Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


(Tema gelap kini tersedia)
    
Aktifkan agar pengalaman membaca menjadi lebih nyaman
    

Pengertian Remaja, Batas Usia, Transisi, Tugas Perkembangan, Ciri-ciri, Masa Remaja

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa sehingga dalam masa ini akan timbul perubahan-perubahan baik yang bersifat fisik maupun psikis. Menurut Standley Hal dalam Kardjiman (1989 : 31), masa remaja adalah masa kelahiran baru, dimana pada masa kelahiran baru ini ditandai oleh gejala-gejala yang menonjol antara lain : perubahan pada segi biologisnya mulai berfungsinya kelenjar kelamin, perubahan sikap sosial yang meledak eksplosif dan bergelora. Jadi dalam masa remaja ini akan terjadi gejolak dalam kejiwaannya.

Pengertian Remaja dan Masa Remaja

Menurut Sarlito Wirawan Sarwono, remaja adalah suatu masa dimana individu berkembang dari saat pertama ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan. Seksual individu mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa, terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh, kepada keadaan yang relatif lebih mandiri. 

Gorrison berpendapat bahwa masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju ke arah masa dewasa. Masa transisi ini anak remaja mengalami perubahan jasmani, emosi maupun sosialnya serta aspek-aspek kepribadian yang lain ( Kardjiman, 1989 : 31).

Menurut Singgih D Gunarso yang dimaksud masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa, meliputi semua perkembangan yang dialami persiapan memasuki masa dewasa. (1979 : 16). Masa remaja juga merupakan masa yang diombang-ambingkan oleh kekecewaan dan penderitaan, meningkatnya konflik, pertentangan dan krisis penyesuaian, impian dan khayalan, pacaran dan percintaan, keterasingan kehidupan dewasa dan norma budaya. (1991 : 205). 

Pengertian Remaja

Sedangkan menurut Zakiah Darojat, masa remaja adalah suatu masa dari umur manusia yang paling banyak mengalami perubahan sehingga membawanya pindah dari masa kanak-kanak ke dewasa. (1979 : 35).

Masa remaja merupakan fase dari keseluruhan perkembangan manusia yaitu masa bayi, kanak-kanak, dewasa dan terakhir tua. Cole mengatakan bahwa masa remaja merupakan masa sulit karena remaja bukan lagi sebagai anak tetapi belum termasuk dewasa. Terutama pengaruh perkembangan emosinya sangat mempengaruhi tindakan dalam menghadapi tingkahnya yang bersifat moral, religius dan sosial. Mereka ada keinginan melepaskan diri dari orang dewasa, tetapi kenyataan masih memerlukannya.(Cole, 19569 : 4).

Menurut Vembriarto, remaja dalam masyarakat yang deferensiasi sering kali mengalami konflik antara sikapnya sebagai anak di rumah dan sebagai siswa di sekolah, dorongannya sebagai individu yang berdiri sendiri dalam kelompok sebayanya dan keinginannya untuk menampakkan dirinya bertindak sebagai orang yang telah dewasa. (Vembriarto, Jiwa Baru th XV : 9).

Pada masa remaja juga dikatakan masa negatif, masa menentang, masa radikal herois serta masa yang romantis. Dikatakan demikian karena masa remaja itu anak sulit dikendalikan, senang menentang lingkungan yang menurutnya tidak sesuai dengan selera. Tetapi selain itu dia selalu gelisah jiwanya, tidak tenang dan kadang-kadang menginginkan orang yang dapat diajak bertukar pikiran, tetapi juga sering ingin menyendiri. (Kardjiman, 1989 : 41).

Masa remaja juga merupakan masa cita-cita yang setinggi langit. Dia selalu menginginkan hal-hal yang menurut keinginannya adalah yang paling baik, digambarkan melalui fantasinya apa yang dicita-citakan mudah tercapai tanpa memperhatikan kemampuannya. Tingginya cita-cita tanpa memperhatikan realita yang ada menyebabkan seringnya anak remaja terlibat dalam situasi konflik psikis antara pencapaian cita-cita dan realita. Akibat dari konflik tersebut remaja akan bertsifat ragu-ragu dalam menghadapai masalah, takut akan kegagalan yang tidak diinginkannya. (Kardjiman, 1989 : 42).

Kardjiman mengemukakan pada masa remaja menunjukkan vitalitas jiwa yang tinggi, dinamis serta kegairahan hidup yang penuh semangat. (1989 : 43). Dalam keadaan ini biasanya remaja tersebut akan menunjukkan pada sekitarnya bahwa ia bukan lagi anak-anak yang harus diperhatikan seperti sebelumnya, tetapi ia mengharapkan pengakuan akan kedewasaanya. Untuk itu ia berusaha mencari perhatian, senang sekali menunjukkan kemampuan dan kekuatannya. Dia senang sekali menunjukkan dirinya benar-benar hebat serta mengharapkan pengakuannya atas kehebatannya.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju ke arah masa dewasa, dimana pada masa ini akan terjadi perubahan-perubahan baik secara jasmani, psikis dan sosial yang pada akhirnya akan menimbulkan goncangan pada jiwanya.

Batas Usia Remaja

Mengenai batas usia remaja banyak para ahli mengemukakan, tetapi semuanya tidak mempunyai konsep yang sama. Hal ini disebabkan oleh masing-masing mempunyai sudut tinjauan yang berbeda. Menurut Susilo Wardani masa pubertas berkisar antara 11 tahun atau 12 tahun sampai 15 tahun atau 16 tahun. (1982 : 529).

Eraly Adolesencer berkisar antara usia 13 tahun sampai 17 tahun dan Late Adolence berkisar antara usia 17 tahun sampai 21 tahun. Johan Suban Tukan mengemukakan bahwa masa rema berkisar antara umur 13 tahun sampai 21 tahun. (1991 : 38). 

Pendapat lain adalah Andi Mappiare yang menentukan batasan usia remaja secara teoritis, empiris , psikologis, rentang usia remaja adalah 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai 22 tahun bagi pria. Jika dibagi atas usia remaja awal sampai dengan 17 tahun atau 18 tahun dan untuk remaja akhir 17 atau 18 sampai dengan 21 atau 22 tahun. (andi Mappiare, 1982 : 27).

Dari berbagai pendapat tersebut di atas jelaslah bahwa para ahli di dalam memberikan batasan umur remaja tidak mempunyai keseragaman yang mutlak, tetapi batasan tersebut tidak jauh bedanya.

Transisi Perkembangan Pada Masa Remaja

Masa remaja adalah masa transisi, dimana pada masa-masa seperti ini sering terjadi ketidakstabilan baik itu emosi maupun kejiwaan. Pada masa transisi ini juga remaja sedang mencari jati diri sebagai seorang remaja. 

Walaupun saat ini masih terdapat beragam interpretasi tentang definisi remaja, seperti definisi menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) bahwa seseorang dikatakan remaja yaitu antara usia 14-24 tahun. Batas usia 24 tahun merupakan batas maksimal, yaitu untuk memberi peluang bagi mereka yang sampai batas usia tersebut masih menggantungkan diri pada orang tua, belum mempunyai hak-hak penuh sebagai orang dewasa (secara adat/tradisi), belum dapat memberikan pendapat sendiri. Dengan perkataan lain, orang-orang yang sampai batas usia 24 tahun belum dapat memenuhi persyaratan kedewasaan secara sosial maupun psikologi, masih dapat digolongkan remaja. Golongan ini cukup banyak terdapat di Indonesia, terutama dari kalangan masyarakat kelas menengah ke atas yang mempersyaratkan berbagai hal (terutama pendidikan setinggi-tingginya) untuk mencapai kedewasaan. Akan tetapi dalam kenyataannya masih cukup banyak pula orang yang mencapai kedewasaannya sebelum usia tersebut.. Transisi perkembangan pada masa remaja berarti sebagian perkembangan masa kanak-kanak masih dialami namun sebagian kematangan masa dewasa sudah dicapai.

Perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada rentang kehidupan Perubahan itu dapat terjadi secara kuantitatif, misalnya pertambahan tinggi atau berat tubuh; dan kualitatif, misalnya perubahan cara berpikir secara konkret menjadi abstrak aspek-aspek yang berbeda. Ada tiga aspek perkembangan yang dikemukakan yaitu: 

  1. Perkembangan fisik, adalah perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris dan ketrampilan motorik (Papalia dan Olds, 2001: 251)
  2. Perkembangan Kognitif, Piaget mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif, yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak. Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi formal (dalam Papalia dan Olds, 2001 : 115).
  3. Perkembangan kepribadian dan sosial, adalah perubahan cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara unik; sedangkan perkembangan sosial berarti perubahan dalam berhubungan dengan orang lain (Papalia dan Olds, 2001 : 122). 

Dengan demikian, pada masa remaja peran kelompok teman sebaya adalah besar. Pada diri remaja, pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. Walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri, namun penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok teman sebaya (Conger, 1991: 195).

Ciri-ciri Masa Remaja

Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik, maupun psikologis. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja.

  1. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan masa stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja.
  2. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.
  3. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. 
  4. Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.
  5. Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.( Dimjati, 2000 : 148-154).

 

Tugas Perkembangan Remaja

Tugas perkembangan remaja menurut Havighurst antara lain:

  1. Memperluas hubungan antara pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa dengan kawan sebaya, baik laki-laki maupun perempuan
  2. Memperoleh peranan sosial
  3. Menerima kebutuhannya dan menggunakannya dengan efektif 
  4. Memperoleh kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
  5. Mencapai kepastian akan kebebasan dan kemampuan berdiri sendiri
  6. Memilih dan mempersiapkan lapangan pekerjaan
  7. Mempersiapkan diri dalam pembentukan keluarga
  8. Membentuk sistem nilai, moralitas dan falsafah hidup (Gunarso, 1990 : 67)

 

 

KIRIM MASUKAN

Tatak Nurandhari
Tatak Nurandhari wuryantoro.com - Blogger Jalanan belajar menulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia. twitter | github | youtube | rss | blogger | rss
Posting Komentar untuk Tulisan Ini.