Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


(Tema gelap kini tersedia)
    
Aktifkan agar pengalaman membaca menjadi lebih nyaman
    

Tahap-Tahap, Langkah-Langkah Menulis, Syarat Kriteria Tulisan Ilmiah

Tahap-Tahap Menulis Tulisan Ilmiah

Dalam menulis terdapat tahapan-tahapan, antara lain:

Tahap Prapenulisan

Tahap ini merupakan tahap perencanaan atau persiapan menulis yang mencakup beberapa langkah kegiatan, yaitu: 

  • menentukan topik;
  • membatasi topik;
  • menentukan tujuan;
  • menentukan bahan atau materi;
  • menyusun kerangka tulisan;
  • mengembangkan tulisan

Tahap Penulisan

Tahap-Tahap, Langkah-Langkah Menulis, Syarat Kriteria Tulisan Ilmiah

 

 

Tahap menyusun tulisan dan sebagai proses mengembangkan gagasan yang disesuaikan dengan syarat-syarat tulisan yang baik.

Tahap Revisi

Meneliti secara menyeluruh tulisan yang telah dibuat sebelum menjadi akhir sebuah tulisan yang baik dan benar, yang meliputi tanda baca, ejaan, pilihan kata, kalimat, dan lain sebagainya (Sabarti Akhadiah, dkk., 1988: 2-5).

Langkah-Langkah Menulis Tulisan Ilmiah

Menulis merupakan suatu proses kreatif. Sebagai suatu proses, menulis dilaksanakan secara garis besar ada tujuh langkah (Semi, 1990: 11-12) yaitu:

  1. Pemilihan dan penetapan topik, topik tulisan adalah masalah atau gagasan yang hendak disampaikan di dalam tulisan. Masalah atau gagasan itu dapat digali dari empat sumber yaitu dari pengalaman, pengamatan, imajinasi, pendapat, serta keyakinan.
  2. Pengumpulan informasi, pengumpulan informasi dan data dilakukan agar tulisan menjadi berbobot dan meyakinkan. Tujuan tulisan perlu ditetapkan sebelum mulai menulis, karena tujuan itu sangat berpengaruh dalam menetapkan bentuk, panjang, sifat, dan cara penyajian tulisan.
  3. Perancangan tulisan, hasil merancang tulisan ini, antara lain akan berwujud sebagai kerangka tulisan (outline) dan penetapan gaya penyajian tulisan.
  4. Penulisan, penulisan merupakan kerangka tulisan yang telah siap dikembangkan. Saat penulisan dilakukan perlu memerhatikan tujuan tulisan dan kelompok calon pembaca tulisan.
  5. Penyuntingan atau revisi, kegiatan yang dilakukan dalam penyuntingan adalah menghilangkan yang tidak perlu, menambah sesuatu yang perlu ditambah, memperbaiki kalimat, ejaan dan kosa kata yang kurang tepat diganti dengan yang lebih tepat, dan merevisi ketepatan angka-angka atau nama yang salah.
  6. Penulisan naskah, setelah penyuntingan harus ditulis kembali untuk menjadikan tulisan tersebut rapi dan bersih. Hal yang harus diperhatikan yaitu ejaan, tanda baca, dan perwajahan.


Adapun hal pokok yang harus diperhatikan dalam tulisan ilmiah adalah tulisan itu harus mampu memberi pemahaman kepada pembaca tulisan yang telah dibuat. 

Syarat-Syarat (Kriteria) Tulisan Ilmiah

Untuk mencapai target tulisan ilmiah yang baik, maka tulisan itu harus memenuhi syarat (kriteria). Andrews (dalam Madyo dan Bambang, 1991: 14) mengungkapkan bahwa kelima kriteria penulisan yang baik tersebut, antara lain:

Tulisan yang baik bersifat akurat (Good writing is accurate)

Yang dimaksud dengan akurat di sini adalah tulisan itu memberikan gambaran apa adanya tanpa memutarbalikkan fakta. Untuk mendapatkan data yang akurat, kita tidak hanya percaya pada sekelompok orang melainkan kita juga harus menggali data dengan berbagai cara.

Tulisan yang baik bersifat jelas (Good writing is clear)

Tulisan dapat dikatakan jelas apabila isinya dapat dengan mudah dimengerti atau dipahami oleh pembaca. Untuk mencapai kejelasan suatu tulisan, maka penulis harus mampu mengungkapkan idenya dengan bahasa yang baik tanpa menyulitkan pembaca untuk memahaminya agar tidak menimbulkan salah tafsir pembaca terhadap apa yang kita tulis.

Tulisan yang baik bersifat ringkas (Good writing is concise)

Yang dimaksud dengan ringkas bahwa tulisan itu langsung mengarah ke permasalahan, tanpa memanjanglebarkannya sehingga semakin mengaburkan ide pokoknya. Hal ini dapat ditempuh dengan penggunaan kata-kata, kalimat-kalimat, atau alinea-alinea yang efektif, dan kepiawaian penulis dalam merumuskan ide-idenya dalam suatu kalimat yang efektif dan tersaji dalam alinea yang utuh. Dengan demikian pembaca akan mudah memahami setiap ide yang tertuang dalam setiap alinea, dan pada akhirnya dengan mudah dan cepat bisa memahami tulisan itu secara keseluruhan.

Tulisan yang baik bersifat konvensional (Good writing is conventional)

Konvensional memiliki arti berdasarkan atas kebiasaan yang lalu. Ada dua jenis tulisan yang bersifat konvensional yaitu dalam penggunaan bahasa (ejaan, kata, frase, kalimat) dan konvensial dalam penulisan. Konvensional dalam penggunaan bahasa misalnya: penulisan unsur serapan, huruf besar, kata ulang, dan sejenisnya. Sedangkan konvensional dalam hal penulisan dapat berupa: penyusunan sistematika tulisan, bibliografi, catatan kaki (footnote), dan sebagainya.

Tulisan yang baik bersifat padu atau utuh (Good writing is appropriate)

Padu atau utuh yang dimaksud adalah apabila ketiga hal (materi, tujuan, dan pembaca) dapat terjalin dengan baik. Maksudnya, penulis sebagai perantara harus bisa memahami materi, bentuk, dan cara mengekspresikan yang bersatu dalam suatu wacana informasi yang tepat dan serasi tentang materi yang ditulisnya dan kepada siapa tulisan itu ditujukan.
 

 

 

KIRIM MASUKAN

T Nurandhari
T Nurandhari wuryantoro.com - Blogger Jalanan belajar menulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia. twitter | github | youtube | rss | blogger | rss
Posting Komentar untuk Tulisan Ini.