Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


(Tema gelap kini tersedia)
    
Aktifkan agar pengalaman membaca menjadi lebih nyaman
    

Sistematika Tulisan Ilmiah, Manfaat Penulisan Ilmiah

Sistematika Tulisan Ilmiah

Dalam tulisan ilmiah, sistematika penyajiannya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:

a. Bagian Pendahuluan, meliputi:

  1. Halaman judul
  2. Halaman Persetujuan/Pengesahan
  3. Kata Pengantar
  4. Daftar Isi
  5. Daftar Tabel (jika ada)
  6. Daftar Gambar (jika ada)
  7. Daftar Lampiran (jika ada)
  8. Abstrak

b. Bagian Isi, meliputi:

1. Pendahuluan, berisi tentang:

  • Penegasan istilah dalam judul dan penegasan judul.
  • Perumusan masalah (termasuk di dalamnya latar belakang masalah).
  • Tujuan dan manfaat penelitian.

2. Landasan Teori, berisi tentang:

  • Tinjauan pustaka menguraikan teori yang melandasi hipotesis.
  • Hipotesis

3. Metodologi Penelitian, berisi tentang:

  • Metode penentuan objek dan subjek penelitian
  • Metode pengumpulan data
  • Metode analisis data

4. Laporan Penelitian, berisi tentang:

  • Penyajian data
  • Analisis data

5. Kesimpulan, Ulasan, dan Implikasi (Saran), berisi tentang:

  • Kesimpulan
  • Ulasan
  • Implikasi (saran)

c. Bagian Penutup, meliputi:

  1. Daftar pustaka
  2. Lampiran-lampiran

(Madyo EkoSusilo dan Bambang Triyanto, 1991: 22)
 

Sistematika penulisan tulisan ilmiah di atas umumnya berlaku pada penulisan ilmiah jenis laporan penelitian maupun skripsi, tesis, dan disertasi.

Sistematika Tulisan Ilmiah, Manfaat Penulisan Ilmiah

 

 

 

Tujuan dan Manfaat Penulisan Ilmiah

Setelah mengetahui tahap-tahap, langkah-langkah menulis, syarat kriteria tulisan ilmiah kini kita kaji tentang tujuan dan manfaat tulisan ilmiah. Banyak hal dan manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan menulis, antara lain:

  • Dapat mengenali kemampuan dan potensi dirinya.
  • Dapat melatih dalam mengembangkan berbagai gagasan.
  • Dapat lebih banyak menyerap, mencari, serta menguasai informasi sehubungan dengan topik yang ditulis.
  • Dapat melatih dalam mengorganisasikan gagasan secara sistematis serta mengungkapkannya secara tersurat.
  • Dapat meninjau serta menilai gagasannya sendiri secara lebih objektif.
  • Dengan menulis sesuatu di atas kertas, akan lebih mudah memecahkan permasalahan, yaitu dengan menganalisis secara tersurat dalam konteks yang lebih konkrit.
  • Dengan menulis, dapat terdorong untuk terus belajar secara aktif.
  • Dengan kegiatan menulis yang terencanakan membiasakan penulis berpikir serta berbahasa secara tertib dan teratur (Agus Suriamiharja, dkk., 1996: 4-5)

Sedangkan yang berkaitan dengan tujuan menulis, Hugo Hatig (dalam Tarigan, 1993: 24) merangkumnya sebagai berikut:


1. Assingment purpose (tujuan penugasan)
Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri (misalnya para siswa yang diberi tugas merangkumkan buku, sekretaris yang ditugaskan membuat laporan, notulen rapat).


2. Altruistic purpose (tujuan altruistik)
Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedukaan para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu. Seseorang tidak akan dapat menulis secara tepat guna kalau dia percaya, baik secara sadar maupun secara tidak sadar bahwa pembaca atau penikmat karyanya itu adalah lawan atau musuh. Tujuan altruistik adalah kunci keterbacaan sesuatu tulisan. Contoh tujuan altruistik adalah tulisan tentang sebuah tips-tips/cara-cara (gaya hidup, kesehatan, karier, dan sebagainya).
 

3. Persuasive purpose (tujuan persuasif)
Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan.
 

4. Informational purpose (tujuan informasional, tujuan penerangan).
Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca.
 

5. Self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri)
Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada para pembaca.
 

6. Creative purpose (tujuan kreatif)
Tujuan ini erat hubungannya dengan tujuan pernyataan diri. Tetapi keinginan kreatif di sini melebihi pernyataan diri, dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik, atau seni yang ideal, seni idaman. Tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik, nilai-nilai kesenian.

7. Problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah)

Penyusunan tulisan ilmiah memberikan manfaat yang besar sekali, baik bagi penulis maupun bagi masyarakat. Menurut Sikumbang (dalam Arifin, 1998: 4), sekurang-kurangnya ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut, yang intinya adalah sebagai berikut:


  1. Penulis akan terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karangan ilmiah, ia mesti membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang akan dibahas.
  2. Penulis akan terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai buku sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
  3. Penulis akan berkenalan dengan kegiatan perpustakaan, seperti mencari bahan bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku.
  4. Penulis akan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis.
  5. Penulis akan memeroleh kepuasan intelektual.
  6. Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.



KIRIM MASUKAN

T Nurandhari
T Nurandhari wuryantoro.com - Blogger Jalanan belajar menulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia. twitter | github | youtube | rss | blogger | rss
Posting Komentar untuk Tulisan Ini.