Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


(Tema gelap kini tersedia)
    
Aktifkan agar pengalaman membaca menjadi lebih nyaman
    

Faktor Yang Mempengaruhi, Penyebab Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja dapat disebabkan oleh banyak faktor. Baik faktor dalam diri (internal) maupun faktor dari luar diri (eksternal). Menurut Kartini Kartono (1992:112) terdapat dua faktor yang mempengaruhi dan menjadi penyebab kenakalan remaja yaitu, faktor internal dan faktor ekternal.

Faktor Internal

Faktor internal merupakan faktor yang muncul dari dalam diri individu. 

Reaksi Frustasi Negatif

Semakin banyaknya remaja yang tidak dapat beradaptasi terhadap perubahan sosial mengakibatkan munculnya reaksi frustasi, konflik dan ketegangan batin. Ditambah banyaknya tuntutan sosial, sanksi sosial, dan tekanan sosial yang tidak sesuai dengan ambisi remaja yang kuat dan menggebu-gebu seringkali mendorong remaja dalam melakukan pelanggaran norma-norma yang ada.

Gangguan Pengamatan dan Tanggapan

Gangguan pengamatan dan tanggapan sangat mempengaruhi daya adaptasi remaja. Ganggguan tersebut berupa halusinasi, ilusi dan gambaran semu mengenai kecemasan yang berlebihan terhadap lingkungan masyarakat.

Penyebab Kenakalan Remaja

Gangguan Cara Berpikir

Remaja yang memiliki cara berfikir dan inteligensi yang baik akan mampu memperbaiki kesalahannya sendiri dengan cara berfikir logis dan rasional, serta mampu membedakan antara kenyataan dengan harapan yang seharusnya. Sebaliknya remaja yang memiliki gangguan cara berfikir akan membela dan membenarkan tingkah lakunya yang salah, membenarkan pikirannya yang salah, sehingga tingkah laku remaja menjadi liar dan tidak terkendali, suka berkelahi dan menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah.

Gangguan Emosional / Perasaan

Perasaan berhubungan dengan kepuasan harapan, keinginan dan kebutuhan remaja. Apabila keinginan dan kebutuhan terpenuhi maka terciptalah kesenangan dan kebahagiaan, namun apabila sebaliknya, keinginan dan harapan tidak terpenuhi maka remaja akan mengalami kesedihan, kekecewaan dan  frustasi.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang muncul dari dalam luar diri individu.

Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan fondasi dalam kepribadian dan pembentukan watak anak. Baik dan buruknya struktur keluarga akan mempengaruhi perkembangan anak. Faktor eksternal yang disebabkan oleh faktor keluarga diantaranya adalah rumah tangga yang berantakan atau broken home, perlindungan yang berlebihan dari orang tua, penolakan orangtua,  dan pengaruh buruk dari orang tua.

Faktor-faktor diatas akan mempengaruhi perkembangan jasmani dan rohani anak, sehingga secara tidak sengaja anak dapat melampiaskan kekesalannya pada bentuk-bentuk kenakalan remaja seperti membolos sekolah, perkelahian disekolah, merokok, meminum minuman  keras dan sebagainya.

Lingkungan Sekolah yang Tidak Menguntungkan

Lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan seperti terbatasnya fasilitas sekolah, dan banyaknya peraturan sekolah menyebabkan anak merasa jenuh dengan rutinitas yang harus dipatuhi sehari-hari, sehingga tidak jarang  anak melakukan pelangaran tata tertib yang ditetapkan sekolah.

Lingkungan Masyarakat

Lingkungan masyarakat disekitar tempat tinggal adakalanya dihuni oleh orang dewasa dan anak remaja yang sering memberikan pengaruh yang negatif seperti berbuat onar dan anti sosial. Apabila pengawasan dari orang tua lengah maka dimungkinkan anak akan ikut larut dalam lingkungan yang tidak sehat. Sedangkan menurut Asmani (2012:123) menyebutkan "faktor kenakalan remaja jika dilihat secara umum yaitu, hilangnya fungsi keluarga dalam mendidik anak-anak, hancurnya lingkungan sosial, gagalnya lembaga pendidikan dalam proses internalisasi nilai, moral, dan mental siswa, pengaruh negatif dari media cetak atau elektronik, kemiskinan, pengangguran, dan kemerosotan ekonomi".

Dari pendapat ahli diatas dapat dijelaskan bahwa faktor penyebab kenakalan remaja adalah sebagai berikut :

  1. Hilangnya Fungsi Keluarga dalam Mendidik Anak-Anaknya, Keluarga memiliki fungsi dan peranan utama dalam mendidik anak-anaknya. Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang pertama kali yang ditemui oleh anak, sehingga harus memberikan perhatian dan menanamkan pendidikan moralitas, intelektual, dan sosial. Apabila fungsi dan peranan keluarga luntur dan hilang maka akan mempengaruhi perilaku anak baik di dalam maupun di luar lingkungan keluarga.
  2. Hancurnya Lingkungan Sosial, Selain lingkungan keluarga, yang memegang peranan penting dalam membentuk jati diri anak adalah lingkungan sosial dimana dia tinggal dan bergaul. Namun sekarang ini, lingkungan sosial dirasa sudah mulai hancur (rusak) dengan munculnya geng-geng motor, kebiasaan nongkrong ditempat-tempat tertentu, berjudi dan sebagainya.
  3. Gagalnya Lembaga Pendidikan dalam Proses Internalisasi Nilai, Moral, dan Mental Siswa, Lembaga pendidikan sekarang ini seharusnya tidak terfokus pada dimensi akademik saja, namun juga harus menekankan pada pembentukan moral dan mental yang baik untuk peserta didik yang ditanamkan mulai dari pendidikan paling dini. Hal tersebut diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya pintar dalam bidang akademik namun juga memiliki moral dan mental yang baik.
  4. Pengaruh Negatif dari Media Cetak atau Elektronik, Era globalisasi ini media massa, baik media cetak maupun media elektronik memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pembentukan budaya masyarakat. Media elektronik seperti televisi, radio dan internet harusnya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi anak, namun sekarang ini banyak tayangan ditelivisi yang kurang mendidik dan memberikan contoh tidak baik. Terlebih internet, banyak situs yang menampilkan unsur-unsur p***ografi. Sedangkan di media cetak seperti koran dan majalah juga terkadang memberikan pengaruh yang negatif bagi perkembangan anak.
  5. Kemiskinan, Pengangguran, dan Kemerosotan Ekonomi, Banyak dari remaja Indonesia dari desa yang pengangguran memutuskan untuk mengadu nasib ke kota-kota besar, misalnya Jakarta. Di Jakarta mereka meniru kebiasaan remaja Jakarta yang sering pulang larut malam, pergi ke diskotik, clubing, dan lain sebagainya. Kebiasan tersebut pada akhirnya dibawa pulang ke kampung halaman sebagai tanda modernitas yang akan mempengaruhi remaja desa.

Selain itu ditambahkan oleh Asmani (2012:130) lima faktor lain yang menyebabkan kenakalan remaja yakni, lemahnya pengawasan guru dan orang tua, faktor pubertas, orang tua yang terlalu permisif, peran masyarakat dan lingkungan, pendidikan agama. Secara lebih rinci faktor lain yang menyebabkan kenakalan remaja dijelaskan sebagai berikut :

  1. Lemahnya  Pengawasan Guru dan Orang Tua, Lemahnya pengawasan guru dan orang tua terhadap tindak tanduk anak baik disekolah maupun dirumah dapat menyebabkan kenakalan remaja terutama dizaman lemahnya pengawasan bidang teknologi, seperti kecanduan games online, dan mengakses situs-situs p***ografi di internet.
  2. Faktor Pubertas, Masa remaja merupakan masa dimana seseorang memiliki rasa ingin tahu yang sangat luas, terutama yang berhubungan dengan seksualitas. Orang tua seharusnya memberikan pemahaman anak tentang pendidikan seksualitas yang benar sehingga anak tidak terjerumus pada perilaku seksual yang belum diperbolehkan untuk remaja.
  3. Orang Tua yang Terlalu Permisif, Banyak orang tua yang sekarang ini terlalu permisif atau terlalu memperbolehkan apa yang diinginkan anak, sehingga merasa bebas melakukan apa saja termasuk hal-hal negatif yang melanggar norma karena tidak ada yang melarangnya.
  4. Peran Masyarakat dan Lingkungan, Peranan dari anggota masyarakat dan lingkungan merupakan salah satu faktor terpenting dalam pembentukan perilaku remaja. Lingkungan merupakan tempat remaja bersosialisasi. Baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat. Apabila lingkungan memberikan pengaruh yang positif maka akan membentuk perilaku remaja yang positif pula, namun jika lingkungan memberikan pengaruh yang negatif, maka akan membentuk perilaku remaja yang negatif pula, seperti sering berbuat onar, berjudi, minum-minuman keras dan lain sebagainya.
  5. Pendidikan Agama, Faktor pendidikan agama tidak kalah penting dari pendidikan akademik. Pendidikan agama mengajarkan tentang keimanan, ketaqwaan, akhlak dan norma-norma agama. Apabila sedari dini pendidikan agama diberikan maka akan tertanam dalam jiwa remaja dan menjadi ajaran hidup yang harus selalu dipatuhi. 
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat diketahui faktor penyebab kenakalan remaja adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain reaksi frustasi negatif, gangguan pengamatan dan tanggapan, gangguan cara berfikir, serta gangguan emosional atau perasaan sedangkan yang termasuk dalam faktor internal antara lain lingkungan keluarga, lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan dan lingkungan masyarakat. 
 
Selain itu terdapat lima faktor kenakalan remaja jika dilihat secara umum yaitu hilangnya fungsi keluarga dalam mendidik anak, hancurnya lingkungan sosial, gagalnya lembaga pendidikan dalam proses internalisasi nilai, moral dan mental siswa, pengaruh negatif dari media cetak dan elektronik, serta kemiskinan, pengangguran dan kemerosotan ekonomi. Ditambahkan pula lima faktor lain yang menyebabkan kenakalan remaja yaitu lemahnya pengawasan guru dan orang tua, faktor pubertas, orang tua yang terlalu permisif, menurunnya peran masyarakat dan lingkungan, kurangnya pendidikan agama.

 

KIRIM MASUKAN

Tatak Nurandhari
Tatak Nurandhari wuryantoro.com - Blogger Jalanan belajar menulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia. twitter | github | youtube | rss | blogger | rss
Posting Komentar untuk Tulisan Ini.