Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


(Tema gelap kini tersedia)
    
Aktifkan agar pengalaman membaca menjadi lebih nyaman
    

Media Relations Dalam Humas

Media relations adalah salah satu bentuk kegiatan humas yang menjalin hubungan keluar, yang dimaksudkan di sini adalah untuk menjalin hubungan baik dengan wartawan/jurnalis. Pers betul-betul mampu meningkatkan citra positif perusahaan, sebaliknya pers pun mampu membuat citra perusahaan menjadi negatif, padahal dalam kenyataannya boleh jadi itu adalah sebaliknya. 
 
 
Pengertian Media Relations menurut Frank Jeffkins adalah usaha untuk mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dari organisasi atau perusahaan yang bersangkutan. (2000: 98).
 
humas
 
Sementara itu Sam Black dan Melvin L. Sharpe menjelaskan Media Relations lebih kepada hubungan antara organisasi dengan pers, radio dan televisi secara dua arah atau dua pihak (1988: 37).

Kesimpulannya, media relations dijalin untuk pencapaian publikasi dari perusahaan/organisasi yang maksimal. Publikasi yang maksimal tidak hanya dari sisi jumlah media yang memuat, tetapi juga isi berita yang informatif dan mudah dipahami. 
 
Tetapi hubungan tersebut tetap menguntungkan kedua pihak, dengan demikian seorang humas harus mampu memahami apa saja kepentingan dari pihak media yang terlibat begitu juga sebaliknya. Munculnya berita di media massa bergantung pada bagaimana kinerja seorang humas dalam perusahaan itu. Untuk itu, seorang humas harus mampu menguasai prinsip-prinsip kehumasan dalam media relations yang baik. 
 

Tujuan Media Relations

Tujuan pokok hubungan pers adalah menciptakan pengetahuan dan pemahaman, bukan hanya sekedar menyebarkan informasi demi citra yang baik di publik. Karena, menurut Jeffkins tak seorang pun yang berhak untuk mendikte apa yang harus diterbitkan oleh media massa.
 
Peranan media massa yang strategis maka media relations memegang kunci yang penting bagi suatu perusahaan. Sebagai media komunikasi massa, pers dinilai memiliki kekuatan untuk memengaruhi opini publik. Karena, dikonsumsi oleh massa yang sangat beragam, pers mampu membentuk opini publik terhadap terciptanya citra perusahaan yang diberitakan tersebut. Opini ini bisa muncul positif bisa juga malah kebalikannya, padahal mungkin saja itu bukan kejadian sebenarnya.

Suatu perusahaan/organisasi tentu sangat membutuhkan dukungan media massa dalam mencapai tujuan organisasi. Berikut ini adalah tujuan Media Relations, yaitu :

  1. Untuk memperoleh publisitas seluas mungkin mengenai kegiatan serta langkah lembaga/organisasi yang baik untuk diketahui umum.
  2. Untuk memperoleh tempat dalam pemberitaan media (liputan, laporan, ulasan, tajuk yang wajar, obyektif dan seimbang (balance)mengenai hal-hal yang menguntungkan lembaga/organisasi.
  3. Untuk memperoleh umpan balik dari masyarakat mengenai upaya dan kegiatan lembaga/organisasi.
  4. Untuk melengkapi data/informasi bagi pimpinan lembaga/informasi bagi keperluan pembuatan penilaian (assesment) secara tepat mengenai situasi atau permasalahan yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan lembaga/perusahaan.
  5. Mewujudkan hubungan yang stabil dan berkelanjutan yang dilandasi oleh rasa saling percaya dan menghormati.(Rachmadi 1882:56)

Intinya program Media Relations dijalankan untuk menjalin hubungan baik dengan pihak media massa. Apabila, organisasi menjalin hubungan baik dengan media massa diharapkan pada saat perusahaan/organisasi membutuhkan publisitas pihak media massa dapat menghasilkan berita yang berimbang tanpa menyudutkan perusahaan yang berakibat pada pembentukan opini tidak baik di khalayak.
 

Bentuk Kegiatan Media Relations

Dalam praktik Media Relations, ada beberapa bentuk kegiatan yang dilakukan seorang humas. Berbagai kegiatan ini dilakukan selain untuk menginformasikan aktivitas perusahaan juga digunakan sebagai peningkatan citra positif melalui media massa. Bentuk kegiatan Media Relations adalah sebagai berikut : 

Penyebaran Siaran Pers

Penyebaran Siaran Pers, atau yang biasanya disebut Press Release.Siaran pers biasanya berupa lembaran siaran berita yang dibagikan kepada wartawan atau media massa yang nantinya akan dipublikasikan.Siaran pers ini pun memiliki fungsi yang sama dengan fungsi media massa. Karena itulah, sebuah siaran pers yang baik adalah siaran pers yang memiliki unsur-unsur jurnalistik sehingga menarik untuk dibaca.
 

Konferensi Pers atau Jumpa Pers

Konferensi Pers atau Jumpa Pers, merupakan kegiatan menginformasikan sebuah peristiwa penting atau besar kepada masyarakat pihak penyelenggara jumpa pers ini pun harus menyediakan bahan tertulis sehinggan kalangan pers memiliki data yang akurat dari materi yang disampaikan. Dengan adanya forum diskusi antara wartawan dan penyelenggara jumpa pers, memungkinkan wartawan makin banyak mendapat informasi.
 

Kunjungan Pers

Kunjungan Pers,terkadang disebut juga Press Tour yaitu mengajak kalangan wartawan untuk berkunjung ke suatu lokasi, baik yang berada dilingkungannya, maupun ke tempat atau lokasi yang memiliki kaitan erat dengan kiprah lembaga tersebut.Dengan laporan jurnalistik yang dibuat wartawan itu, selain bermanfaat sebagai kegiatan kehumasan, juga sebagai ajang promosi perusahaan.
 

Resepsi Pers

Resepsi Pers ( Press Reception) adalah mengundang para insan media massa dalam sebuah acara resepsi atau acara khusus yang diselenggarakan untuk para pemburu berita. Acaranya bisa berupa makan siang bersama atau makan malam yang dilanjutkan acara hiburan.Dalam forum yang biasanya cenderung santai ini, pihak humas pun bisa menyerap informasi yang beredar di kalangan masyarakat ataupun persepsi wartawan sendiri terhadap perusahaan pengundang.
 

Peliputan Kegiatan

Peliputan Kegiatan, merupakan kegiatan meliput acara perusahaan selama itu memiliki nilai jurnalistik yang memadai makan akan dimuat oleh pers. Acara-acara yang diliput wartawan, bisa yang bersifat massal, bisa pula kegiatan dengan khalayak yang kecil tetapi tetap memadai. Untuk memudahkan pekerjaan wartawan, berikanlah bahan-bahan informasi tertulis.
 

Wawancara Pers

Wawancara pers, jika pada sebelumnya kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak perusahaan yang melaksanakan maka wawancara pers ini datang dari inisiatif media massa. Terdapat dua macam, yaitu wawancara pers yang dipersiapkan artinya media massa dalam aktivitas jurnalistik untuk merencanakan berbagai liputan dan wawancara spontan adalah wawancara mendadak ketika secara tiba-tiba bertemu dengan wartawan, misalnya setelah jumpa pers di mana wartawan menanyakan pula masalah di luar materi jumpa pers. (Abdullah 2000: 80-101)

Kesimpulannya, Media Relations tidak hanya terkait dengan keuntungan sepihak tetapi juga menguntungkan kedua belah pihak. Dengan demikian akan menciptakan kerja sama yang baik, win-win solutions. Dalam hal ini perusahaan harus memahami kepentingan media yang terlibat di dalam aktivitas media tersebut.
 
Dengan demikian akan memudahkan serta mengeratkan kerjasama antara kedua belah pihak. Media Relations yang efektif adalah hubungan yang memberikan keuntungan bagi keduanya. Pihak media mendapatkan informasi untuk dimuat dan perusahaan mencapai tujuan mendapatkan citra positif dengan menyebarkan informasi berharga kepada publik yang luas melalui media massa. 
 
 

KIRIM MASUKAN

T Nurandhari
T Nurandhari wuryantoro.com - Blogger Jalanan belajar menulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia. twitter | github | youtube | rss | blogger | rss

Posting Komentar untuk Tulisan Ini.