dan bersikap terlalu melindungi. Tipe kepemimpinan maternalistis juga mirip seperti tipe paternalistis hanya saja memiliki ciri terlalu melindungi dan kasih sayang yang berlebihan.

Tipe Kepemimpinan Militeristis

Sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah lebih banyak menggunakan sistem perintah, keras, sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana. Selain itu pemimpin dengan tipe ini selalu menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya. Komunikasi antara pemimpin dan anggotanya hanya berlangsung searah tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya. 

Tipe Otokratis

Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan peran tunggalnya. Pemimpin dengan tipe ini cenderung mengabaikan peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan, kebijakan ditetapkan tanpa berkonsultasi dengan anggotanya.

Tipe Kepemimpinan Laisser Faire

Seorang pemimpin yang menganut tipe ini tidak memiliki wibawa dan membiarkan anggotanya bertindak apapun. Dia berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar karena para anggotanya terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang harus dilakukan oleh masing-masing anggota. 

Tipe Kepemimpinan Populistis

Tipe kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal. Seseorang yang menganut tipe ini tidak mempercayai dukungan dan bantuan dari luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan menghidupkan kembali sikap nasionalisme.

Tipe Kepemimpinan Administratif

Tipe kepemimpinan administratif ini adalah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat dan administratur yang mampu menggerakkan dinamika pembangunan sehingga dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien. 

Tipe Kepemimpinan Demokratis

Di dalam kepemimpinan demokratis terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab dan kerja sama. Kekuatan kepemimpinan demokratis terletak pada partisipasi aktif dari setiap anggota kelompok, bukan pada pemimpinnya. Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Dengan demikian pemimpin mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota se efektif mungkin. 

Syarat Seorang Pemimpin

Menurut Gerungan (dalam Darwito, 2008) bahwa setiap pemimpin sekurang-kurangnya memiliki tiga syarat, yakni: Social Perception, Ability in Abstract Thinking, dan Emotional Stability. Penjelasan dari masing-masing syarat seorang pemimpin adalah:

  1. Memiliki Persepsi Sosial (Social Perception), Seorang pemimpin harus memiliki persepsi sosial yang baik agar dapat bekerjasama dengan anggotanya. Persepsi sosial ialah kecakapan untuk cepat melihat dan memahami perasaan, sikap, dan kebutuhan anggota kelompok.
  2. Memiliki kemampuan berpikir abstrak (Ability in Abstract Thinking), kemampuan berfikir abstrak dibutuhkan oleh seorang pemimpin untuk dapat menafsirkan kecenderungan-kecenderungan kegiatan baik di dalam maupun di luar kelompok dalam kaitannya dengan tujuan kelompok. Seorang pemimpin harus bisa memutuskan suatu kebijakan yang tepat bagi organisasi yang dipimpinnya sehingga dapat mencapai tujuan organisasi.
  3. Keseimbangan Emosional (Emotional Stability), seorang pemimpin bukan hanya menduduki suatu jabatan, tetapi secara kepribadian memiliki kestabilan emosi yang baik. Pemimpin harus memikirkan dengan baik kebijakan yang akan diambilnya sehinggga tidak merugikan anggota maupun organisasi yang dipimpinnya.

 

 

 

KIRIM MASUKAN

T Nurandhari
T Nurandhari wuryantoro.com - Blogger Jalanan belajar menulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia. twitter | github | youtube | rss | blogger | rss
Posting Komentar untuk Tulisan Ini.