Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


(Tema gelap kini tersedia)
    
Aktifkan agar pengalaman membaca menjadi lebih nyaman
    

Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja

Secara umum, kenakalan remaja memiliki bentuk yang bermacam-macam dan mengalami peningkatan. Mulyono (1984:22) menyatakan "dua bentuk kenakalan remaja yaitu, kenakalan yang tidak digolongkan dalam pelanggaran hukum dan kenakalan yang dapat digolongkan pelanggaran hukum dan mengarah pada tindak kriminal".

Kenakalan yang tidak digolongkan dalam pelanggaran hukum

Kenakalan yang tidak digolongkan dalam pelanggaran hukum merupakan kenakalan yang dilakukan oleh remaja namun kenakalan tersebut tidak diatur dalam undang-undang sehingga tidak termasuk dalam pelanggaran hukum. 

Bentuk-bentuk Kenakalan Remaja

Menurut William C. Kvaraceus(dalam Mulyono, 1984:22) menyatakan bahwa "A kind of screening which tends to shelter or protect the offender againts becoming a court statistic often takes places in an average community, this accounts for so-called hidden delinquency which is never recorded but which, never the less, is very real". Pendapat di atas dapat dimengerti bahwa hidden delinquency adalah tindakan kenakalan remaja yang nyata namun tidak terekam atau tidak termasuk dalam pelanggaran hukum.

Beberapa contoh perilaku yang termasuk dalam kenakalan remaja golongan ini antara lain berbohong, membolos, kabur, keluyuran, membawa benda berbahaya, bergaul yang memberi pengaruh buruk, berpesta pora, membaca buku c*bul dan berkata tidak sopan, turut dalam pelac*r*n, berpakaian tidak pantas dan meminum minuman keras.

Dari pendapat diatas dapat dijabarkan lebih rinci sebagai berikut :

  1. Berbohong diartikan sebagai tidak jujur, memutar balikan kenyataan (fakta) untuk menutupi kesalahan maupun untuk menipu orang lain
  2. Membolos adalah keluar dari lingkungan sekolahan tanpa sepengetahuan dan izin guru
  3. Kabur artinya meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan dari orang tua atau keluarga yang bisa disebabkan karena ingin menentang keinginan orang tua
  4. Keluyuran artinya pergi tanpa tujuan yang pasti dan melakukan tindakan yang negatif
  5. Membawa benda berbahaya baik digunakan untuk tindak kriminal ataupun tidak digunakan yang dapat membahayakan orang lain misalnya pisau, sabit, pistol dan sebagainya
  6. Bergaul yang memberikan pengaruh buruk, artinya menjalin hubungan atau bergerombol dengan teman-teman yang memberikan pengaruh buruk dalam kehidupan remaja. Misalnya, suka menjelek-jelekan orang lain, meminum minuman keras, merokok dan sebagainya
  7. Berpesta pora, Menghabiskan malam dengan berkumpul dengan teman-teman tanpa adanya pengawasan orang tua sehingga dapat memunculkan tindakan yang melanggar moral dan tindakan asusila
  8. Membaca buku cabul dan berkata tidak sopan, Membaca buku cabul atau majalah p*rn* orang dewasa, film p*rn* dan sering berkata jorok atau tidak sopan
  9. Turut dalam pelacuran artinya berada atau berhubungan dengan pelacuran baik menjadi pelacur maupun menggunakan jasa pelacur
  10. Berpakaian yang tidak pantas dan meminum minuman keras, Berpakaian yang tidak pantas seperti menggunakan rok mini, memperlihatkan bagian dada dan sebagainya, ditambah dengan meminum minuman keras yang dapat merusak diri.

Kenakalan yang dapat digolongkan pelanggaran hukum dan mengarah pada tindak kriminal

Kenakalan yang dapat digolongkan pelanggaran hukum dan mengarah pada tindak kriminal adalah kenakalan yang dilakukan oleh remaja yang bersifat melanggar hukum yang telah diatur dalam undang-undang. Kenakalan yang digolongkan dalam pelanggaran hukum merupakan tindakan yang sudah mengarah kepada tindakan kriminal, diantaranya adalah:

  1. Berjudi sampai menggunakan uang dan taruhan benda yang lain
  2. Mencuri, mencopet, menjambret, merampas dengan kekerasan atau tanpa kekerasan
  3. Penggelapan barang
  4. Penipuan dan pemalsuan
  5. Pelanggaran tata  susila,  menjual gambar p*rn*,  film  p*rn*, pemerkosaan
  6. Pemalsuan uang dan pemalsuan surat-surat keterangan resmi
  7. Percobaan pembunuhan
  8. Menyebabkan kematian orang lain, turut tersangkut dalam pembunuhan
  9. Pengguguran kandungan (aborsi)
  10. Penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian seseorang

Sedangkan Sunarwiyati (dalamAsmani, 2012:98) "membagi kenakalan remaja menjadi tiga tingkatan yakni, kenakalan biasa, kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan, kenakalan khusus. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kenakalan biasa adalah kenakalan yang biasa dilakukan remaja atau masih dianggap wajar, seperti keluyuran, pergi tanpa izin, membolos pelajaran dan sebagainya.
  2. Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan adalah kenakalan remaja yang sudah  melanggar hukum dan undang-undang,  menjurus kepada kejahatan yang merugikan orang lain, seperti mencuri, mencopet, merampas, mengendarai motor  tanpa SIM dan sebagainya.
  3. Kenakalan khusus, seperti hamil diluar nikah, seks bebas, pemerkosaan, penyalahgunaan obat-obatan  terlarang dan sebagainya.

Berdasakan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bentuk dari kenakalan remaja adalah kenakalan yang  tidak digolongkan dalam pelaggaran hukum dan kenakalan yang digolongkan dalam pelanggaran hukum. Sedangkan dilihat dari tingkat kenakalan yang dilakukan dibagi menjadi tiga yaitu kenakalan biasa, kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan serta kenakalan khusus.



KIRIM MASUKAN

T Nurandhari
T Nurandhari wuryantoro.com - Blogger Jalanan belajar menulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia. twitter | github | youtube | rss | blogger | rss

Posting Komentar untuk Tulisan Ini.